- Munjirin Minta FKDM Jakarta Timur Perkuat Deteksi Dini demi Menjaga Kondusivitas Wilayah
- Kementerian UMKM Sambut PEWIRA Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Nasional
- Kementerian UMKM dan BPOM Luncurkan SAPA SEMESTA, Percepat Izin Edar Produk Pangan Olahan UMK
- Kadis DKP3 Majalengka Ungkap Strategi Selamatkan Ribuan Hektare Sawah
- Akhir Musorkablub KONI Majalengka, Lala Sunara Resmi Terpilih Ketua
- Perry Warjiyo Mengundurkan Diri dari Jabatan Gubernur Bank Indonesia
- Gathering Orang Tua Camaba FTSL ITB Tahun 2026 Penuh Kekeluargaan
- Kementerian UMKM dan APSKI Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Perguruan Tinggi
- Ketua MUI Periuk Apresiasi Dukungan dan Prestasi di Halal Fest ke-2 dan Milad MUI ke-51
- Nurhadi : Mancing Berhadiah Jadikan Moment Terbaik Komunikasi dan Serap Aspirasi Masyarakat
Menteri Maman: Jakarta Fair Kemayoran Jadi Panggung Besar UMKM Menembus Pasar Lebih Luas

Keterangan Gambar : Jakarta Fair Kemayoran 2026 berlangsung mulai 11 Juni hingga 12 Juli 2026
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi membuka Jakarta Fair Kemayoran 2026 di JIExpo Kemayoran, Kamis (11/6/2026).
Menteri Maman yang hadir mewakili Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menyampaikan bahwa Jakarta Fair Kemayoran merupakan tradisi tahunan yang membanggakan sekaligus memiliki kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Selama puluhan tahun, ajang tersebut menjadi ruang strategis yang mempertemukan pelaku usaha, konsumen, investor, dan masyarakat dalam satu ekosistem ekonomi yang produktif.
.jpg)
Baca Lainnya :
Menurutnya, Jakarta Fair Kemayoran 2026 menjadi momentum penting bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk unggulan, memperluas jaringan bisnis, dan meningkatkan kapasitas usaha. Ia mengapresiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, pengelola JIExpo, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pameran tahunan tersebut.
Jakarta Fair Kemayoran 2026 berlangsung mulai 11 Juni hingga 12 Juli 2026 dengan menghadirkan sekitar 2.800 perusahaan dan 1.800 tenant dari berbagai sektor usaha. Menariknya, sekitar 45 persen peserta berasal dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
Sebagai pameran multiproduk dan hiburan terbesar di Asia Tenggara yang memasuki penyelenggaraan ke-57, Jakarta Fair Kemayoran menjadi etalase utama produk dalam negeri sekaligus sarana promosi yang efektif bagi UMKM untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Pada tahun ini, penyelenggara menargetkan nilai transaksi mencapai Rp8 triliun, meningkat dibandingkan realisasi tahun 2025 sebesar Rp7,3 triliun. Selain itu, jumlah pengunjung ditargetkan melampaui enam juta orang, lebih tinggi dibandingkan capaian tahun lalu yang mencapai sekitar 5,9 juta pengunjung.
Menteri Maman menilai tingginya antusiasme masyarakat menjadi indikator penting yang menunjukkan peran strategis Jakarta Fair dalam memperkuat daya saing produk nasional. Besarnya arus pengunjung tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan transaksi, tetapi juga membuka peluang promosi, kemitraan usaha, dan ekspansi pasar bagi para pelaku UMKM.
Untuk mendukung pengembangan UMKM, Kementerian UMKM terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan, mulai dari platform SAPA UMKM, kemudahan sertifikasi dan standardisasi produk, perluasan akses pembiayaan, penguatan kemitraan dan rantai pasok, hingga perluasan akses pasar. Pemerintah juga terus menggalakkan gerakan bangga, beli, dan pakai produk dalam negeri guna meningkatkan daya saing produk nasional.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut Jakarta Fair Kemayoran 2026 menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju peringatan lima abad Kota Jakarta pada tahun depan. Berbagai pembangunan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta, termasuk peningkatan layanan publik dan transportasi, diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi serta kenyamanan masyarakat.
Pramono berharap Jakarta Fair Kemayoran tahun ini semakin diminati masyarakat dari berbagai daerah dan mampu mencapai target transaksi Rp8 triliun serta menarik lebih dari enam juta pengunjung selama penyelenggaraan.(Rga/MP).
















