Breaking News
- DPRD Minta Perusahaan Tambang Beralih ke Jalan Khusus, Hentikan Hauling di KM 30
- Hauling Batu Bara Dinilai Rusak Jalan, DPRD Barito Utara Panggil Tiga Perusahaan Tambang
- Konfercab GP Ansor Barito Utara, Pemuda Didorong Jadi Motor Pembangunan Daerah
- Bupati Barito Utara Buka Konfercab GP Ansor, Tekankan Penguatan Nilai Kemanusiaan
- Menkop Ferry Optimis Satu Data Indonesia Bakal Percepat Proses Pembangunan Gerai Kopdes Merah Putih
- Pemkab Majalengka dan OJK Dorong Relaksasi KUR, Perbankan Diharap Turut Berkontribusi
- Pemkab Barito Utara Dorong Konsolidasi Ormas TBBR Lewat Rapimda I
- Fuomo Dorong Kreator Indonesia Jadi Pelaku Bisnis, Siapkan Fitur AI Analytics Engine
- DPRD Sambut Positif Langkah Pemkot Tangerang Akhiri Kerja Sama PSEL Dengan PT Oligo
- Darurat Sampah Nasional : DPRD Minta Pemkot Kota Tangerang Mentransformasi Tata Kelola Sampah
Pengendara Ranmor di Pagar Alam Waswas Jika Melalui Jalan ini

MEGAPOLITANPOS.COM, PAGAR ALAM - Para pengendara yang kerap melintasi ruas jalan Husly Marik atau yang lebih dikenal masyarakat Kota Pagar Alam dengan sebutan ' Jalan Asin' di Kelurahan Beringin Jaya, Kecamatan Pagar Alam Utara, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, kerap kali merasa waswas dan khawatir jika harus melalui jalan tersebut. Pasalnya dikiri-kanan jalan terdapat puluhan pohon tua yang sudah rapuh dibiarkan begitu saja. Pantauan Megapolitanpos.com, Sabtu (16/4/22) disalahsatu jalan akses menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Besemah dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pagar Alam tersebut cukup ramai dilewati pengendara ataupun anak-anak muda sekedar nongkrong di sekitar jalan yang terdapat puluhan pohon sebagian besarnya sengaja dimatikan dan telah mengering, terlihat dari bagian pohon yang sudah di kupas keliling kulitnya berdiri rapuh bahkan banyak sisa runtuhan ranting dan dahan setelah diterpa angin. Sutik (45) salah seorang pengendara yang sering melalui Jalan Asin mengungkapkan kekhawatirannya jika dirinya terpaksa lewat jalan tersebut, apalagi disaat angin kencang. "Ya waswaslah mas, apalagi kalau ada angin. Mestinya segera ditebang sebelum menelan korban kan sudah pada mati pohonnya," ujarnya. Sebagai catatan beberapa waktu lalu Rusli (60) warga Perumnas Nendagung Kecamatan Pagar Alam Selatan mengalami nasib naas saat dirinya berkendara melewati Jalan Air Perikan yang notabene juga banyak ditumbuhi pohon-pohon besar yang juga rapuh. Sepeda motor yang dikendarainya kalah cepat dengan dahan pohon yang tumbang dan langsung menimpanya. Beberapa bagian tubuhnya seperti muka, tangan dan kaki mengalami luka-luka, juga sepeda motornya mengalami kerusakkan. " Saat itu saya melewati Jalan Air Perikan, tanpa saya sadari saya sudah jatuh tertimpa dahan pohon yang cukup besar," cerita Rusli sambil menunjukkan sisa-sisa luka dibagian tubuhnya yang cukup parah. Menerima masukkan dari beberapa orang, Rusli mencoba meminta pertanggung jawaban pihak terkait, yakni Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam. Namun dirinya bingung kebagian mana, BPBD, PUPR atau Lingkungan hidup. "Akhirnya saya dibantu alakadarnya oleh Lurah Nendagung, pak Hery, " pungkasnya. (JF)

















