- Sosok Mohammad Novianto, Pebisnis Landscape Muda yang Digadang Jadi Pemimpin Masa Depan Lamongan
- Fauzi Arfan Resmi Jadi Ketum AASI Periode 2026 - 2029
- Polisi Pastikan Tak Ada Korban Tewas Akibat Senpi, Tragedi Berdarah Di Teweh Timur
- Bupati Majalengka Bongkar Dugaan Konstruksi Bermasalah di Balik Ambruknya Atap SD
- Edy Kusnadi Resmi Jadi Calon Dirut Bank Kalbar, Ini Strateginya Perkuat Ekonomi di Kalbar
- KDMP Desa Tegalrejo Selopuro Didukung Msyarakat Perkuat Ekonomi Desa
- Bentengi Barito Utara Dari Konflik Sosial, Kesbangpol Perkuat Deteksi Dini Dan Kolaborasi Lintas Sektor
- Jeritan dari Daerah! H. Iing Misbahuddin, SM, SH Soroti Ketimpangan Nasib Buruh
- Listrik Padam di Tengah Paripurna, DPRD Tetap Gas Kritik Keras Kinerja Pemda 2025
- Ketua Dprd Barito Utara Berikan Apresiasi Dan Tekankan Fungsi Pengawasan Dalam Paparan Skema Pembangunan Multiyears
LPDB-KUMKM Optimis Target Penyaluran Dana Begulir Rp1,8 Triliun Tercapai

Jakarta,MegapolitanPos.com: Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) Supomo mengaku optimis pada tahun ini lembaga yang Ia pimpin dapat mencapai target penyaluran dana bergulir yang diberikan oleh pemerintah sebesar Rp1,8 triliun sepanjang tahun 2022.
"Mengenai kinerja saya sangat optimis, beberapa hari yang lalu kami juga sudah rapat Board of Directors (BOD) dan melihat progres capaian, maupun progres yang akan kita capai, saya sangat optimis untuk target Rp1,8 triliun itu bisa tercapai," ujar Supomo di Kantor LPDB-KUMKM, Jakarta, Senin (19/9/2022).
Supomo menjelaskan, dirinya meyakini target yang diberikan oleh pemerintah akan tercapai, hal ini seiring dengan melihat proses kerja para pegawai LPDB-KUMKM yang semakin kompak, terukur, dan termonitor berdasarkan target kinerja.
Baca Lainnya :
- Amran Sulaiman: Ketahanan Pangan Menguat, Cadangan Beras Indonesia Capai 5 Juta Ton
- Dari Afrika hingga Amerika Latin, Perebutan Kursi Tertinggi PBB Resmi Dimulai
- Dunia Pers Berduka: Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia di Jakarta
- WFH Hemat BBM Disorot DPR : Ada Dugaan Manipulasi Kendaraan Dinas
- KH Maman Imanulhaq : Jangan Mainkan Tiket Haji, Ini Soal Keadilan Umat!
"Yang terpenting sekarang teman-teman di Direktorat Bisnis dan Direktorat Pembiayaan Syariah, maupun Manajemen Risiko progres kinerjanya sudah bisa dilihat updatenya, seperti bulan ini apa yang sudah dicapai, bulan depan apa yang akan dicapai, kurangnya dimana, jadi komunikasinya yang saya apresiasi luar biasa, dan begitu menyatu dengan targetnya," kata Supomo.
Dengan proses kerja yang semakin meningkat, Supomo menegaskan, kedepan pihaknya tidak memiliki kekhawatiran, sebab budaya kerja yang baru dan berorientasi kepada target dari para pegawai LPDB-KUMKM telah berjalan baik.
"Kedepan saya tidak punya kekhawatiran bahwa hal ini sudah menjadi budaya kerja di LPDB-KUMKM dan sudah otomatis berjalan dengan baik, mereka sangat concern dengan targetnya, dengan kualitasnya, makanya terbukti NPL kita juga rendah," terang Supomo.
*Transformasi Digital, Tingkatkan Transparansi Kinerja*
Selain itu, dengan transformasi digital yang dilakukan oleh LPDB-KUMKM telah memberikan dampak positif berupa peningkatakan transparansi dan juga kinerja internal LPDB-KUMKM.
"Saya monitor semuanya, mana proposal pengajuan dana bergulir yang sedang desk review, mana yang mau di kunjungi atau On The Spot (OTS), mana yang tinggal opini risiko, kapan komite, jadi semua terprogres, pipeline-nya jelas dan semua terukur, terupdate dan terprogresnya baik," kata Supomo.
Dengan begitu, Supomo menargetkan pada November 2022 ini target yang diberikan oleh pemerintah penyaluran dana bergulir sebesar Rp1,8 triliun bisa diselesaikan pada November 2022 ini.
"Bahkan ada beberapa Kepala Divisi yang targetnya sudah tercapai, sudah mulai menyiapkan untuk tahun 2023 mendatang, dan saya optimis target untuk 2022 ini akan selesai di bulan November," pungkas Supomo.
Tercatat, sampai dengan 16 September 2022, LPDB-KUMKM telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp1,172 triliun yang disalurkan kepada 129 mitra koperasi dengan rincian pola konvensional sebesar Rp638 miliar, dan pola syariah sebesar Rp533 miliar.(ASl/Red/MP).

.jpg)















