Breaking News
- Amankan Pengesahan Warga Baru PSHT Sebanyak 480 Personil Disiagakan
- Warisan Leluhur yang Tetap Hidup, Hajat Laut Pangandaran Dorong Pariwisata Daerah
- Disambut Meriah di Istana Merdeka, Presiden Steinmeier Bahas Kerja Sama Strategis dengan Prabowo
- 585 Personel Gabungan Jajaran Polda Metro Disiagakan pada Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman
- Pesan Megawati Kepada Generasi Muda Dalam Bulan Bung Karno
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Semakin Semarak dengan Pertunjukan Barongsai Berkelas Dunia
- BNI Apresiasi Prestasi Alwi Farhan di Australia Open 2026, Pembinaan PBSI Dinilai Berhasil
- Jaga Stabilitas Keamanan Koramil 06/ Cbd dan Koramil 09/Setu Patroli Malam
- Berikan Pengarahan di Kantah Kota Samarinda, Wamen Ossy: ATR/BPN Harus Jadi Solusi Atas Pembangunan di Kalimantan Timur
- Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN: Pertanahan Berperan Strategis dalam Mendukung Asta Cita Presiden
Rahmat Santoso: Tetap Konsisten Siapapun Pelaku Pembalakan Harus Ditindak Tegas

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Terhadap para pelaku yang disinyalir adalah oknum orang dalam Perhutani ada dugaan terlibat aksi pembalakan harus ditindak tegas, ini dilakukan untuk menimbulkan efek jera terhadap orang orang yang dengan sengaja melakukan menebang pohon di kawasan tegakan Perhutani. Hal ini disampaikan oleh Rahmat Santoso Wakil Bupati Blitar ketika menerima para pengunjuk rasa dari Yayasan Karya Cipta Abiyasa (YKCA) yang diterima secara perwakilan pada Kamis (07/07/22) di kantor KPH Blitar jalan Sdc. Supriadi. "Saya, bersama Kapolres, Kajari sudah melangkah membuat komitmen sesuai permintaan YKCA.Saya mohon pengertiannya semua itu perlu berproses dan itu tidak bisa langsung jadi baik. Semua harus bertahap. Bahkan di DPRD juga sudah pernah hearing to,"ungkap Rahmat Santoso. Selanjutnya Rahmat Santoso yang juga sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI) pihaknya juga menyampaikan, info ada pembalakan liar. Bahkan dari Bareskrim sendiri juga sudah turun ke lapangan melakukan pengecekan.Ternyata pembalakan liar itu gak ada seperti dalam laporan. " Ya mungkin ada satu dua pohon yang hilang. Tapi hasil dari Bareskrim ternyata gak seperti yang dilaporkan," jlentrehnya Sementara itu Agus Budi Sulistio Ketua Umum YKCA minta agar penegakan hukum harus berjalan baik, karena aksi kejahatan lingkungan atau hutan semakin hari semakin meningkat. Ini terbukti dengan banyaknya kerusakan. Bahkan di hari terahir YKCA mendapati adanya bekas tonggak potongan kayu hasil ilegal loging yang diduga kuat melibatkan oknum perusahaan Perum Perhutani berada di KPH Sumberpucung, dan KPH Blitar. Pihak YKCA berharap kepada Kapolri untuk diberikan tindakan hukum yang sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku. "Kami berharap, para pelaku kejahatan lingkungan harus ditindak tegas sesuai undang undang yang berlaku. Silahkan masyarakat menanam dibawah tegakan dengan baik, tanpa merusak hutan," pungkasnya.(za/mp)


.jpg)














