Breaking News
- Wabup Majalengka : Perang Melawan Narkoba Tak Boleh Berhenti Lagi
- Kapolres Majalengka Nyatakan Perang Total, Bandar Narkoba Diburu
- Kementerian UMKM Kawal Pemulihan Ekonomi Korban Bencana Sumatera hingga 2028
- Sukses Gelaran Festival Es Campur Merdeka Khas Blitar, Awak Media Hadir Berkontestasi
- Nurhadi Gelar Jalan Sehat Merdeka di Kerjen Blitar Hadianya paling Spektakuler Dinosaurus
- Bioskop Mini Jak Cinema Hadir di Rusun Pasar Rumput, Warga Bisa Nonton Film Indonesia Mulai Rp15 Ribu
- Kepala Desa Sumberjo Ajarkan Generasi Muda Produktif Kreatif Apa Kiatnya
- PSHT Cabang Kota Blitar Pusat Madiun Boyong 19 Medali di Kejurnas SH Terate UIN Satu Cup IV
- Mulai 31 Agustus, Pemkot Jaktim Larang PKL Berjualan di Trotoar Jalan Raya Bogor Kramat Jati
- Semarak HUT RI Ke-81, PAUD Melati 08 Kalibata Gelar Aneka Lomba
Siber Polda Metro Bongkar 58 Aplikasi Pinjol Ilegal, Puluhan Karyawan dan Manager Jadi Tersangka

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya kembali mengungkap kasus pinjaman online (Pinjol) ilegal yang beroperasi di DKI Jakarta. Kali ini tak tanggung-tanggung, sebanyak 58 aplikasi online terafiliasi pinjol ilegal berhasil diendus dan dibongkar tim siber Ditreskrimsus PMJ. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, kasus ini terungkap dari laporan sejumlah korban atau nasabah yang merasa dirugikan atas layanan pinjaman online tersebut. "Kasus ini terjadi pada 7 Maret 2022 tempatnya di daerah Jakarta Selatan. Kemudian korban dan juga pelapor sebagai korban dalam hal ini ada 4 orang," ujar Zulpan dalam konferensi pers, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jum'at (27/5/2022). Dalam pengungkapan itu, lanjut Zulpan, tim penyidik berhasil menangkap dan menetapkan puluhan karyawan serta manajer perusahaan pinjol ilegal sebagai tersangka karena diduga melakukan manipulasi data serta ilegal akses (peroleh data tanpa izin) dan aksi pengancaman terhadap para nasabah atau korban. "Tersangka dalam kasus ini ada kurang lebih 11 orang," sebut Zulpan. Adapun peran dan inisial tersangka masing-masing yakni, S (manajer), DRS (team leader), serta MIS, LP, OT, AR, T, AP IS, JN, FIS, dan AR yang kesemuanya sebagai desk collector (penagih). Zulpan menyebut, ada beberapa lokasi penangkapan tersangka yang dilakukan penyidik Polda Metro. "Pada 24 Mei 2022 di Cengkareng Jakarta Barat, kemudian 25 Mei 2022 bertempat di Kalideres Jakarta Barat, 9 Maret 2022 di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kemudian pada 6 April 2022 di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan," terang Zulpan. Selain itu, dalam kasus ini polisi turut menyita sejumlah barang bukti antara lain beberapa unit laptop, telepon seluler (ponsel) dan berikut kartu sim. Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 27 ayat 4 jo Pasal 45 ayat 4 dan atau Pasal 29 Jo Pasal 45 b dan atau Pasal 32 ayat 2 Jo Pasal 46 ayat 2 dan atau Pasal 34 ayat 1 Jo pasal 50 UU nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 10 tahun dan denda pidana paling sedikit Rp 700 juta dan paling banyak Rp 10 miliar. Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Auliansyah Lubis menambahkan, dalam pinjol ilegal tersebut para tersangka menggunakan berbagai macam aplikasi. Mereka juga beroperasi di rumah. "Aplikasi seperti Jari Kaya, Dana Baik, Get Uang, Untung Cepat, Rupiah Plus, Komodo RP, Dana Lancar, Dana Now, Cash Tour, Pinjaman Roket, Go Pinjam, Raja Pinjaman, dan banyak lagi," beber Aulia. "Dan tempat aktivitas (Pinjol Ilegal) mereka bukan lagi di kantor, melainkan di rumah," tambahnya.




.jpg)











