- Bank Jakarta dan None Jakarta 2026 Soroti Pentingnya Kesehatan Finansial dan Fisik
- OJK Apresiasi Bank Jakarta dalam Mendorong Inklusi Keuangan Lewat FinFest 2026
- Rp 1,27 Miliar Revitalisasi SDN Cikaracak III, Siswa Harap Lebih Nyaman
- Penguatan Moderasi Beragama dan Ekoteologi, Kakanwil Kemenag Banten Tekankan Konsep 4K.
- Hari Santri, Kakanwil Kamenag Banten Silaturhami Ke Abuya Muhtadi.
- Hadiri Sosialisasi pembangunan Jembatan Lemo, Ketua DPRD Harapakan Dukungan Semua Pihak
- Polda Metro Ungkap Lima Perkara SDA dan Barang Bersubsidi, 12 Tersangka Diproses
- Moderasi Beragama Dan Ekoteologi Jadi Bekal PPPK, Kamenag Layani Masyarakat.
- Kepala BNPB Letjen Kristomei Tinjau Karhutla Jawa Timur dan Imbau Masyarakat Hentikan Pembakaran
- Siskamling Malam Sabtu, Babinsa Dan Komduk Jaga Kamtibmas.
Karhutla Barito Utara Meningkat, 182 Kejadian dan 405 Hotspot Tercatat hingga Agustus

MEGAPOLITANPOS.COM - Palangka Raya - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang Agustus 2026. Pemerintah Kabupaten Barito Utara mencatat 182 kejadian Karhutla dengan total luasan lahan terbakar mencapai 124,19 hektare hingga 31 Agustus 2026.
Selain kejadian kebakaran, pemantauan titik panas atau hotspot juga menunjukkan angka cukup tinggi, yakni mencapai 405 titik di wilayah Barito Utara.
Baca Lainnya :
- Bank Jakarta dan None Jakarta 2026 Soroti Pentingnya Kesehatan Finansial dan Fisik
- OJK Apresiasi Bank Jakarta dalam Mendorong Inklusi Keuangan Lewat FinFest 2026
- Rp 1,27 Miliar Revitalisasi SDN Cikaracak III, Siswa Harap Lebih Nyaman
- Penguatan Moderasi Beragama dan Ekoteologi, Kakanwil Kemenag Banten Tekankan Konsep 4K.
- Hari Santri, Kakanwil Kamenag Banten Silaturhami Ke Abuya Muhtadi.
Kondisi tersebut dipaparkan Bupati Barito Utara H. Shalahuddin dalam Rapat Evaluasi Pencegahan dan Penanganan Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah di Aula Jayang Tingang, Palangka Raya, Kamis (03/09/2026).
“Barito Utara saat ini berada dalam status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan,” tegas Shalahuddin.
Status Siaga Darurat Karhutla telah ditetapkan selama 60 hari, mulai 1 Agustus hingga 29 September 2026. Pemkab Barito Utara juga telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 100.3.4/1144/BPBD/VIII/2026 yang berisi instruksi larangan pembakaran hutan dan lahan di seluruh wilayah kabupaten.
Menurut Shalahuddin, Agustus menjadi bulan dengan intensitas Karhutla tertinggi sepanjang 2026. Dalam satu bulan tersebut tercatat 192 hotspot, 102 kejadian Karhutla, dengan luasan lahan terbakar mencapai 50,16 hektare.
Pemkab kemudian memfokuskan operasi penanganan di wilayah yang dinilai berisiko tinggi, yakni Kecamatan Teweh Selatan, Teweh Baru dan Teweh Tengah. Sementara Kecamatan Montallat menjadi prioritas pencegahan dan deteksi dini karena mencatat jumlah hotspot tertinggi.
“Kita terus memperbarui penentuan wilayah prioritas berdasarkan perkembangan kejadian Karhutla, hotspot, luasan terbakar, kondisi cuaca, dan kondisi riil di lapangan,” ujarnya.
Menghadapi ancaman tersebut, BPBD Barito Utara mengerahkan 150 personel yang terdiri dari 80 personel Pusdalops dan TRC serta 70 personel cadangan. Kekuatan tersebut diperkuat 45 regu Masyarakat Peduli Api (MPA), tiga unit Desa Tangguh Bencana (Destana), serta dukungan TNI/Polri, Manggala Agni, pemadam kebakaran, KPHP dan dunia usaha.
Dari sisi peralatan, tersedia 23 unit mobil tangki air, tujuh mobil rescue double cabin, satu mobil pick-up, kendaraan roda dua jenis trail dan berbagai peralatan pemadaman lainnya.
Upaya penanganan dilakukan melalui sosialisasi, imbauan, patroli, pemadaman dini, operasi TRC, serta kesiapsiagaan Pusdalops selama 24 jam.
Shalahuddin menegaskan, penguatan pos lapangan dan sarana prasarana di wilayah prioritas menjadi kebutuhan penting untuk mempercepat respons terhadap kebakaran.
“Daerah pada prinsipnya siap melakukan penanganan Karhutla. Namun, penguatan pos lapangan dan koordinasi lintas sektor sangat diperlukan untuk meningkatkan kecepatan, jangkauan, serta efektivitas respons di lapangan,” pungkasnya.
(Dd)
















