- PTPN I Genjot Kinerja Regional 1, Tembakau Deli Dijaga sebagai Warisan Bernilai Global
- Ciracas Targetkan 49 Biopori Jumbo untuk Kurangi Sampah
- Hari Lingkungan Hidup 2026: Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Aksi Nyata Penanaman Pohon
- Dengar Kisah Marbot Jadi Panglima di 1 Muharram 1448 H, Ini Pesan Menyentuh Ketua DPRD Kota Bogor
- Belajar Sampaikan Aspirasi, Siswa SMPIT Nurul Fikri Datangi DPRD Kota Bogor
- Hadiri Job Fair 2026, Komisi IV DPRD Bogor Dorong Penurunan Pengangguran
- Tak Berizin, DPRD Kota Bogor Minta Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
- Warga Baru PSHT Cabang Kota Blitar, Gerbang Masuk Persaudaraan
- Ghost Buzzer Siap Warnai Liburan Sekolah, Horor Anak Penuh Pesan Persahabatan dan Keberanian
- PTPN Group Gelar Donor Darah dan Edukasi Kesehatan, Wujud Nyata Kepedulian Sosial
Pedagang di Tugu Sirih Sepakati Keputusan Iuran Keamanan dan Kebersihan

Keterangan Gambar : Sebanyak 61 orang pedagang di Tugu Sirih sepakati adanya iuran uang keamanan dan kebersihan
MEGAPOLITANPOS.COM Tanjungpinang,- Sebanyak 61 orang pedagang di Tugu Sirih sepakati adanya iuran uang keamanan dan kebersihan, dilaksanakan belum lama ini. Bersama sama menandatangani hasil yang diputuskan tersebut.
Menanggpi hal itu, diantara pedagang mengungkap tentunya dapat memberikan kemudahan dengan tetap fokus berdagang dan tidak terlalu memikirkan hal kebersihan. Nantinya dapat tertata dengan rapi serta tidak ada lagi sampah yang berserakan.
"Jujur bang, kami sangat bersyukur dengan kebijakan yang dilakukan oleh Bu Iche selaku koordinator. Menurut kami besaran nilai yang disepakati yakni sebesar Rp.20 ribu perminggu itu hal yang wajar, dari setelahnya berdagang haruslah mendorong gerobak dan harus membayar uang penitipan seperti dulu," ucap, salah satu pedagang.
Baca Lainnya :
- Hari Lingkungan Hidup 2026: Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Aksi Nyata Penanaman Pohon
- Dengar Kisah Marbot Jadi Panglima di 1 Muharram 1448 H, Ini Pesan Menyentuh Ketua DPRD Kota Bogor
- Belajar Sampaikan Aspirasi, Siswa SMPIT Nurul Fikri Datangi DPRD Kota Bogor
- Hadiri Job Fair 2026, Komisi IV DPRD Bogor Dorong Penurunan Pengangguran
- Tak Berizin, DPRD Kota Bogor Minta Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
Para pedagang mengakui, melalui undangan yang diberikan juga sewaktu pelaksanaan rapat musyawarah pun hadir. Menyaksikan secara langsung dan menandatangani hasil kesepakatan.
"Dengan begitu, artinya itu bukan pungutan liar. Saya juga ada pada waktu itu, semua pedagang diundang. Ada juga diantaranya tidak berkesempatan memenuhi undangan," ungkap, pedang. Rabu, (18/01/2023)
Menurutnya, dengan keterwakikan jumlah 61 pedagang yang hadir sudah dirasa cukup dan menandakan setuju.
Sementara itu, Iche selaku koordinator pedagang menambahkan dengan mengungkap rasa kecewa dari beberapa pedagang yang lain. Ada diantaranya yang dinilai tak setuju hingga mempersoalkan iuran yang telah disepakati.
"Perlu diketahui bahwa saya ini juga pedagang, tidak akan mungkin membuat hal yang dapat merugikan pedagang. Harapan yang baik ini pun telah diketahui oleh pihak berwenang, diantaranya dari Satpol PP, Kepolisan yakni Bhabinkamtibmas dan TNI dengan Anggota Babinsanya," tegasnya.
Diakhir kembali Ia tegaskan, jadi persoalan iuran yang telah disepakati dirasa sudah tidak ada masalah dan clear.
"Tetap fokus berdagang, jaga kondusifitas, tetap kompak dan selalu bersatu. Jangan sampai terjadi perpecahan diantara pedagang hanya karena hal yang sepele dan dapat merusak kebersamaan," pungkasnya. ** (Budi)

.jpg)















