- Musrenbang RKPD 2027 Resmi Dibuka, Bupati Barito Utara Tekankan Perencanaan Terarah dan Prioritas Pembangunan
- Ketua DPRD Barito Utara Musrenbang RKPD Jadi Wadah Menyelaraskan Aspirasi Masyarakat
- Taufik Nugraha Dorong Revisi RTRWK dan Peningkatan Layanan Pendidikan - Kesehatan
- Hj. Henny Rosgiaty Usulkan Lokasi Strategis Pembangunan Jembatan Lahei
- Salurkan 200 Becak Listrik Banpres Presiden ini Pesan Bupati Blitar Rijanto
- Indonesia–Rusia Perkuat Hubungan Teknologi, PRSI Hadiri Pertemuan di Kedubes Rusia
- Sorot Anggaran Lift Rp 1,8 Miliar di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, CBA Minta Kejati DKI Selidiki
- DPD PSI Majalengka Turun ke Masyarakat, Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Perkuat Struktur Partai
- RoboSports Bangun Ekosistem Olahraga Robotik Modern
- Kolaborasi Peningkatan Kualitas Layanan Pertanahan
Sumbangan Devisa dari Pekerja Migran Indonesia hingga Tahun 2023 Naik Pesat

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengatakan, sumbangan devisa dari pekerja migran Indonesia (PMI) tahun 2023 mengalami kenaikan. Hal itu disampaikan Benny berdasarkan informasi Bank Indonesia tentang sumbangan devisa para pekerja migran Indonesia yang meningkat pesat hingga akhir tahun 2023.
“Terjadi kenaikan sumbangan (devisa) pekerja migran Indonesia ke negara. Bank Indonesia merilis bahwa di 2023 sumbangan devisa yang masuk ke Indonesia atau remitansi kiriman para pekerja migran Indonesia dari luar negeri adalah sebesar 227 Triliun rupiah, naik 42,2% dari tahun 2019 ke 2023," kata Benny saat melepas 99 orang pekerja migran Indonesia (PMI) skema Government to Government (G to G) ke Korea Selatan bertempat di eL Hotel, Kelapa Gading, Jakarta, Minggu sore (30/6/2024).
Lanjut Benny mengungkapkan, kenapa bisa terjadi kenaikan?
Baca Lainnya :
- DPD PSI Majalengka Turun ke Masyarakat, Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Perkuat Struktur Partai
- Pesantren Al-Mizan Gelar Ramadhan Fest 2026, Hadirkan Zikir hingga Bahtsul Masail
- PLN UID Jakarta Raya Gelar Bazar Sembako Murah Ramadan, 1.200 Paket Disediakan untuk Warga
- Proyek Geothermal Halmahera Barat Disorot, Komisi XII DPR RI Dorong Evaluasi
- Milad ke-65 H. Ateng Sutisna, Doa dan Apresiasi Mengalir untuk Anggota DPR RI dari PKS
"(Karena) kesadaran menabung, kesadaran untuk mengirim uang ke keluarganya semakin tinggi, jadi para PMI tersebut tidak konsumtif dan menghabiskan uang yang di dapatnya di luar negeri, dengan uang yang dikirim ke kampung halaman, membuat perputaran ekonomi di kampung masing-masing jadi bergerak," ujar Benny.
Atas capaian sumbangan para pejuang devisa itu, Benny berharap, negara harus hadir dan memberikan pelindungan serta perlakuan hormat kepada para pekerja migran Indonesia.
"Kita inginkan, negara terus memperbaiki dirinya untuk membangun satu mindset dan paradigma baru bahwa tidak boleh merendahkan PMI, tidak boleh memandang sebelah mata terhadap PMI dan tidak boleh lagi ada perlakuan dari oknum negara yang perlakuannya sewenang-wenang terhadap PMI," pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, Benny juga mengingatkan para pekerja migran Indonesia untuk mendaftarkan dan melaporkan diri di aplikasi Portal Peduli WNI setiba mereka di Korea Selatan agar keberadaan mereka dapat dipantau oleh perwakilan Indonesia di sana.
Sebagai informasi, pelepasan 99 orang pekerja migran Indonesia (PMI) skema Government to Government (G to G) ke Korea Selatan terdiri dari 90 orang bekerja di sektor manufaktur dan 9 orang di sektor shipbuilding.
Diketahui sebelumnya, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung mengatakan pekerja migran Indonesia (PMI) setiap tahun menyumbangkan devisa sebesar 14,22 miliar dolar AS.
"Pekerja migran Indonesia setiap tahun menyumbangkan 14,22 billion US dollar sehingga cadangan devisa atau devisa yang berasal dari mereka (PMI) ini nomor dua setelah sektor migas," kata Juda dikutip dari antaranews, Jum'at (31/5).(*/Anton)














