- Barito Utara Perkuat Pertanian Jagung, Harapan Baru bagi Petani Lokal
- Dorong Kemandirian Pangan, Barito Utara Fokus Pengembangan Komoditas Jagung
- Korban Kedua Tenggelam di Sungai Barito Ditemukan, Operasi Pencarian Berakhir
- Dua Hari Pencarian, Polisi Tenggelam di Sungai Barito Akhirnya Ditemukan
- Rakit Drum Terbalik di Sungai Barito, Dua Korban Masih Dalam Pencarian
- Haji 2026 Tetap Berangkat di Tengah Gejolak Timur Tengah, Disampaikan Usai Muscab PKB Majalengka
- Tinjau Korban Angin Puting Beliung Mas Ibbin Salurkan Sembako di Kelurahan Sukorejo dan Turi.
- Bukan Sekadar Silaturahmi : SMS Lahir, Konsolidasi Pemuda Majalengka Menuju 2029 Dimulai
- Semarak Muscab PKB di Berbagai Daerah, Maman Imanul Haq Ucapkan Selamat & Sukses
- Generasi Nias Melek Teknologi, PRSI Sumut dan BINUS Medan Gelar Workshop Robotika
RSUD Kota Tangerang Dikunjungi Joint HIV- STI Programme Review

Keterangan Gambar : Tim Joint Human Immunodeficiency Virus- Sexually Transmitted Infections (HIV-STI) Programme Review kunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang
MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang,- Aksi global terhadap epidemik yang cepat, luas dan terkoordinasi, tim Joint Human Immunodeficiency Virus- Sexually Transmitted Infections (HIV-STI) Programme Review kunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang, Rabu (25/01/2023).
Hal tersebut dilakukan guna penelitian STI atau infeksi menular seksual sebagai studi pendataan HIV/AIDS Test and Treat, yang bertujuan untuk meningkatkan akses penderita HIV/AIDS ke layanan diagnosis dan terapi.
Dirut RSUD Kota Tangerang, dr O.U Taty Damayanty mengungkapkan, infeksi menular seksual merupakan salahsatu indikator dari penelitian jaringan yang bekerjasama dengan WHO, Sub Direktorat HIV/AIDS Kementerian Kesehatan RI, Komisi Penanggulangan AIDS Nasional dan Daerah, United Nations Programme on HIV and AIDS (UNAIDS), Epic, IPD, IPPI, UNFPA, Dinkes Provinsi Banten dan Kota Tangerang.
Baca Lainnya :
- Bukan Sekadar Silaturahmi : SMS Lahir, Konsolidasi Pemuda Majalengka Menuju 2029 Dimulai
- Semarak Muscab PKB di Berbagai Daerah, Maman Imanul Haq Ucapkan Selamat & Sukses
- Ateng Sutisna Dorong Penguatan BIM demi Industri Bernilai Tinggi
- Halal bi Halal Disdik Majalengka Perkuat Silaturahmi, BAZNAS Sisipkan Gerakan Kepedulian Pelajar
- BBM RI Paling Murah di ASEAN! Fakta atau Ilusi, Perbandingan Harga RON 95 Picu Perdebatan Panas
"Ini adalah kunjungan dari WHO dan tim- tim peninjau lainnya terkait penanganan dan pelayanan HIV-AIDS di RSUD Kota Tangerang. Nah ini tren baru lagi, sekarang paling banyak dari lelaki-suka lelaki yang terjangkit," terangnya.
Penyuluhan terkait stigma penanganan HIV-AIDS pun terus dilakukan RSUD Kota Tangerang mulai dari pelayanan tenaga medis dan lainnya melalui kerjasama dengan berbagai partner yakni Jaringan Indonesia Positif (JIF) dan Ciyra Andaru Bersama Fondation untuk meningkatkan kemampuan peneli lokal dengan terus mengembangkan penelian dalam bidang epidemiologi, termasuk keterkaitan STI dan HIV/AIDS dengan faktor-faktor demografi dan sosial ekonomi.
"Dalam penyuluhan pun sering kita sosialisasikan stigma dari masyarakat terutama dari petugas kesehatan apakah stigma petugas kesehatan seolah diskriminasi antara pasien yang HIV seperti takut-takut yang menyebabkan dia tidak nyaman. Tapi kita sudah ada sosialisasinya khusus tenaga kesehatan jangan sampai misalnya dia seperti takut menangani pasien HIV dan kita menjelaskan bahwa HIV itu aman jadi tidak tidak ada lagi petugas kesehatan yang merasa takut tertular HIV sehingga dalam menangani jangan sampai kelihatan seolah kita takut," jelas dr O.U Taty Damayanty.
Dirinya pun menerangkan, sejak Januari hingga Desember 2022 tercatat sebanyak 931 pasien, dengan data positif HIV-AIDS 87 pasien, 182 pasien dalam penanganan Terapi Antiretroviral (ART) berarti mengobati infeksi HIV dengan beberapa obat dan selebihnya masih diagnosa untuk mendeteksi terinfeksi HIV dengan pemeriksaan laboratorium.
Menurut dr O.U Taty Damayanty, bahwa khusus untuk pasien indikasi diagnosa HIV/AIDS, RSUD Kota Tangerang menyiapkan Poliklinik Cemara untuk penanganan pasien HIV/AIDS yang dibuka Hari Rabu dan Kamis.
"Bagi masyarakat khususnya warga Kota Tangerang jangan pernah bosan untuk menjaga kesehatan dan selalu memeriksakan kesehatannya, karena sekarang jangan khawatir untuk pasien HIV/AIDS selalu kita jaga privasinya," ungkapnya.
Edukasi HIV yang benar mengenai cara penularan, pencegahan, dan pengobatannya, dapat membantu mencegah penularan HIV di masyarakat. " Penularan HIV dapat dicegah melalui saling setia terhadap pasangan atau hindari berganti-ganti pasangan, Hubungan seksual yang menyimpang dan Hindari penggunaan narkoba terutama melalui jarum suntik," tandas dr O.U Taty Damayanty. ** (Jhn)

















