Breaking News
- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
- Universitas Bandar Lampung Perkuat Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Coding dan Robotik
- Semarak Ramadan, PWI Jaya Salurkan Ratusan Bingkisan untuk Yatim dan Dhuafa
- Anggota DPRD Barito Utara Hadiri Safari Ramadhan dan Peresmian Masjid Nurul Iman di Desa Lemo I
- Menkop Teken MoU dengan AL Jamiyatul Washliyah untuk Mengembangkan Usaha Melalui Koperasi
- Nurhadi Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Dengan Rutin Skrining Kesehatan
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Bicarakan Digitalisasi Layanan Pertanahan di Universitas Udayana, Wamen Ossy: Bukan Sekadar Ganti Dokumen Kertas ke Digital
- Kementerian ATR/BPN Tegaskan Tidak Ada Program Pemutihan Sertipikat Tanah
Pengendara Ranmor di Pagar Alam Waswas Jika Melalui Jalan ini

MEGAPOLITANPOS.COM, PAGAR ALAM - Para pengendara yang kerap melintasi ruas jalan Husly Marik atau yang lebih dikenal masyarakat Kota Pagar Alam dengan sebutan ' Jalan Asin' di Kelurahan Beringin Jaya, Kecamatan Pagar Alam Utara, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, kerap kali merasa waswas dan khawatir jika harus melalui jalan tersebut. Pasalnya dikiri-kanan jalan terdapat puluhan pohon tua yang sudah rapuh dibiarkan begitu saja. Pantauan Megapolitanpos.com, Sabtu (16/4/22) disalahsatu jalan akses menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Besemah dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pagar Alam tersebut cukup ramai dilewati pengendara ataupun anak-anak muda sekedar nongkrong di sekitar jalan yang terdapat puluhan pohon sebagian besarnya sengaja dimatikan dan telah mengering, terlihat dari bagian pohon yang sudah di kupas keliling kulitnya berdiri rapuh bahkan banyak sisa runtuhan ranting dan dahan setelah diterpa angin. Sutik (45) salah seorang pengendara yang sering melalui Jalan Asin mengungkapkan kekhawatirannya jika dirinya terpaksa lewat jalan tersebut, apalagi disaat angin kencang. "Ya waswaslah mas, apalagi kalau ada angin. Mestinya segera ditebang sebelum menelan korban kan sudah pada mati pohonnya," ujarnya. Sebagai catatan beberapa waktu lalu Rusli (60) warga Perumnas Nendagung Kecamatan Pagar Alam Selatan mengalami nasib naas saat dirinya berkendara melewati Jalan Air Perikan yang notabene juga banyak ditumbuhi pohon-pohon besar yang juga rapuh. Sepeda motor yang dikendarainya kalah cepat dengan dahan pohon yang tumbang dan langsung menimpanya. Beberapa bagian tubuhnya seperti muka, tangan dan kaki mengalami luka-luka, juga sepeda motornya mengalami kerusakkan. " Saat itu saya melewati Jalan Air Perikan, tanpa saya sadari saya sudah jatuh tertimpa dahan pohon yang cukup besar," cerita Rusli sambil menunjukkan sisa-sisa luka dibagian tubuhnya yang cukup parah. Menerima masukkan dari beberapa orang, Rusli mencoba meminta pertanggung jawaban pihak terkait, yakni Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam. Namun dirinya bingung kebagian mana, BPBD, PUPR atau Lingkungan hidup. "Akhirnya saya dibantu alakadarnya oleh Lurah Nendagung, pak Hery, " pungkasnya. (JF)

















