Breaking News
- Bupati Shalahuddin Apresiasi Pandangan Fraksi PKB terhadap Raperda Perubahan APBD 2026
- Erick Soedjasa Pulang ke Indonesia atas Kemauan Sendiri, Kuasa Hukum: Bukan untuk Hindari Proses Hukum
- Pemkab Barito Utara Sampaikan Jawaban atas Pandangan Fraksi Terkait APBD-P 2026
- Ciptakan Kondusifitas Wilayah, Babinsa Koramil CBD Dan Ciputat Patroli Kamtibmas Malam.
- Bupati Barito Utara Minta Penyelesaian Batas Desa Mea dan Tongka Dipercepat
- Kodim 0506/Tangerang Gelar Sosialisasi PSDN, Dorong Kesadaran Bela Negara dan Penguatan Komcad.
- Babinsa Cireundeu Hadiri Penilaian Lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Banten 2026.
- Catat Tanggalnya, Pemkot Tangerang Buka Layanan KB Gratis 15–18 September 2026.
- Akses Pedestrian Jadi Prioritas, Trotoar Jalan Bouraq-Lio Baru Kota Tangerang Diperbaiki.
- Tangerang 10K Dongkrak Okupansi Hotel, 1.362 Kamar Terisi Dua Hari.
Tawuran Antar Pelajar SMP di Batu Ceper, Lukai 3 Orang, 6 Pelaku Ditangkap

MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang - Sejumlah pelajar yang terlibat tawuran dua kelompok di Kecamatan Batu Ceper, Kota Tangerang, diamankan Polrestro Kota Tangerang. Peristiwa ini mengakibatkan tiga pelajar terkena luka bacok, pada sore hari, Minggu (6/3/2022). Menurut keterangan dari Kombes Pol Komarudin Kapolres Metro Kota Tangerang, tawuran di picu akibat saling ejek dan menantang satu sama lain melalui media sosial. "Kelompok-kelompok ini melakukan tantangan dan saling ejek di media sosial sehingga mereka memutuskan untuk saling bertemu," ucap Komarudin. Dari kejadian tersebut, ada tiga orang korban yang menderita luka dari senjata tajam di bagian perut, pinggang, dan punggung. Hingga harus dirawat di rumah sakit. Dari situ juga Polres berhasil mengamankan 6 orang ABH (Anak Berhadapan dengan Hukum). Polres Kota Tangerang juga mengamankan berbagai jenis Sajam (Senjata Tajam). Komarudin menyatakan bahwa kedua kelompok tawuran dapat dijerat pasal 169 karena berupaya melakukan tawuran. Para pelaku dari kedua kelompok yang melakukan tawuran masih duduk dibangku kelas 9 SMP disekolah yang sama. "Para pelaku masih 1 sekolah cuman beda geng. Salah satu SMP di Tangerang," Tambahnya. Kombes Komarudin juga menghimbau kepada para orang tua diluar sana untuk memperhatikan dan memberikan pengawasan ekstra kepada putra dan putrinya.(Tim mg1/MP)


.jpg)




.jpg)








