- Bupati Majalengka Bongkar Dugaan Konstruksi Bermasalah di Balik Ambruknya Atap SD
- Edy Kusnadi Resmi Jadi Calon Dirut Bank Kalbar, Ini Strateginya Perkuat Ekonomi di Kalbar
- KDMP Desa Tegalrejo Selopuro Didukung Msyarakat Perkuat Ekonomi Desa
- Bentengi Barito Utara Dari Konflik Sosial, Kesbangpol Perkuat Deteksi Dini Dan Kolaborasi Lintas Sektor
- Jeritan dari Daerah! H. Iing Misbahuddin, SM, SH Soroti Ketimpangan Nasib Buruh
- Listrik Padam di Tengah Paripurna, DPRD Tetap Gas Kritik Keras Kinerja Pemda 2025
- Ketua Dprd Barito Utara Berikan Apresiasi Dan Tekankan Fungsi Pengawasan Dalam Paparan Skema Pembangunan Multiyears
- Cara Cerdas Bupati Shalahuddin, Percepat Pembangunan Fisik, Ringankan Beban APBD, Hindari Eskalasi Harga, Terapkan Skema Bayar Bertahap Hingga 2029
- Proyek Strategis 2029, Bupati Barito Utara Targetkan Seluruh Kecamatan Terhubung Jalur Darat Melalui Skema Multiyears
- Pelajar Jadi Garda Terdepan, Polres Majalengka Gencarkan Edukasi Bahaya Narkoba di Sekolah
Komisi I Terima Audiensi LSM Ganas, Tuntut Bubarkan TP2ID

Keterangan Gambar : Komisi I Terima Audiensi LSM Ganas, Tuntut Bubarkan TP2ID
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Setelah sempat menjadi bahasan di internal komisi DPRD Kabupaten Blitar tentang Tim Percepatan Pembangunan Inovasi Daerah (TP2ID), dimana sebagian besar fraksi DPRD meminta kepada Bupati yang meminta agar TP2ID dibubarkan, nampaknya saran upaya yang dilakukan dalam pandangan umum Fraksi diduga belum menunjukan reaksi Bupati Rini Syarifah. Atas hal tersebut Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Anak Nasionalis (Ganas) melakukan gelar audiensi bersama komisi I DPRD yang dihadiri Kepala Bagian Hukum Indah K, pada Rabu (09/11/22).
Agenda rapat yang dikemas dalam raker komisi ini dipimpin langsung oleh Muharam Sulistiono didampingi Panoto Sekertaris dan sejumlah anggota bertempat di ruang kerja komisi I DPRD Kabupaten Blitar. Panoto usai menerima LSM Ganas kepada para awak media mengatakan, LSM Ganas selama dalam pemantauan masalah kinerja TP2ID yang dianggap selama ini belum maksimal, sebagaimana yang diharapkan.
"Tadi apa yang disampaikan teman teman Ganas, bila kinerja TP2ID tidak efisien, Ganas minta agar TP2ID dibubarkan,"ungkap Panoto.
Baca Lainnya :
- Bupati Majalengka Bongkar Dugaan Konstruksi Bermasalah di Balik Ambruknya Atap SD
- KDMP Desa Tegalrejo Selopuro Didukung Msyarakat Perkuat Ekonomi Desa
- Jeritan dari Daerah! H. Iing Misbahuddin, SM, SH Soroti Ketimpangan Nasib Buruh
- Listrik Padam di Tengah Paripurna, DPRD Tetap Gas Kritik Keras Kinerja Pemda 2025
- Pelajar Jadi Garda Terdepan, Polres Majalengka Gencarkan Edukasi Bahaya Narkoba di Sekolah
Atas apa yang disampaikan oleh LSM Ganas, Panoto yang juga dari Partai Kebangkitan Bangsa ini, pihaknya menyampaikan, Dewan memiliki keterbatasan tidak bisa memutuskan masalah itu, Dewan sebagai mitra eksekutif harus berjalan sesuai kapasitas dan mekanismenya,"imbuh Panoto.
Sehingga apa yang diharapkan oleh LSM Ganas belum mendapatkan jawaban, terlebih yang hadir hanya sebatas pengampu kebijakan dari pejabat diatasnya, yakni Bupati, Kepala Bagian Hukum Indah Komarijatoerochmah, S.H. menanggapi hal ini, pihaknya sebagai pejabat pengampu, pihaknya akan meneruskan hasil rapat kepada Sekda Izul Marom.
"Kami tidak berani menyampaikan yang diluar tugas dan kewenangan kami sebagai pengampu kebijakan, namun apa yang disampaikan pada rapat siang ini, nanti akan saya sampaikan kepada bapak Sekda," tuturnya.
Dilain sisi Mujianto selaku humas LSM Ganas secara terpisah kepada awak media menekankan, setelah dibentuk TP2ID, ternyata semua yang menyangkut jalanya sistem roda pemerintahan di Kabupaten Blitar, Mujianto menilai TP2ID tidak berjalan, hal ini dibuktikan seperti serapan anggaran masih relatif minim hanya 30 persen untuk pembangunan insfrastruktur, disamping itu juga masih banyak kekosongan jabatan di Pemkab Blitar seperti pejabat eselon II dan III.
"TP2ID katanya adalah tim percepatan, ini percepatan yang mana, nyatanya tidak demikia, kami berharap juga kepada Legeslatif harusnya menggunakan hak interpelasi politiknya, setelah melakukan analisa, bahwa TP2ID tidak efektif dan terkesan pemborosan anggaran," pungkasnya.(za/mp)
















