Breaking News
- Ciracas Targetkan 49 Biopori Jumbo untuk Kurangi Sampah
- Hari Lingkungan Hidup 2026: Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Aksi Nyata Penanaman Pohon
- Dengar Kisah Marbot Jadi Panglima di 1 Muharram 1448 H, Ini Pesan Menyentuh Ketua DPRD Kota Bogor
- Belajar Sampaikan Aspirasi, Siswa SMPIT Nurul Fikri Datangi DPRD Kota Bogor
- Hadiri Job Fair 2026, Komisi IV DPRD Bogor Dorong Penurunan Pengangguran
- Tak Berizin, DPRD Kota Bogor Minta Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
- Warga Baru PSHT Cabang Kota Blitar, Gerbang Masuk Persaudaraan
- Ghost Buzzer Siap Warnai Liburan Sekolah, Horor Anak Penuh Pesan Persahabatan dan Keberanian
- PTPN Group Gelar Donor Darah dan Edukasi Kesehatan, Wujud Nyata Kepedulian Sosial
- AWI Soroti Dugaan Intimidasi Wartawan di DPRD Majalengka, Minta Klarifikasi
Muscab IX DPC P3 Kota Blitar, Amanatkan Musyawarah Mufakat Untuk Kursi Ketua DPC

MEGAPOLITANPOS COM, Blitar- Partai berlambang Ka'bah DPC PPP Kota Blitar menggelar Musyawarah Cabang ke IX untuk memantabkan langkah menuju perhelatan politik Pemilu Serentak 2024 mendatang, PPP Kota Blitar harus bisa menambah tiga kursi lagi menjadi 6 kursi legislatif agar bisa mengusung bakal calon Walikota Blitar, ini yang disampaikan oleh Ansori Baidowi selaku Pengurus DPW PPP Jawa Timur Ketua Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) di bertempat di Griya Joglo, Jalan Bengawan Solo, Jum’at (17/12/2021) siang. Ansori Baidowi pada acara Muscab mengatakan, sejak SK Muscab diterima 21 September lalu, pihaknya langsung melakukan langkah strategis Partai melakukan Muscab di berbagai daerah se Jatim. "Untuk itu gelaran forum tertinggi di tingkat cabang tersebut harus kita laksanakan, dalam forum Muscab untuk segera menyusun tim formatur dan mengusulkan calon ketua,” ungkapnya. Muscab ke IX DPC PPP Kota Blitar ini, sejatinya adalah penyampaian pandangan umum PAC atas kinerja 5 tahun pengurus harian DPC secara kolektif kolegial (kebersamaan) sekaligus menyusun formatur untuk mengusulkan calon ketua, untuk menghindari perpecahan di tubuh PPP, untuk jabatan ketua DPC didasari dengan musyawarah mufakat, bila usulannya sama dengan kajian DPW dan DPP maka akan ditetapkan. Kalau belum sama tentu dimusyawarahkan lagi hingga ketemu jalan yang terbaik siapa yang disepakati duduk sebagai Ketua. “Selanjutnya Dewan Pimpinan Pusat nanti akan menurunkan tim survei mengevaluasi, siapa sih yang dianggap mampu dan paling layak untuk memimpin sebagai Ketua DPC PPP Kota Blitar,” sebutnya Ditekankan juga oleh Asori Baidowi yang terpenting bahwa, Musyawarah Cabang untuk menyatukan sesama anggota, dan Muscab bukan sebagai ajang perpecahan melainkan rekonsiliasi. Muscab pada periode ini tidak ada sistem pertandingan, tidak ada kompetisi tapi sistem musyawarah. “Nah apabila ada 3 calon ketua DPC nya 3 misalnya, ini tidak usah diadu di Muscab, para calon ini akan dipanggil untuk dimusyawarahkan, baiknya bagaimana, dengan cara seperti ini juga untuk menghindari fitnah politik uang, yang ada duduk bersama musyawarah adalah jalan terbaik, di partai berlambang Ka’bah tidak ada jual beli suara tetapi musyawarah untuk mufakat," tegasnya. Secara terpisah Demisioner Ketua DPC PPP Agus Zunaidi menyampaikan, jabatannya sebagai Ketua DPC sudah berakhir pada Oktober lalu, dan di forum ini adalah penyampaian pertanggungjawaban keuangan, evaluasi perolehan suara dan sebagainya masing-masing PAC menyampaikan pandangan umum atau pandangan akhir, menerima atau tidak. Setelah itu mengusulkan calon ketua DPC PPP yang baru masa bakti sampai 2026. " Ingat pada Muscab ini tidak memilih calon ketua tapi memilih formatur dimana 3 PAC akan menunjuk 2 formatur.Insha Allah, formatur yang dari DPC saya serahkan ke Pak Nuhan Wahyudi, dan selanjutnya setelah susunan formatur selesai, maka akan dijadwalkan rapat formatur di DPW. Nanti ada juga dari DPP sehingga total ada 5 formatur yakni dari DPP 1, DPW 1, DPC 1 dan PAC 2. Perlu diketahui untuk posisi ketua. Tidak ada voting tapi musyawarah mufakat, sebagai kader saya siap diposisi manapun,”ujar Agus Zunaidi. (za/mp)


.jpg)














