- Kecam Keras 9 Pasar di Kota Blitar Sepi, Disperindag Harus Buang Konsep Cara Lama
- Proyek Jaringan Irigasi Disorot, Dugaan Penyimpangan Menguat di Majalengka
- Digerebek di Parkiran Alfamart! Pengedar Obat Keras Ilegal Diciduk di Talaga
- Bupati Eman : Prestasi IPM 71,37 Tercapai, Tapi ATS Jadi PR Besar
- Gagal Kabur! Pencuri Motor Diringkus Warga Usai Kepergok Dorong Scoopy
- Ratusan Pil Obat Keras Digulung! Satres Narkoba Majalengka Bongkar Peredaran Ilegal di Kampung
- Kado Hardiknas dari Sekolah Ambruk, Bupati Eman Suherman : Momentum Bangkit dan Benahi Pendidikan
- Hardiknas 2026 : H Iing Misbahuddin Serukan Revolusi Pendidikan Berbasis Karakter!
- Sosok Mohammad Novianto, Pebisnis Landscape Muda yang Digadang Jadi Pemimpin Masa Depan Lamongan
- Fauzi Arfan Resmi Jadi Ketum AASI Periode 2026 - 2029
Mendag Zulkifli Hasan Bertemu Deputi PM Malaysia Bahas Tantangan Perdagangan Global

Megapolitanpos.com, Jakarta— Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan bertemu Deputi Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertanian dan Komoditas Malaysia Dato' Sri Haji Fadillah bin Haji Yusof. Kedua menteri membahas tantangan dan dinamika perdagangan global terhadap komoditas sawit dan karet yang dimiliki kedua negara di kawasan Uni Eropa dan upaya stabilisasi harga karet alamdunia.
Pertemuan dilaksanakan hari ini, Jumat (10/2/2023) di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta.
“Saya dan Deputi Perdana Menteri Dato' Sri Haji Fadillah Bin Haji Yusof bertemu untuk membahas
peningkatan berbagai peluang kerja sama yang masih bisa dijajaki lebih jauh. Kami membahas sikap
Indonesia dan Malaysia dalam menghadapi tantangan global menyangkut komoditas unggulanyang sama-sama dimiliki kedua negara,” ungkap Mendag Zulkifli Hasan.
Baca Lainnya :
- Kecam Keras 9 Pasar di Kota Blitar Sepi, Disperindag Harus Buang Konsep Cara Lama
- Edy Kusnadi Resmi Jadi Calon Dirut Bank Kalbar, Ini Strateginya Perkuat Ekonomi di Kalbar
- Menteri Maman Ajak Pengusaha UMKM di NTT Optimalkan KUR
- Wali Kota Blitar Raih Juara 3 Nasional Berkinerja Tinggi dari Mendagri
- Menteri UMKM Lantik Sekretaris Kementerian dan Deputi Kewirausahaan
Dalam pembahasan tentang komoditas karet, Mendag Zulkifli Hasan menyampaikan manfaat
organisasi internasional yang menaungi komoditas karet dan menyambut baik usulan Malaysia
untuk bekerja sama menangani hama penyakit tanam karet yang menurunkan produktivitas hasil
karet alam di tingkat petani.
Oleh karena itu, keberadaan organisasi seperti International Tripartite
Rubber Council (ITRC) dan International Rubber Consortium (IRCo) bermanfaat bagi tiga negara
(Indonesia, Malaysia, dan Thailand).
Lebih lanjut, keduanya sepakat untuk mendorong kerja sama
tripartit tersebut menjadi cakupan ASEAN dengan mengundang negara ASEAN lainnya untuk
bergabung di saat Keketuaan Indonesia di ASEAN tahun 2023.
“Indonesia dan Malaysia sepakat berkolaborasi merumuskan program strategis ITRC dan IRCo
sebagai upaya konkret menyejahterakan petani dan menyetabilkan harga karet,” kata Mendag
Zulkifli Hasan.
Sementara itu terkait kasus sengketa sawit (DS593 dan DS600), Indonesia dan Malaysia dapat
bekerja sama untuk mengambil sikap atas kebijakan deforestasi Uni Eropa. Upaya bersama ini dapat
berkontribusi mengamankan akses pasar sawit dan produk lainnya yang terdampak oleh kebijakan Uni Eropa.
Mendag Zulkifli Hasan juga menyampaikan, Indonesia siap menandatangani reviu Border Trade
Agreement (BTA) antara Indonesia dan Malaysia secepatnya. Indonesia mendorong agar proses
internal Malaysia juga dapat segera diselesaikan.
Selain itu, Mendag Zulkifli Hasan mengatakan bahwa Indonesia siap menjadi tuan rumah Joint Trade
and Investment Committee (JTIC) Indonesia—Malaysia. Indonesia juga mengusulkan agar
pertemuan ke-4 JTIC dapat diselenggarakan back-to-back dengan pertemuan ASEAN Economic Ministers' Meeting pada Maret 2023 di Magelang, Jawa Tengah.
Mendag Zulkifli Hasan juga mengharapkan dukungan Malaysia untuk menyukseskan Keketuaan
Indonesia di ASEAN tahun 2023.
Total perdagangan Indonesia—Malaysia pada 2022 meningkat 30,37 persen menjadi USD 27,9 miliar, dari 2021 yang sebesar USD 21,4 miliar. Indonesia mencatatkan surplus USD 3,0 miliar pada 2022, atau naik 18,13 persen dibanding 2021. Malaysia menempati posisi ke-5 sebagai tujuan ekspor Indonesia dan posisi ke-4 sebagai negara asal impor Indonesia.(ASl/Red/MP).

















