- Dari Celengan ke Buku Rekening, Siswa Sekolah Rakyat Belajar Menabung bersama BNI
- DPKPP Majalengka Tegur CV Adibrata Jaya Persada soal Proyek Sumberjaya
- Mang Jemy Maju Pilkades Burujul Wetan, Bawa Misi Desa Sejahtera
- Menhan Sjafrie Cek Yonif TP 338 di Majalengka, Prajurit Diminta Siap
- KNPI Majalengka Buka 2.789 Lowongan, 2.500 Pencari Kerja Bergerak
- Ketua Komisi I Tekankan Kesiapan Program dalam KUA-PPAS APBD 2027
- Jaga Situasi Tetap Kondusif Babinsa Bersama Komduk Gelar Patroli Malam.
- PT Kedap Sayaaq Persoalkan Proses Kepailitan, Kuasa Hukum Soroti Penjualan Aset
- 14 Ribu Keluarga Penerima Manfaat Disiapkan Masuk Ekosistem Kewirausahaan Kementerian UMKM
- Pemkab Tangerang Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Jawa Bali .
Sumbangan Devisa dari Pekerja Migran Indonesia hingga Tahun 2023 Naik Pesat

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengatakan, sumbangan devisa dari pekerja migran Indonesia (PMI) tahun 2023 mengalami kenaikan. Hal itu disampaikan Benny berdasarkan informasi Bank Indonesia tentang sumbangan devisa para pekerja migran Indonesia yang meningkat pesat hingga akhir tahun 2023.
“Terjadi kenaikan sumbangan (devisa) pekerja migran Indonesia ke negara. Bank Indonesia merilis bahwa di 2023 sumbangan devisa yang masuk ke Indonesia atau remitansi kiriman para pekerja migran Indonesia dari luar negeri adalah sebesar 227 Triliun rupiah, naik 42,2% dari tahun 2019 ke 2023," kata Benny saat melepas 99 orang pekerja migran Indonesia (PMI) skema Government to Government (G to G) ke Korea Selatan bertempat di eL Hotel, Kelapa Gading, Jakarta, Minggu sore (30/6/2024).
Lanjut Benny mengungkapkan, kenapa bisa terjadi kenaikan?
Baca Lainnya :
- Mang Jemy Maju Pilkades Burujul Wetan, Bawa Misi Desa Sejahtera
- Menhan Sjafrie Cek Yonif TP 338 di Majalengka, Prajurit Diminta Siap
- KNPI Majalengka Buka 2.789 Lowongan, 2.500 Pencari Kerja Bergerak
- Bupati Eman Gebrak Ronda Majalengka, Desa Aktif Bakal Diganjar Hadiah
- Sri Rahayu Resmi Pimpin PDAM, Eman Soroti Pelayanan Air dan Kekompakan
"(Karena) kesadaran menabung, kesadaran untuk mengirim uang ke keluarganya semakin tinggi, jadi para PMI tersebut tidak konsumtif dan menghabiskan uang yang di dapatnya di luar negeri, dengan uang yang dikirim ke kampung halaman, membuat perputaran ekonomi di kampung masing-masing jadi bergerak," ujar Benny.
Atas capaian sumbangan para pejuang devisa itu, Benny berharap, negara harus hadir dan memberikan pelindungan serta perlakuan hormat kepada para pekerja migran Indonesia.
"Kita inginkan, negara terus memperbaiki dirinya untuk membangun satu mindset dan paradigma baru bahwa tidak boleh merendahkan PMI, tidak boleh memandang sebelah mata terhadap PMI dan tidak boleh lagi ada perlakuan dari oknum negara yang perlakuannya sewenang-wenang terhadap PMI," pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, Benny juga mengingatkan para pekerja migran Indonesia untuk mendaftarkan dan melaporkan diri di aplikasi Portal Peduli WNI setiba mereka di Korea Selatan agar keberadaan mereka dapat dipantau oleh perwakilan Indonesia di sana.
Sebagai informasi, pelepasan 99 orang pekerja migran Indonesia (PMI) skema Government to Government (G to G) ke Korea Selatan terdiri dari 90 orang bekerja di sektor manufaktur dan 9 orang di sektor shipbuilding.
Diketahui sebelumnya, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung mengatakan pekerja migran Indonesia (PMI) setiap tahun menyumbangkan devisa sebesar 14,22 miliar dolar AS.
"Pekerja migran Indonesia setiap tahun menyumbangkan 14,22 billion US dollar sehingga cadangan devisa atau devisa yang berasal dari mereka (PMI) ini nomor dua setelah sektor migas," kata Juda dikutip dari antaranews, Jum'at (31/5).(*/Anton)


.jpg)





.jpg)






