- Pempek King Al-Bar99 Sensasi Khas Palembang Hadir di Pasar Kemis.
- Yonif TP 338 Majalengka Bergerak, dari Pangan hingga Kesehatan
- Bupati Eman Hadir, Makom Albab Majalengka Siap Tancap Gas 2026-2031
- Anggaran Kementerian dan Lembaga Dipotong 30 Persen per 8 Oktober, Begini Instruksi Menkeu!
- Koramil 09/Mauk Gelar Patroli Malam, Antisipasi Daerah Rawan Begal.
- Wujud Sinergi TNI dan Komduk, Dibangun Dengan Jaga Keamanan .
- Transformasi Bank DKI Jadi Bank Jakarta, Pemprov DKI Dorong Ekspansi Bisnis
- Kisah Inspiratif Dwi Suswanti Raih Gelar Doktor, Meski Sang Ibu Tak Lulus SD
- 174 Pelajar Ikuti Persami KKRI 2026 di Menarhanud 10/ABC.
- Rampas Mobil Taksi Online, Pelaku Berhasil Dibekuk Jatanras PMJ di Rangkasbitung
SMESCO-KEM Kolaborasi Perkuat Komoditas Lokal Lewat Festival Tumpak Wariga 2024

MEGAPOLITANPOS.COM, Bali - Smesco Indonesia berkolaborasi dengan Koalisi Ekonomi Membumi (KEM) menggelar Festival Tumpak Wariga 2024 sebagai upaya mempromosikan komoditas lokal untuk menumbuhkan ekonomi yang berkelanjutan.

Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Fasilitasi 1.000 Pengusaha Mikro di Sumatera Barat
- Kementerian UMKM Optimalkan Klinik UMKM Bangkit Percepat Pemulihan Pascabencana di Tapanuli Tengah
- Kementerian UMKM Gandeng Bank Sumut Salurkan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana
- Perpres Ojol Baru Atur Kemitraan, Tarif hingga Perlindungan Sosial Pengemudi
- Kementerian UMKM Ajak ASN Gemar Belanja Produk Lokal, 11 Jenama Eksportir Ikut Bazar
Direktur Utama Smesco Indonesia Leonard Theosabrata mengatakan, penguatan komoditas lokal juga mampu memberikan pengaruh pada ekonomi di daerah-daerah yang akan semakin menguat.
“Metode micro-processing komoditas lokal, bisa menjadi faktor penguat ekonomi di masing-masing daerah,” ujar Dirut Smesco Indonesia Leonard saat memberikan paparan pada Talkshow bertajuk ‘Tutur Cerita Lestari: Menuju Ekonomi Restoratif Dengan Rantai Nilai Gotong-Royong’ sebagai rangkaian acara Festival Tumpak Wariga 2024, Sabtu (3/2).
Leonard juga mengungkapkan, pengembangan komoditas lokal perlu diimbangi dengan tersedianya industri pengolahan, di mana melalui konsep tersebut maka tenaga lokal dan investasi dapat terserap dengan baik.
“Sehingga tidak perlu mengorbankan lingkungan hidup dan kerusakan sosial budaya yang bisa terjadi karena over-investment atau over-exlpoitation dari daerahnya masing-masing,” ucap Leonard.
Menurutnya, kolaborasi antara Smesco dengan KEM juga menjadi penguat kerja sama dalam pengembangan berbagai sektor berbasis sumber daya alam seperti agroforestri.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim Jawa, Bali, Nusa Tenggara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Haryo Pambudi juga menekankan pentingnya pengelolaan komoditas secara berkelanjutan, salah satunya melalui pemanfaatan lingkungan.
“Dalam konteks adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, manfaat hutan selama ini hanya berfokus pada karbon, padahal masih banyak hal yang bisa kita kembangkan aksesnya hingga skala internasional selain pemanfaatan karbon,” kata Haryo.
Festival Tumpek Wariga 2024 menjadi platform untuk menggabungkan tiga pilar penting guna mewujudkan keharmonisan antara manusia dan alam, yakni terkait dengan spiritual Tumpek Wariga, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mendukung pelestarian, serta manusia sebagai makhluk ekonomi melalui praktik bisnis berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan festival tersebut meliputi talkshow dan lokakarya pada hari pertama di SMESCO Hub Timur, dilanjutkan dengan eksplorasi hutan dan penelusuran komoditas pada hari kedua di Hutan Belajar Bali Barat.
Sedangkan di hari ketiga peserta akan diajak tur ke pusat produksi Conservana, sebuah perusahaan yang mengedepankan pengelolaan hutan berkelanjutan berbasis komunitas.(Reporter: Achmad Sholeh Alek)

.jpg)
.jpg)
.jpg)



.jpg)


.jpg)




