- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
- APBD Majalengka 2026 Naik Jadi Rp 3,14 Triliun, Ini Rincian Anggarannya
- Persib Gagal Juara, Ateng Sutisna Ajak Bobotoh Tetap Solid dan Bermartabat
- Bupati Majalengka Ajak Ribuan Bobotoh Doakan Persib Juara Piala Presiden 2026
- Ateng Sutisna Satukan Ribuan Bobotoh, Nobar Final Persib di Majalengka Meriah
- SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Perkuat Posisi Indonesia sebagai Hub Pangan dan Perdagangan Global
- Kapolres Majalengka Ajak Bobotoh Junjung Sportivitas Saat Nobar Persib vs Persebaya
- Munjirin Panen Padi Ciherang di Cakung, Urban Farming Bali Lestari Hasilkan 10 Ton Gabah
- PTPN I Ubah Aset Jadi Mesin Pertumbuhan, Cafe dan Gerai Produk Hilir Segera Hadir
- PWHI Kota Tangerang Minta Dugaan Intimidasi terhadap Jurnalis Diproses Sesuai Hukum
Tak Disangka Daging Kerbau Beku di Pasar Mitra Tani Kementan di Pulang Pisau Diserbu Warga

MEGAPOLITANPOS.COM (Pulang Pisau) - Mengingat karena daging beku merupakan hal yang baru bagi masyarakat Kabupaten Pulang Pisau, tak disangka ternyata penjualan daging beku tersebut menjadi buruan masyarakat saat kegiatan Pasar Mitra Tani di Pulang Pisau yang digelar Kementerian Pertanian, Selasa, 26 April 2022. Direktur Perbenihan Hortikultura Kementan Inti Pertiwi Nashwari juga selaku Koordinator Pengawalan ketersediaan pangan pokok di Provinsi Kalimantan Tengah mengatakan pihaknya hanya menyediakan 100 bungkus untuk daging beku tersebut, dengan penjualan Rp80 ribu per bungkus. Dia tidak menyangka daging beku tersebut sangat disambut antusias oleh masyarakat Pulang Pisau. Kendati demikian Inti mengatakan pihaknya akan segera mengantisipasi jika daging beku berkualitas yang dijual tersebut kurang. Sebelumnya juga Kementan sukses melaksanakan Gelar Pasar Murah di Palangkaraya dan Kotawaringin Timur. Sesuai intruksi Menteri Pertanian Prof. Syahrul Yasin Limpo (SYL), Pasar Mitra Tani ini bertujuan untuk menjembatani petani/produsen dalam memasarkan produknya kepada konsumen, hal ini dilakukan Kementan untuk memperbaiki sistem tata niaga pasar yang panjang dan rumit. Kementan mengakui bahwa salah satu hal yang membuat harga pangan mahal karena rantai pasok yang tidak tertata dengan baik sejak dulu, maka Kementan menghadirkan program Pasar Mitra Tani, Gelar Pasar Murah yang serentak di seluruh Indonesia. Dibawah nahkoda Mentan SYL, Kementan juga sukses membangun Toko Tani Indonesia Center yang berlokasi di Jakarta dan di seluruh ibukota Provinsi. Hal ini dilakukan agar masyarakat bisa memilih tempat yang menjual barang berkualitas dengan harga yang terjangkau untuk dibeli, dan petani tak lagi bingung memasarkan produknya, karena semua akan ditampung oleh Toko Tani. Inti mengatakan bahwa saat ini dirinya ditugaskan Mentan SYL dan Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto untuk mengamankan ketersediaan pangan masyarakat Kalimantan Tengah. Hampir sebulan ini kata dia Tim dari Kementan fokus di Kalteng untuk mengawal ketersediaan pangan bagi 2,6 juta penduduk Kalteng. Sebagaimana arahan Menteri Pertanian tambah Inti, kebutuhan pangan masyarakat disini harus terjaga hingga Idul Fitri. Hingga saat ini kata Inti ada beberapa harga pangan yang beranjak naik, hal ini disebabkan karena permintaan pasar cukup meningkat di bulan ramadhan dan mendekati Idul Fitri. Fenomena ekonomi seperti ini menurutnya terjadi secara natural karena adanya perubahan dari berbagai komponen dalam perputaran roda ekonomi seperti permintaan masyarakat. Fenomena ini kata dia wajar terjadi, di saat para petani atau produsen ingin menikmati sedikit kenaikan harga pada bulan suci ini. Tentunya tidak hanya terjadi pada ekonomi modern saat ini, tapi sudah terjadi sejak ribuan tahun silam dan akan terus terjadi selama sistem ekonomi itu berjalan. Dengan adanya fenomena tersebut, maka disinilah pemerintah perlu hadir untuk menstabilkan kembali harga dipasaran. Harapannya Pasar Mitra Tani mampu memutus mata rantai distribusi dengan harga yang tidak wajar di pasaran. Menurutnya bahan pangan yang dipasok di Pasar Mitra Tani langsung dari petani dan produsen melalui kegiatan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM). Kemudian juga dari Bulog dan beberapa produsen lainnya menjual langsung produknya di Pasar Mitra Tani, sehingga harga sangat terjangkau. (Jam/Red/MP)


.jpg)


.jpg)





1.jpg)





