- Universitas Bandar Lampung Perkuat Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Coding dan Robotik
- Semarak Ramadan, PWI Jaya Salurkan Ratusan Bingkisan untuk Yatim dan Dhuafa
- Anggota DPRD Barito Utara Hadiri Safari Ramadhan dan Peresmian Masjid Nurul Iman di Desa Lemo I
- Menkop Teken MoU dengan AL Jamiyatul Washliyah untuk Mengembangkan Usaha Melalui Koperasi
- Nurhadi Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Dengan Rutin Skrining Kesehatan
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Bicarakan Digitalisasi Layanan Pertanahan di Universitas Udayana, Wamen Ossy: Bukan Sekadar Ganti Dokumen Kertas ke Digital
- Kementerian ATR/BPN Tegaskan Tidak Ada Program Pemutihan Sertipikat Tanah
- Pemerintah Umumkan Kebijakan WFA, Menteri Nusron Pastikan Kantah Tetap Buka Layani Masyarakat
Rekan Indonesia Jaktim Minta Walikota Jaktim Fokus Soal DBD.

Keterangan Gambar : Chamdi (kanan) Ketua Divisi Kesehatan Dan Organisasi Rekan Indonesia Jaktim
MEGAPOLITANPOS.COM. JAKARTA. Memasuki musim penghujan, Jakarta selalu dihantui dengan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Hal ini terkait dengan kesadaran warga yang masih rendah dalam melonjaknya angka DJAKARTA
Padahal dinas kesehatan (dinkes) DKI Jakarta dan suku dinas kesehatan (sudinkes) kotamadya se Jakarta sudah sering melakukan sosialisasi dan penanggulangan DBD.
Namun sayangnya hal itu tidak dibarengi dengan keseriusan pemerintah Kota Jaktim, dimana Walikota Jaktim kurang fokus dalam menanggulangi melonjaknya kasus DBD di Jaktim.
Baca Lainnya :
- PLN UID Jakarta Raya Gelar Bazar Sembako Murah Ramadan, 1.200 Paket Disediakan untuk Warga
- PLN UID Jakarta Raya Perkuat Ketahanan Air Tanah Lewat Bantuan 12 Mesin Bor
- Puncak HUT Kota Dirayakan dengan Kebersamaan dan Berbagi, Sachrudin: 33 Tahun Buah Kolaborasi!
- Pemkot Depok dan Bogor Bersinergi, Underpass Citayam Ditargetkan Tuntas 2027
- Kumuh Wajah Bumi Putra Sang Fajar Sampah Berserakan Pasca Pemecatan Ratusan THL
Pada saat ini, Jakarta Timur (Jaktim) masuk dalam kategori tinggi, dimana kasus demam berdarah dengue (DBD) di Jakarta Timur per 29 Mei 2024 adalah 2.229 kasus. Kecamatan Pasar Rebo merupakan wilayah dengan kasus DBD tertinggi di Jaktim yaitu 336 kasus.
Hal ini disampaikan oleh Chamdi, ketua divisi kesehatan dan organisasi Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia Jaktim melalui siaran persnya hari ini (10/10).
“Pemkot Jaktim kurang serius dalam penanganan DBD di wilayah. Walikota sebagai pemimpin tertinggi di Jaktim kurang fokus dalam penanganan kasus DBD” ujar Chamdi.
Chamdi menambahkan, masih banyak jentik nyamuk yang ditemukan di rumah-rumah warga. Jumlah rumah yang positif terdapat jentik-jentik nyamuk aedes aegypti yang menyebabkan penyakit demam berdarah dengue (DBD) ada 2.667.
“Ini membuktikan Walikota Jaktim kurang mendorong partisipasi warga Jaktim untuk bersama-sama memberantas jentik nyamuk aedes aegypti” jelas Chamdi.
Chamdi menambahkan, untuk menekan angka DBD di Jaktim, walikota tidak bisa hanya bertumpu pada kader jumantik tapi juga bagaimana walikota bisa mengajak warga Jaktim untuk bisa menjadi jumantik mandiri di rumahnya masing-masing.
"Perlu kolaborasi untuk mengatasi angka DBD di Jaktim. Walikota jangan pasif, harus aktif mengajak warga Jaktim untuk bisa bersama-sama berperang melawan DBD." tegas Chamdi.















