- Salurkan 200 Becak Listrik Banpres Presiden ini Pesan Bupati Blitar Rijanto
- Indonesia–Rusia Perkuat Hubungan Teknologi, PRSI Hadiri Pertemuan di Kedubes Rusia
- Sorot Anggaran Lift Rp 1,8 Miliar di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, CBA Minta Kejati DKI Selidiki
- DPD PSI Majalengka Turun ke Masyarakat, Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Perkuat Struktur Partai
- RoboSports Bangun Ekosistem Olahraga Robotik Modern
- Kolaborasi Peningkatan Kualitas Layanan Pertanahan
- Bentuk Kepedulian terhadap Sesama, Kementerian ATR/BPN Gelar Bazar Ramadan 1447 H
- Sosialisasi Permen 2/2026 tentang Kearsipan, Sekjen ATR/BPN: Pengelolaan Arsip Penting bagi Pelayanan Pertanahan
- Berikan Pengarahan di Rakerda Kanwil BPN Provinsi Sumsel, Sekjen ATR/BPN: Kemampuan Kelola Tiga Instrumen Jadi Kunci Sukses Pemimpin
- Bedah Buku di Universitas Sahid, GEMA Kosgoro Dorong Menlu Sugiono Pelajari Reunifikasi Korea: Game Theory
Menjelajahi Gedung Joang \'45 yang Menjadi Saksi Bisu atas Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Keterangan Gambar : Gedung Joang '45 adalah saksi bisu atas perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Gedung Joang '45 adalah saksi bisu atas perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, yang berfungsi sebagai tempat pembelajaran dan penyimpanan berbagai macam benda-benda peninggalan para pejuang Indonesia. Gedung ini diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tahun 1974, setelah dilakukan renovasi.

Museum Gedung Joang '45 berlokasi di Jalan Menteng Raya No.31, RT.1/RW.10, Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Kota Jakarta Pusat.
Baca Lainnya :
- DPD PSI Majalengka Turun ke Masyarakat, Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Perkuat Struktur Partai
- Pesantren Al-Mizan Gelar Ramadhan Fest 2026, Hadirkan Zikir hingga Bahtsul Masail
- PLN UID Jakarta Raya Gelar Bazar Sembako Murah Ramadan, 1.200 Paket Disediakan untuk Warga
- Proyek Geothermal Halmahera Barat Disorot, Komisi XII DPR RI Dorong Evaluasi
- Milad ke-65 H. Ateng Sutisna, Doa dan Apresiasi Mengalir untuk Anggota DPR RI dari PKS
Awalnya, gedung ini dibangun sekitar tahun 1920 yang mulanya merupakan hotel yang dikelola oleh keluarga "L.C. Schomper", seorang berkebangsaan Belanda yang sudah lama tinggal di Batavia.
Hotel ini dinamai dengan nama Hotel Schomper sesuai dengan nama pemiliknya. Hotel tersebut saat itu termasuk hotel yang cukup baik dan terkenal di kawasan pinggiran Selatan Batavia.
Pada masa pendudukan Jepang, hotel ini diambil alih oleh Ganseikanbu Sendenbu (Badan Propaganda Jepang), yang kemudian dikenal sebagai Gedung Menteng 31.
Setelah itu, Gedung ini difungsikan sebagai markas program pendidikan politik yang dimulai pada tahun 1942. Tujuannya untuk mendidik pemuda-pemuda Indonesia yang mana dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah Jepang.

Para tokoh pemuda yang berperan aktif pada era kemerdekaan saat itu, yakni Sukarni, Chaerul Saleh, A.M Hanafi, dan Adam Malik. Mereka lebih dikenal sebagai 'Pemoeda Menteng 31' yang menjadi dalang atas penculikan Soekarno, Hatta, dan Fatmawati ke Rengasdengklok sehari sebelum kemerdekaan.
Setelahnya, para tokoh pemuda tersebut akhirnya dibina oleh Soekarno, Hatta, Moh. Yamin, Sunaryo, dan Achmad Subarjo.
Ketika memasuki kawasan gedung ini, Anda akan disambut dengan desain bangunan gaya Belanda yang didominasi dengan dinding berwarna putih. Terdapat pilar-pilar besar dan tinggi serta tampak jendela besar dan panjang yang terletak di bagian kiri, tengah dan kanan.
Di dalam gedung ini terdapat berbagai macam koleksi, seperti mobil dinas resmi milik Presiden dan Wakil Presiden RI Pertama yang dikenal dengan mobil REP 1 dan REP 2. Hingga terdapat Mobil Peristiwa Pemboman di Cikini.

Selain itu juga terdapat foto-foto dokumentasi, lukisan, serta diorama yang menggambarkan peristiwa pada saat perjuangan yakni sekitar tahun 1945-1950. Adapula relief Pemuda Menteng 31 dan tokoh pemimpin RI, serta patung dada para tokoh-tokoh perjuangan.
Fasilitas yang disediakan di gedung ini cukup lengkap, seperti terdapat ruang pameran tetap dan temporer dengan pojok multi media, terdapat bioskop joang 45 yang menayangkan berbagai film tema perjuangan dan dokumenter, perpustakaan referensi sejarah, children room, foto studio, souvenir shop, hingga plaza outdoor untuk aktivitas teater anak.
Gedung Juang '45 ini beroperasi dari hari Selasa sampai dengan hari Minggu, mulai dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Harga tiket masuk ke gedung ini ialah Rp5 ribu untuk dewasa, sedangkan mahasiswa dikenakan harga Rp3 ribu, dan Rp2 ribu untuk pelajar ataupun anak-anak. ** (SMKN 42 Jakarta)















