Breaking News
- Sosok Mohammad Novianto, Pebisnis Landscape Muda yang Digadang Jadi Pemimpin Masa Depan Lamongan
- Fauzi Arfan Resmi Jadi Ketum AASI Periode 2026 - 2029
- Polisi Pastikan Tak Ada Korban Tewas Akibat Senpi, Tragedi Berdarah Di Teweh Timur
- Bupati Majalengka Bongkar Dugaan Konstruksi Bermasalah di Balik Ambruknya Atap SD
- Edy Kusnadi Resmi Jadi Calon Dirut Bank Kalbar, Ini Strateginya Perkuat Ekonomi di Kalbar
- KDMP Desa Tegalrejo Selopuro Didukung Msyarakat Perkuat Ekonomi Desa
- Bentengi Barito Utara Dari Konflik Sosial, Kesbangpol Perkuat Deteksi Dini Dan Kolaborasi Lintas Sektor
- Jeritan dari Daerah! H. Iing Misbahuddin, SM, SH Soroti Ketimpangan Nasib Buruh
- Listrik Padam di Tengah Paripurna, DPRD Tetap Gas Kritik Keras Kinerja Pemda 2025
- Ketua Dprd Barito Utara Berikan Apresiasi Dan Tekankan Fungsi Pengawasan Dalam Paparan Skema Pembangunan Multiyears
Polisi Masih Dalami Motif Pelaku Pengeroyokan Ade Armando

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menyatakan, pihaknya belum dapat menyampaikan motif pelaku pengeroyokan Ade Armando. "Sementara motif pelaku pengeroyokan Ade Armando belum bisa saya jawab sekarang," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (12/04/2022). Menurut Tubagus, motif pelaku pengeroyokan belum dapat disampaikan lantaran tim penyidik masih memeriksa pelaku dan mendalami kasus tindak pidana tersebut. "Karena masih dalam proses pendalaman, motivasinya apa?," ujarnya. Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, polisi berhasil mengamankan 2 dari 6 tersangka pelaku pengeroyokan terhadap pegiat media sosial tersebut. "Tersangka berinisial MB diamankan di daerah Jakarta Selatan, sedangkan tersangka berinisial K diamankan di daerah Jonggol Bogor Jawa Barat," terang Zulpan. Sementara 4 pelaku lainnya masih dalam pengejaran polisi. Kepada 4 pelaku yang belum ditangkap, lanjut Zulpan, agar segera menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya. "Mereka diantaranya, berinisial, QU, AM, AL, dan AP," sebut Zulpan. Zulpan juga mengungkapkan, bahwa para pelaku bukan dari peserta aksi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Sebab, dari data yang diperoleh, status para pelaku adalah wiraswasta. "Semua itu pedagang, ada pedagang sate, pedagang kaki lima dan lain sebagainya," bebernya. Diberitakan, Ade Armando dikeroyok, dipukuli dan ditelanjangi oleh sejumlah peserta aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI, Senin (11/4). Peristiwa tergolong keji itu terjadi saat aksi demonstrasi dari kalangan Mahasiswa (BEM-SI) sedang berlangsung. Aksi pemukulan bertubi-tubi yang dilakukan oleh pelaku mengakibatkan korban Ade Armando babak belur dan ia pun kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.



.jpg)













