- BRI Life Raih Dua Penghargaan Silver di The Best Contact Center Indonesia 2026
- BNI Sahabat Sekolah Rakyat Hadirkan Edukasi dan Inspirasi bagi Siswa di Sulawesi Selatan
- Program Revitalisasi di Blitar Disinyalir Banyak Campur Tangan Siapa Mereka ? .
- Pasangan Suami Istri Resmi Maju Pilkades Kedungbanteng 2026-2031 \"Dua Hati Satu Tujuan\".
- Perkuat Nilai Kejuangan di Momentum HUT TNI ke-81 Pangdam V/ Brawijaya Nyekar ke MBK Apa Pesanya.
- Dari Celengan ke Buku Rekening, Siswa Sekolah Rakyat Belajar Menabung bersama BNI
- DPKPP Majalengka Tegur CV Adibrata Jaya Persada soal Proyek Sumberjaya
- Mang Jemy Maju Pilkades Burujul Wetan, Bawa Misi Desa Sejahtera
- Menhan Sjafrie Cek Yonif TP 338 di Majalengka, Prajurit Diminta Siap
- KNPI Majalengka Buka 2.789 Lowongan, 2.500 Pencari Kerja Bergerak
Sektor Pekerjaan PMI di Jerman Bakal Diperluas, Kepala BP2MI : Selain Perawat juga Untuk Kontruksi

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengatakan bakal ada potensi penambahan sektor konstruksi pada skema penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) antar pemerintah atau Government to Government (G to G) Jerman.
Hal itu dikatakan Benny saat melepas keberangkatan 85 pekerja migran Indonesia (PMI) ke Korea Selatan (Korsel), di Kantor BP2MI, Jakarta, Senin (13/5/2024).
Dijelaskan Benny, akan adanya penambahan sektor pekerjaan itu setelah pihaknya bernegosiasi dengan pihak Jerman pada awal Mei 2024 saat kunjungan kerja ke negara tersebut. Dia juga mengatakan pembahasan perluasan sektor sudah dilakukan dengan pihak Jerman.
Baca Lainnya :
- Mang Jemy Maju Pilkades Burujul Wetan, Bawa Misi Desa Sejahtera
- Menhan Sjafrie Cek Yonif TP 338 di Majalengka, Prajurit Diminta Siap
- KNPI Majalengka Buka 2.789 Lowongan, 2.500 Pencari Kerja Bergerak
- Bupati Eman Gebrak Ronda Majalengka, Desa Aktif Bakal Diganjar Hadiah
- Sri Rahayu Resmi Pimpin PDAM, Eman Soroti Pelayanan Air dan Kekompakan
"Bahkan mereka challenge bagaimana kalau technical agreement (perjanjian kerjasama)-nya bisa ditandatangani paling lambat bulan Juli, saya perintahkan staf mempersiapkan segala sesuatunya," imbuh Benny.
"Jadi (PMI) yang ke Jerman punya pilihan, tidak hanya perawat tapi juga untuk konstruksi," jelas Benny.
Lanjut Benny mengungkapkan, salah satu tantangan dalam meningkatkan penempatan PMI ke Jerman adalah persyaratan bahasa, yakni dibutuhkan sertifikat bahasa level B2 untuk dapat bekerja di negara tersebut. Meski demikian, Benny mengaku berupaya keras agar persyaratan bahasa dapat menjadi pertimbangan dalam kerjasama perluasan sektor pekerjaan.
"Kemarin kita bernegosiasi dengan GIZ (Badan Kerjasama Internasional Jerman) bagaimana jika diturunkan levelnya A1 atau A2 untuk B1 dan B2 cukup dilakukan di Jerman sambil PMI bekerja," kata Benny.
"Artinya, dengan modal A2 dia (PMI) bisa ke Jerman kemudian dia (PMI) bisa bekerja mengisi kekosongan jabatan dan sektor yang dibutuhkan oleh Jerman dan itu sedang dinegosiasikan," papar Benny.
Sekedar diketahui pada tahun 2023 BP2MI menempatkan sebanyak 84 PMI ke Jerman dalam skema penempatan G to G sektor perawat. ** (Anton)


.jpg)













