- Pempek King Al-Bar99 Sensasi Khas Palembang Hadir di Pasar Kemis.
- Yonif TP 338 Majalengka Bergerak, dari Pangan hingga Kesehatan
- Bupati Eman Hadir, Makom Albab Majalengka Siap Tancap Gas 2026-2031
- Anggaran Kementerian dan Lembaga Dipotong 30 Persen per 8 Oktober, Begini Instruksi Menkeu!
- Koramil 09/Mauk Gelar Patroli Malam, Antisipasi Daerah Rawan Begal.
- Wujud Sinergi TNI dan Komduk, Dibangun Dengan Jaga Keamanan .
- Transformasi Bank DKI Jadi Bank Jakarta, Pemprov DKI Dorong Ekspansi Bisnis
- Kisah Inspiratif Dwi Suswanti Raih Gelar Doktor, Meski Sang Ibu Tak Lulus SD
- 174 Pelajar Ikuti Persami KKRI 2026 di Menarhanud 10/ABC.
- Rampas Mobil Taksi Online, Pelaku Berhasil Dibekuk Jatanras PMJ di Rangkasbitung
Produk Kerajinan Tangan HABE Sukses Tembus Pasar Global

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- PT HABE menjadi pelaku UMKM ekspor yang berhasil menembus pasar global. Salah satu bukti nyatanya adalah menjadi peserta pameran prestisius bertaraf global oleh The Korean Importer Association (KOIMA).
HABE didirikan pada November 2013. Awalnya mereka merupakan Perusahaan Modal Asing (PMA) yang dirintis Hendra Budiman bersama dua orang rekannya Warga Negara Belanda yang berdomisili di Kota Klaten. Perusahaan ini bergerak di bidang kerajinan tangan yang memiliki berbagai produk.
Hendra menyampaikan, perseroan memiliki beberapa klaster produk, di antaranya kerajinan dari kayu jati, produk kerajinan dengan bahan dasar daun-daunan dan bunga, bambu, kayu albasia, batu alam, hingga koleksi dream catcher.
Baca Lainnya :
- BNI Hadirkan Promo dan Kemudahan Transaksi di MotoGP Mandalika 2026
- Kementerian UMKM Optimalkan Klinik UMKM Bangkit Percepat Pemulihan Pascabencana di Tapanuli Tengah
- BNI Perkuat Layanan Digital Emerald dan Private lewat wondr by BNI
- Kementerian UMKM Kembangkan Ekosistem Digital bagi UMKM Pascabencana
- Menkop Dorong UNITA Jadi Pusat Pengembangan SDM dan Ekonomi Berbasis Koperasi
Seluruh produk yang diproduksi HABE diekspor ke luar negeri dan omzetnya pada tahun lalu mencapai USD 2,1 juta atau setara Rp32,77 miliar, dan telah banyak menyerap tenaga kerja.
"Kalau omzet setahun terakhir sekitar USD 2,1 juta untuk tahun 2023, tentu kami berharap ini dapat terus tumbuh untuk mendorong penguatan kinerja UMKM Indonesia," sebutnya.
HABE melakukan kerja sama dengan berbagai vendor untuk mendapatkan bahan yang akan diolah menjadi berbagai produk kerajinan tangan.
Untuk kayu jati, pihaknya bekerja sama dengan beberapa vendor dari wilayah Jawa Timur, seperti Ngawi dan Bojonegoro. Untuk bahan daun-daunan seperti pelepah pisang dan eceng gondok didapatkan dari vendor di Bantul.
Kemudian, untuk kayu albasia yang akan diolah menjadi bentuk ikan dan kuda laut bahannya berasal dari Bali. Lalu, bahan baku pembuatan dream catcher berasal dari Madura, dan bambu serta rotan berasal dari Magelang dan Klaten.
"Vendor kita lebih dari 50. Kemudian, produk-produk itu setengah jadi, kemudian dikirim ke HABE kita perbaiki kualitasnya, kemudian dipacking," ujar Hendra.
Hendra menambahkan bahwa PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI juga memiliki kontribusi yang besar dalam kesuksesan mereka, khususnya lewat program BNI Xpora.
Hendra menuturkan, sejak awal berdiri pada 2013, pihaknya telah bekerja sama dengan BNI, mulai dari pengelolaan keuangan perusahaan hingga mendapat dukungan pada business matching dan pelatihan.
"Kita menggunakan baik itu payroll sampai jual beli valas di BNI. Untuk transaksi keuangan lainnya ke customer kita menggunakan BNIDirect. BNI juga support business matching, acara-acara pelatihan tertentu itu kita juga disupport oleh BNI," pungkasnya. (Reporter: Achmad Sholeh)

.jpg)
.jpg)
.jpg)



.jpg)


.jpg)




