- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
- Universitas Bandar Lampung Perkuat Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Coding dan Robotik
- Semarak Ramadan, PWI Jaya Salurkan Ratusan Bingkisan untuk Yatim dan Dhuafa
- Anggota DPRD Barito Utara Hadiri Safari Ramadhan dan Peresmian Masjid Nurul Iman di Desa Lemo I
- Menkop Teken MoU dengan AL Jamiyatul Washliyah untuk Mengembangkan Usaha Melalui Koperasi
- Nurhadi Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Dengan Rutin Skrining Kesehatan
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Bicarakan Digitalisasi Layanan Pertanahan di Universitas Udayana, Wamen Ossy: Bukan Sekadar Ganti Dokumen Kertas ke Digital
- Kementerian ATR/BPN Tegaskan Tidak Ada Program Pemutihan Sertipikat Tanah
Tak Disangka Daging Kerbau Beku di Pasar Mitra Tani Kementan di Pulang Pisau Diserbu Warga

MEGAPOLITANPOS.COM (Pulang Pisau) - Mengingat karena daging beku merupakan hal yang baru bagi masyarakat Kabupaten Pulang Pisau, tak disangka ternyata penjualan daging beku tersebut menjadi buruan masyarakat saat kegiatan Pasar Mitra Tani di Pulang Pisau yang digelar Kementerian Pertanian, Selasa, 26 April 2022. Direktur Perbenihan Hortikultura Kementan Inti Pertiwi Nashwari juga selaku Koordinator Pengawalan ketersediaan pangan pokok di Provinsi Kalimantan Tengah mengatakan pihaknya hanya menyediakan 100 bungkus untuk daging beku tersebut, dengan penjualan Rp80 ribu per bungkus. Dia tidak menyangka daging beku tersebut sangat disambut antusias oleh masyarakat Pulang Pisau. Kendati demikian Inti mengatakan pihaknya akan segera mengantisipasi jika daging beku berkualitas yang dijual tersebut kurang. Sebelumnya juga Kementan sukses melaksanakan Gelar Pasar Murah di Palangkaraya dan Kotawaringin Timur. Sesuai intruksi Menteri Pertanian Prof. Syahrul Yasin Limpo (SYL), Pasar Mitra Tani ini bertujuan untuk menjembatani petani/produsen dalam memasarkan produknya kepada konsumen, hal ini dilakukan Kementan untuk memperbaiki sistem tata niaga pasar yang panjang dan rumit. Kementan mengakui bahwa salah satu hal yang membuat harga pangan mahal karena rantai pasok yang tidak tertata dengan baik sejak dulu, maka Kementan menghadirkan program Pasar Mitra Tani, Gelar Pasar Murah yang serentak di seluruh Indonesia. Dibawah nahkoda Mentan SYL, Kementan juga sukses membangun Toko Tani Indonesia Center yang berlokasi di Jakarta dan di seluruh ibukota Provinsi. Hal ini dilakukan agar masyarakat bisa memilih tempat yang menjual barang berkualitas dengan harga yang terjangkau untuk dibeli, dan petani tak lagi bingung memasarkan produknya, karena semua akan ditampung oleh Toko Tani. Inti mengatakan bahwa saat ini dirinya ditugaskan Mentan SYL dan Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto untuk mengamankan ketersediaan pangan masyarakat Kalimantan Tengah. Hampir sebulan ini kata dia Tim dari Kementan fokus di Kalteng untuk mengawal ketersediaan pangan bagi 2,6 juta penduduk Kalteng. Sebagaimana arahan Menteri Pertanian tambah Inti, kebutuhan pangan masyarakat disini harus terjaga hingga Idul Fitri. Hingga saat ini kata Inti ada beberapa harga pangan yang beranjak naik, hal ini disebabkan karena permintaan pasar cukup meningkat di bulan ramadhan dan mendekati Idul Fitri. Fenomena ekonomi seperti ini menurutnya terjadi secara natural karena adanya perubahan dari berbagai komponen dalam perputaran roda ekonomi seperti permintaan masyarakat. Fenomena ini kata dia wajar terjadi, di saat para petani atau produsen ingin menikmati sedikit kenaikan harga pada bulan suci ini. Tentunya tidak hanya terjadi pada ekonomi modern saat ini, tapi sudah terjadi sejak ribuan tahun silam dan akan terus terjadi selama sistem ekonomi itu berjalan. Dengan adanya fenomena tersebut, maka disinilah pemerintah perlu hadir untuk menstabilkan kembali harga dipasaran. Harapannya Pasar Mitra Tani mampu memutus mata rantai distribusi dengan harga yang tidak wajar di pasaran. Menurutnya bahan pangan yang dipasok di Pasar Mitra Tani langsung dari petani dan produsen melalui kegiatan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM). Kemudian juga dari Bulog dan beberapa produsen lainnya menjual langsung produknya di Pasar Mitra Tani, sehingga harga sangat terjangkau. (Jam/Red/MP)

















