- Dandim 0808/Blitar Pimpin Apel HUT Ke 81 TNI, Tegaskan Komitmen Kawal Kedaulatan Bersama Rakyat.
- BAZNAS Majalengka Raih Penghargaan, Gerakan Zakat Makin Berdampak
- Wali Kota Jakpus Buka UKW Angkatan ke-66 PWI Jaya, Tekankan Pentingnya Akurasi dan Kompetensi Wartawan
- Polisi Bongkar Curat di Maja, Pelaku Ditangkap di Sumedang
- Cari Sensasi Berujung Bui, 3 Pemuda Majalengka Ditahan Polisi
- Peringati HUT TNI Ke-81, Danrem Olahraga Bersama 2000 Masyarakat.
- Kementerian UMKM Dorong Flobamorata Creative Expo Jadi Pintu Perluasan Pasar UMKM NTT
- Maman Imanul Haq Ungkap Alasan Rocky Gerung Layak Dekat Prabowo
- Patroli Malam, Babinsa Bersatu Ciptakan Lingkungan Aman dan Nyaman.
- Dulu Pemohon yang Cari Petugas Ukur, Sejak Ada Pengukuran Terjadwal Kini Tanah Diukur Lebih Pasti dan Cepat.
MUI : Bedah Buku JI Sampai NKRI Kerena Salah Pemahaman Dan Merasa Paling Benar

Keterangan Gambar : MUI
MEGAPOLITANPOS.COM, Tangerang - Ketua MUI, KH. Ahmad Bajuri Khotib, MA, menggambarkan bedah buku ini dengan cerita sahabat Nabi yaitu Ali bin Abi Tholib yang dibunuh oleh penghafal Quran karena salah pemahaman dan merasa paling benar.

KH. Ahmad Bajuri mengatakan melihat saudara kita yang salah dalam pemahaman agama, berbangsa dan bernegara ini juga sangat sedih dan harus kita selamatkan lalu tarik kembali kepangkuan Ibu Pertiwi upaya-upaya ini terus dilakukan.
Baca Lainnya :
- BAZNAS Majalengka Raih Penghargaan, Gerakan Zakat Makin Berdampak
- Polisi Bongkar Curat di Maja, Pelaku Ditangkap di Sumedang
- Maman Imanul Haq Ungkap Alasan Rocky Gerung Layak Dekat Prabowo
- Patroli Malam, Babinsa Bersatu Ciptakan Lingkungan Aman dan Nyaman.
- Patroli Malam Babinsa dan Komduk, Bentuk Nyata Kemanunggalan TNI Dengan Rakyatnya.
"Di Kota Tangerang masih ada ideologi-ideologi yang salah pemahaman dan merasa paling benar (red) terus tidak berhenti dan ini menjadi perjuangan MUI Kota Tangerang," ujarnya saat acara bedah buku bersama sejumlah tokoh agama, akademisi, dan aparat penegak hukum menggelar acara Bedah Buku “JI Sampai NKRI” di Aula Gedung MUI Kota Tangerang, Kamis (18/9).
Acara ini mengusung tema “Merawat Indonesia, Menuju Harmoni Bangsa” sebagai refleksi dan aksi nyata mewujudkan kota yang damai, inklusif, dan tangguh. Buku “JI Sampai NKRI” karya Dr. Sholahuddin mengulas dinamika Jemaah Islamiyah (JI) pasca Bom Bali 2002 hingga deklarasi pembubarannya pada 30 Juni 2024. Peristiwa ini dipandang sebagai deradikalisasi kolektif, yakni fenomena langka ketika sebuah kelompok bersenjata memilih meninggalkan jalan kekerasan.
Bedah buku ini menghadirkan penulis bersama sejumlah narasumber, antara lain Ust. Para Wijayanto (mantan Amir Jemaah Islamiyah), Brigjen Pol John Weynratt Hutagalung, S.I.K (Direktur Pencegahan), KH. Ahmad Bajuri Khotib, MA, Kombes Pol Dr. Raden M. Jauhari, S.H., S.I.K., M.Si., Dr. H. Muhamad Qustulani, MA.Hum, serta Dr. H. Muhammad Soleh Hapudin, M.Si.
Dalam paparannya, Sholahuddin menekankan bahwa transformasi JI terjadi melalui konflik panjang dengan aparat. Jika pada awalnya konflik bersifat resiprokal (saling balas serangan), maka pada dekade terakhir bergeser menjadi konflik respon. Alih-alih membalas dengan kekerasan, JI memilih jalur dakwah, pendidikan, dan pada akhirnya mengambil keputusan membubarkan diri.
“Ini momentum penting, bukan hanya bagi Indonesia, tapi juga dunia internasional. Tidak banyak organisasi teroris yang secara kolektif memutuskan meninggalkan ideologi kekerasan,” ujarnya.
Direktur Pencegahan, Brigjen Pol John Weynratt Hutagalung, S.I.K, dalam sambutan yang diwakili oleh AKBP Joko Dwi Harsono, S.I.K., M.Hum, menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya memperkuat kolaborasi lintas elemen bangsa. “Bedah buku ini bukan hanya forum akademis, tetapi juga sarana membangun kesadaran bersama bahwa radikalisme dan terorisme dapat dilawan melalui pendidikan, dialog, dan penguatan nilai kebangsaan. Kami mendorong lahirnya agen-agen perdamaian dari masyarakat untuk menjaga keutuhan NKRI,” tegasnya.
Acara ini dihadiri lebih dari 250 peserta, terdiri dari tokoh lintas agama, pimpinan ormas, pengurus majelis taklim, Para Penyuluh Agama,pengurus DKM, mahasiswa, hingga forum kerukunan (FKUB, FKDM) dan unsur pemerintah daerah. Kehadiran mereka mencerminkan dukungan luas bagi upaya memperkuat moderasi beragama dan meneguhkan nilai-nilai kebangsaan.
Melalui kegiatan ini, MUI Kota Tangerang bersama Direktorat Pencegahan dan mitra strategis berharap lahir jejaring kolaborasi lintas elemen masyarakat dalam menangkal radikalisme serta memperkuat narasi kebangsaan. (WHY)







.jpg)


.jpg)





