- Menkop Kunjungi Kantor Agrinas, Bahas Perkembangan Rencana Operasional Kopdes Merah Putih
- Polres Blitar Kota Laksanakan Ramp Check dan Tes Urine Sopir serta Awak Bus di Terminal Patria
- Geger! Kasi Satpol PP Majalengka Ditemukan Tewas Mendadak di Kamar Kos Cigasong
- PRSI Dukung Robotic Competition 2026 di Kupang, Pemkot Beri Dukungan Penuh
- BRI Life Tebar Kebaikan Ramadan Lewat Program Takjil on The Road
- Mudik Lebih Nyaman, Bank Jakarta Siapkan Posko Istirahat hingga Program Mudik Gratis
- Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Ujung Tombak Keadilan Ekonomi dan Solusi Kesejahteraan Desa
- Lantik Pejabat Pengawas dan Fungsional, Wamen Ossy: Ujung Tombak dalam Pelayanan Pertanahan
- Kementerian ATR/BPN Dukung Program Ketahanan Energi Lewat Penyediaan Lahan dan Tata Ruang
- Gelar Rapim, Menteri ATR/Kepala BPN Minta Jajaran Matangkan Penyelarasan Data Jelang Penetapan LSD di 12 Provinsi
Perkuat SDM, KemenKopUKM Buka Program Magang Bagi Pengurus Koperasi
Saat ini masih sedikit kaum milenial menjadi pengurus koperasi.

Megapolitanpos.com, Cilacap - Untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) dan usaha koperasi nelayan, Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) membuka program magang bagi para pengurus koperasi nelayan dari beberapa daerah untuk magang di Koperasi Mino Saroyo di Cilacap, Jawa Tengah (Jateng).
Asisten Deputi Bidang Pengembangan SDM Perkoperasian dan Jabatan Fungsional Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) Nasrun Siagian pada acara penyerahan peserta magang dan studi banding pengurus dari 9 koperasi nelayan di Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (21/10), menyebutkan pengurus koperasi yang ikut magang di antaranya datang dari Aceh, Sumut, NTB, Jatim, dan Jateng.
"Pengurus koperasi nelayan yang ikut magang, selepas pemagangan diharapkan bisa membawa perubahan untuk tata kelola dan bisnis koperasinya menjadi lebih baik," ujar Nasrun.
Baca Lainnya :
- Proyek Geothermal Halmahera Barat Disorot, Komisi XII DPR RI Dorong Evaluasi
- Wamen ATR/Waka BPN Apresiasi Peran Strategis MAPPI dalam Sistem Penilaian Nasional
- HPN 2026 : Pers Nasional Didorong Sehat, Mandiri, dan Berdaulat di Era Digital
- Darurat Sampah Nasional : DPRD Minta Pemkot Kota Tangerang Mentransformasi Tata Kelola Sampah
- Percepatan Swasembada Gula Nasional, Majalengka Dukung Program Bongkar Ratoon Tebu
Alasan memilih Mino Saroyo sebagai tempat magang kata Nasrun, salah satunya karena sejarah dan pengalaman KUD Mino Saroyo yang panjang sehingga banyak hal bisa dipelajari. Koperasi ini berdiri sejak 1942 dengan nama Gyo-Gyo Kumiai (Bahasa Jepang) yang kemudian berganti nama menjadi KUD Mino Saroyo.
Selain itu, Koperasi Unit Desa Mino Saroyo juga telah menerapkan tata kelola koperasi yang baik (Good Cooperative Governance/GCG) dengan omzet dan aset yang besar.
KUD ini juga sudah memiliki kapal sendiri untuk mencari ikan, memiliki 6 unit SPBU Nelayan, 1 unit FBA, serta 8 unit Tempat Pelelangan Ikan.
Bagi Nasrun, keberhasilan Koperasi Mino Saroyo perlu disosialisasikan. Tujuannya, agar masyarakat dan kaum milenial tertarik masuk untuk mengurusi koperasi.
Saat ini, kata Nasrun, masih sedikit kaum milenial menjadi pengurus koperasi. Sebagian besar masih belum tertarik dan menganggap koperasi tidak menjanjikan.
"Memang, pengurus koperasi harus orang-orang yang benar-benar punya jiwa pejuang dan petarung dalam pengembangan lembaga bisnis yang berwatak sosial," kata Nasrun.
"KemenKopUKM sedang terus memodernisasi koperasi, terutama koperasi sektor rill dan difokuskan lagi di sektor pangan," kata Nasrun.
Nasrun menambahkan, tata kelola koperasi harus terus ditingkatkan sebagaimana tata kelola perusahaan modern (korporatisasi koperasi).
Sementara itu, Ketua KUD Mino Saroyo, Untung Jayanto mengatakan kunci kesuksesan koperasi yaitu pengurus harus fokus, amanah, dan istiqomah. “Karena, tidak mudah untuk mengembangkan koperasi,” katanya.
Untung menjelaskan, KUD Mino Saroyo juga sudah lama menjadi koperasi percontohan. "Kami berusaha sebaik mungkin untuk mengembangkan koperasi dan setiap ada masalah yang muncul segera diselesaikan dan dikomunikasikan agar penyelesaiannya cepat," kata Untung.
Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Cilacap Umar Said, menyambut baik KemenKopUKM yang mengadakan acara di Cilacap. Karena, hal itu akan memberikan dampak yang baik untuk koperasi di wilayah tersebut.
Menurut Umar, rata-rata kelemahan koperasi di wilayahnya adalah dalam hal pengelolaan dan managemen keuangannya yang masih tradisional.
“Mino Saroyo menjadi koperasi percontohan, karena kinerjanya memang sangat baik dan menjadi koperasi terbaik di Cilacap. Keberhasilan Mino Saroyo perlu dicontoh dan ditularkan ke koperasi yang lain," kata Umar. (ASl/Red/MP).

















