- Koramil 04/Cikupa Ngaji Bareng Dan Bagikan Sembako Dengan MUI Kec Cikupa.
- Tingkatkan Keamanan Melalui Patroli Malam, Babinsa Ajak Warga Peduli Lingkungan.
- Mendag Budi Santoso Serahkan UKM Pangan Award 2026, Buka Peluang Masuk Ritel Modern
- Menkop Perkuat Koordinasi untuk Pastikan Kesiapan Operasionalisasi KDKMP
- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- Kementerian UMKM Perkuat Pemulihan UMKM Aceh melalui Akses Pasar Digital dan Dukungan Pengembangan Usaha
- PERINTIS 10 Hari Mulai Diterapkan, Kantah Kabupaten Tangerang Hadirkan Layanan Peralihan Hak yang Lebih Cepat dan Mudah.
- 14 Samsat Polda Metro Kunjungi Taman Kanak-kanak, Hadirkan Sosok Polisi yang Bersahabat
- Mulyani Dukung Deteksi Dini Kanker Serviks, Apresiasi Gerakan Perempuan Sadar Sehat di Pasir Kuda
Pemilik Warung Remang Remang Desa Penataran Nglegok Digaruk Satpol PP yang Ternyata Fit Perempuan Wilnya Bertatus Menikah

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Dalam rangka memberantas penyakit masyarakat kususnya prostitusi liar di Kabupaten Blitar, Satuan Polisi Potong Praja ( Satpol PP ) menggelar razia memberangus tempat tempat yang acap dijadikan ajang maksiat, tak kurang akal mereka para mucikari ini menyiasatinya dengan membuka warung kopi, hal ini dilakukan agar tidak dicurigai petugas.
Kegiatan operasi ini berawal adanya laporan dari Ketua forum masyarakat Peduli Blitar (MPB) Suharyono, dari dasar laporan itu maka Satpol PP bidang Penegaka n hukum, Repelita Nugroho menyampaikan laporan masyarakat MPB itu kepada Plt. Kasatpol PP Agus Santosa S.Sos yang juga Kepala Dinas aktif Dinhub Kabupaten Blitar untuk selanjutnya dibuatkan surat tugas operasi .
"Seperti yang terjadi pada Selasa (04/02/25) malam petugas Satpol PP menyisir tempat tempat yang disinyalir buka praktek warung mesum, alih alih sebagai warung kopi, semalam petugas berhasil mengamankan sepasang orang bukan muhrim berada di warung remang - remang tak jauh dari kawasan wisata Penataran, terduga pelaku ini keluar dari kamar yang sebelumnya terkunci," kata Repelita Nugroho atau yang akrab disapa Etak ini.
Baca Lainnya :
- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Diduga Hubungan Arus Pendek Listrik Pemilik Toko Bangunan di Gandusari Rugi Ratusan Juta Toko Ludes Terbakar.
- Pengeroyokan Brutal di Majalengka, 4 Orang Diamankan, 3 Diburu
- Harga Cabai Bikin Dapur Tertekan, Bupati Majalengka Ajak Warga Menanam
- Baznas Majalengka Siapkan 10 Masjid Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat
Sebelum menuju lokasi Rt 03/rw 08 atas petunjuk warga desa Penataran, diperoleh keterangan bahwa dulu memang ada tempat warung yang menjalankan praktik prostitusi, atas koordinasi dengan warga saat itu kebetulan petugas dalam penyisiranya menemukan satu tempat yang dimiliki oleh warga bernama Untung.
Dari laporan MPB kami tindaklanjuti karena informasi Warung tutup jam 21.00 WIB maka sekitar menjelang magrib Tim Satpol PP mulai gerak menuju lokasi, dalam laporan informasi ada beberapa titik tempat prostitusi liar berkedok warung, namun saat operasi kebetulan yang diketemukan petugas ada satu warung yang buka di wilayah Kecamatan Nglegok dimaksud.
"Kami malam itu ditemui seorang perempuan yang mengaku sebagai anak pemilik warung yakni anak saudara Untung, oleh anaknya pak Untung sempat tanya surat tugas dan kami tunjukan, kami sempat menanyakan dimana pak Untung perempuan tadi mengatakan kalau bapaknya ( Untung pemilik warung. Red) sedang keluar, selanjutnya kami juga minta diantar kebelakang menuju tempat yang disitu terdapat beberapa kamar, ada satu kamar dalam keadaan terkunci,"ujar Etak.
Dari hasil cek kamar semalam ternyata ada salah satu kamar yang terkunci, setelah kami ketuk dan terbuka, keluarlah seorang laki - laki yang diketahui bernama Untung dan ternyata ada dalam kamar bersama seorang perempuan yang diketahui dari KTP berinisial Fit berstatus menikah.
"Perempuan bernama Fitriani mengaku bersuami adalah warga kelurahan Penataran, Perempuan itu mengaku suaminya bekerja sebagai sopir sedang berada di Surabaya, dan Untung sang pemilik warung sudah lama menduda karena istri meninggal dunia" Terang Etak kepada media ini.
Setelah diketahui identitasnya ahirnya pasangan diduga pelaku kumpul kebo ini, dibawa ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pembinaan, " untuk menghilangkan stres berdua orang ini kami kasih minum dan rokok, setelah itu kami suruh membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatanya lagi, setelah menandatangani surat pernyataan diduga pasangan kumpul kebo ini kami suruh pulang, namun surat pernyataan itu juga kami sampaikan ke Kepala Desa Penataran dan Lurah Nglegok," Imbuhnya.
Etak juga menjelaskan sebelumnya petugas juga lapor rt setempat petugas konfirmasi ke rt setempat namun rt tidak tahu kalau ada warem atau warung remang remang, petugas ahirnya diantar ke salah satu tempat lain rt, yang disinyalir masih berpraktik membuka prostitusi terselubung yakni milik Untung, cek lokasi ada tiga kamar 2 kamar kosong satu kamar terkunci yang ternyata ada sepasang diduga mesum. Perempuan itu diketahui bernama fitrianingsing status kawin, laki lakinya kerja di surabaya sebagai sopir, laki laki pasanganya adalah Untung sendiri pemilik warung dengan status duda untung.
Kewenangan Satpol PP sebatas penegakan PERDA termasuk pembinaan kepada masyarakat Repelita Nugroho atau etak Kabit penegakan hukum daerah menekankan operasi pekat menjelang Romadhon terus dilakukan, apalagi saat umat Islam menjalankan ibadah Puasa, operasi akan semakin gencar dilakukan untuk menjaga kekhuskan umat Islam menjalankan ibadah suci di bulan Ramadhan 2025.
" Seusai SOP kami laksanakan surat perintah Bupati Blitar dalam menjalankan tugas penegakan PERDA Kabupaten Blitar, kami berharap semua pihak pengusaha termasuk tempat hiburan malam mematuhi aturan yang berlaku kami intensifkan operasi demi kekhusukan umat muslim menjalankan ibadah puasa,"pungkasnya. ** (za/mp)

.jpg)


.jpg)


.jpg)








