Breaking News
- KNPI Majalengka Buka 2.789 Lowongan, 2.500 Pencari Kerja Bergerak
- Ketua Komisi I Tekankan Kesiapan Program dalam KUA-PPAS APBD 2027
- Jaga Situasi Tetap Kondusif Babinsa Bersama Komduk Gelar Patroli Malam.
- PT Kedap Sayaaq Persoalkan Proses Kepailitan, Kuasa Hukum Soroti Penjualan Aset
- 14 Ribu Keluarga Penerima Manfaat Disiapkan Masuk Ekosistem Kewirausahaan Kementerian UMKM
- Pemkab Tangerang Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Jawa Bali .
- Dukungan Konvergensi Stunting, Desa Sodong Masuk 30 Besar Desa Berkinerja Terbaik Tingkat Nasional.
- Lapas Kelas IIA Cibinong Diduga Kelola Fasilitas Mewah Villa untuk Napi
- Wahana Edukasi Wisata Eco Park Joko Pangon 3,8 M Agkat Ekonomi Pelaku UMKM Kota Blitar.
- Kemenkop dan KSP Bahas Penguatan KDKMP Sebagai Simpul Distribusi Barang Bersubsidi
Pengendara Ranmor di Pagar Alam Waswas Jika Melalui Jalan ini

MEGAPOLITANPOS.COM, PAGAR ALAM - Para pengendara yang kerap melintasi ruas jalan Husly Marik atau yang lebih dikenal masyarakat Kota Pagar Alam dengan sebutan ' Jalan Asin' di Kelurahan Beringin Jaya, Kecamatan Pagar Alam Utara, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, kerap kali merasa waswas dan khawatir jika harus melalui jalan tersebut. Pasalnya dikiri-kanan jalan terdapat puluhan pohon tua yang sudah rapuh dibiarkan begitu saja. Pantauan Megapolitanpos.com, Sabtu (16/4/22) disalahsatu jalan akses menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Besemah dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pagar Alam tersebut cukup ramai dilewati pengendara ataupun anak-anak muda sekedar nongkrong di sekitar jalan yang terdapat puluhan pohon sebagian besarnya sengaja dimatikan dan telah mengering, terlihat dari bagian pohon yang sudah di kupas keliling kulitnya berdiri rapuh bahkan banyak sisa runtuhan ranting dan dahan setelah diterpa angin. Sutik (45) salah seorang pengendara yang sering melalui Jalan Asin mengungkapkan kekhawatirannya jika dirinya terpaksa lewat jalan tersebut, apalagi disaat angin kencang. "Ya waswaslah mas, apalagi kalau ada angin. Mestinya segera ditebang sebelum menelan korban kan sudah pada mati pohonnya," ujarnya. Sebagai catatan beberapa waktu lalu Rusli (60) warga Perumnas Nendagung Kecamatan Pagar Alam Selatan mengalami nasib naas saat dirinya berkendara melewati Jalan Air Perikan yang notabene juga banyak ditumbuhi pohon-pohon besar yang juga rapuh. Sepeda motor yang dikendarainya kalah cepat dengan dahan pohon yang tumbang dan langsung menimpanya. Beberapa bagian tubuhnya seperti muka, tangan dan kaki mengalami luka-luka, juga sepeda motornya mengalami kerusakkan. " Saat itu saya melewati Jalan Air Perikan, tanpa saya sadari saya sudah jatuh tertimpa dahan pohon yang cukup besar," cerita Rusli sambil menunjukkan sisa-sisa luka dibagian tubuhnya yang cukup parah. Menerima masukkan dari beberapa orang, Rusli mencoba meminta pertanggung jawaban pihak terkait, yakni Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam. Namun dirinya bingung kebagian mana, BPBD, PUPR atau Lingkungan hidup. "Akhirnya saya dibantu alakadarnya oleh Lurah Nendagung, pak Hery, " pungkasnya. (JF)



.jpg)




.jpg)







