Polda Metro Rilis Pengungkapan 2 Pabrik Obat Keras Ilegal, 7 Juta Butir Disita
Obat Keras Ilegal

By Anton 21 Okt 2026, 13:24:59 WIB DKI Jakarta
Polda Metro Rilis Pengungkapan 2 Pabrik Obat Keras Ilegal, 7 Juta Butir Disita

Keterangan Gambar : Polda Metro Jaya Merilis Pengungkapan 2 Pabrik Obat Keras Ilegal, 7 Juta Butir Disita.(Ist)


MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Ditresnarkoba Polda Metro Jaya merilis pengungkapan dua pabrik yang diduga memproduksi obat keras ilegal jenis Tramadol dan Triheksifenidil di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Sebanyak 7 juta butir obat keras, bahan baku, sejumlah mesin produksi dan enam belas orang berhasil diamankan.

Pengungkapan bermula dari informasi Bea dan Cukai mengenai temuan 20 koli berisi 650 ribu butir Tramadol di Kompleks Pergudangan Kereta Api Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara, pada 7 Oktober 2026. Penyelidikan kemudian mengarah ke dua lokasi di Kecamatan Kartasura dan Gatak yang ditindak pada 15 Oktober 2026. Dari rangkaian pengungkapan tersebut, petugas mengamankan 11 orang di Kartasura dan lima orang di Gatak serta menemukan lebih dari 7 juta butir obat keras, bahan baku, dan sejumlah mesin produksi.


Baca Lainnya :

Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto mengatakan, penyidik masih mendalami peran masing-masing pihak serta mencari dua orang yang diduga berperan sebagai pemilik dan pihak yang membantu mengendalikan kegiatan produksi. Penelusuran juga dilakukan terhadap asal bahan baku, jaringan distribusi, dan aliran dana terkait perkara. 

"Penindakan ini merupakan bagian dari upaya melindungi masyarakat agar tidak terpapar bahaya penyalahgunaan obat keras yang dapat mengancam kesehatan dan keselamatan," ujar Komjen Dadang saat memimpin konferensi pers di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Rabu (21/10/2026).

Selanjutnya, Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Metro Jaya Kombes Pol. Dr. Bismo Teguh Prakoso menjelaskan, penyelidikan dilakukan dengan menelusuri dokumen pengiriman dan rekaman CCTV hingga petugas menemukan lokasi produksi di Sukoharjo. Hasil penyelidikan awal menunjukkan obat tersebut diduga diedarkan melalui jasa ekspedisi, sementara pihak penerima dan jaringan distribusinya masih didalami. 

Sementara itu, Kepala Balai Besar POM di Jakarta Jeffeta Pradeko Putra mengingatkan bahwa obat keras memiliki kegunaan medis apabila digunakan sesuai indikasi dan pengawasan tenaga kesehatan, namun penyalahgunaannya dapat membahayakan kesehatan. Masyarakat diimbau menerapkan prinsip Cek KLIK Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa serta memperoleh obat keras melalui sarana pelayanan kefarmasian resmi berdasarkan resep dokter.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menuturkan, penanganan peredaran obat keras ilegal membutuhkan sinergi lintas instansi dan partisipasi masyarakat.

"Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, kami mengajak seluruh elemen meningkatkan kepedulian dan bersama-sama menjaga lingkungan dari bahaya peredaran serta penyalahgunaan obat keras. Jika mengetahui adanya dugaan peredaran ilegal, segera sampaikan kepada kepolisian terdekat atau melalui layanan Polisi 110," tambahnya.(**)




  • Polda Metro Rilis Pengungkapan 2 Pabrik Obat Keras Ilegal, 7 Juta Butir Disita

    🕔13:24:59, 21 Okt 2026
  • Di Ujung Indonesia, Pulau Kecil Terluar Dijaga dengan Kepastian Hukum Hak atas Tanah.

    🕔19:28:12, 20 Okt 2026
  • Polisi Ungkap Peredaran 858 Kartrid Diduga Mengandung Etomidate

    🕔11:32:48, 20 Okt 2026
  • Estafet Kepemimpinan di Tubuh TNI Bergulir Pangkogabwilhan Il Hadiri Sertijab Wapang TNI Dan Kasad.

    🕔19:42:40, 18 Okt 2026
  • Mengenal Bhumi ATR/BPN, Cara Menelusuri Informasi Pertanahan Lewat Peta Digital.

    🕔23:02:38, 16 Okt 2026