- Hadiri Sinode Umum ke 25 GKE, Wabup Felix Tegaskan Komitmen Barito Utara Perkuat Kerukunan dan Pembinaan Generasi Muda
- Puspa Nuswantara 2026 Resmi Dibuka, Ajang Perkuat Ekosistem Batik Asli Indonesia
- Polres Metro Jakarta Pusat Musnahkan Barang Bukti Hasil Ungkap 12 Kasus Narkoba Juni 2026
- Polres Majalengka Amankan Aksi Damai, Pemda Terima Aspirasi
- Promo Bumbu Masak di Jakarta Fair 2026 Jadi Buruan Pengunjung, Cek Daftar Booth Favoritnya
- Sekretariat DPRD Barito Utara Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun kepada H. Nurul Anwar
- Gun Sriwitanto Hadiri Penutupan Batara Expo 2026, Dukung Penguatan UMKM dan Ekonomi Kreatif
- BRI Life Perkuat UMKM Sleman, Olahan Singkong Naik Kelas Lewat Program CSR Berkelanjutan
- Ribuan Massa Kepung DPRD Majalengka, Desak Program MBG Jalan
- Si Luna Inovasi Program Digital Mudahkan Layanan Publik di Kelurahan Kamulan
Raker DPR,Menteri Maman Paparkan Kinerja Semester I 2026, Penyaluran KUR Tembus Rp105,8 Triliun

Keterangan Gambar : Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman bersama Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza menghadiri rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman bersama Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza menghadiri rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5), guna memaparkan evaluasi kinerja dan anggaran Kementerian UMKM semester I tahun 2026.
Dalam pemaparannya, Menteri Maman menjelaskan bahwa realisasi penyerapan anggaran Kementerian UMKM telah mencapai Rp168,6 miliar atau 42,46 persen dari total pagu Rp397,1 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung berbagai program strategis pengembangan UMKM nasional.
“Realisasi anggaran sampai hari ini sudah 42,46 persen yaitu sebesar Rp168 miliar. Kalau dilihat dari konteks monitoring dan evaluasi, Kementerian UMKM melakukan pengawasan alokasi anggaran untuk UMKM,” ujar Maman.
Baca Lainnya :
Kementerian UMKM juga mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp105,8 triliun kepada 1,69 juta pelaku UMKM. Dari jumlah tersebut, sebanyak 511.208 pelaku usaha berhasil naik kelas atau graduasi, sementara 1,15 juta lainnya merupakan debitur baru.
Selain pembiayaan, pemerintah terus memperkuat legalitas usaha melalui penerbitan 15,65 juta Nomor Induk Berusaha (NIB), 3,73 juta sertifikasi halal, serta dukungan SNI Bina UMK bagi ribuan pelaku usaha dan produk UMKM.
Di sektor kewirausahaan, Kementerian UMKM telah membina 1,081 juta wirausaha dan mengawasi 753 inkubator bisnis yang membawahi 8.661 usaha rintisan. Kemitraan terhadap 804 UMKM juga berhasil dibangun dengan potensi transaksi mencapai Rp2,21 triliun.
Pemerintah turut melibatkan 57.600 UMKM sebagai pemasok program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan memperluas akses pasar internasional melalui program Holding UMKM.
Menteri Maman juga menyampaikan bahwa pada 2025 Kementerian UMKM berhasil menyerap anggaran sebesar Rp425,8 miliar atau 97,39 persen dari pagu akhir Rp437,2 miliar. Capaian tersebut menempatkan Kementerian UMKM di peringkat ke-16 dari 45 kementerian dengan penyerapan anggaran terbesar.
Pada kesempatan itu, Maman mengungkapkan rencana soft launching SAPA UMKM sebagai platform integrasi data dan layanan UMKM berbasis digital untuk mendukung program kesejahteraan rakyat (PRO-KESRA).
“Kami sudah uji coba di Bandung, Makassar, dan Bali. Hasilnya positif walau masih ada evaluasi untuk penyempurnaan pelayanan,” katanya.(AS/MP).



.jpg)













