- Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal.
- Wujud Nyata Koramil, Ciptakan Situasi Wilayah Aman dan Kondusif
- Maryono Apresiasi Kontribusi Ormas dalam Menjaga Trantibum.
- 20 Siswa Keracunan MBG SPPG Cik Ditiro Telan Korban Diduga Dari Makanan Rolade Telur.
- Kemenkop Fokus Perkuat KDKMP dan Tata Kelola Koperasi Nasional
- Temuan Botol Miras dan Dugaan Pungli di Kalijodo, Pramono: Sudah Saya Minta Dibersihkan
- Bupati Minta Kepala Perangkat Daerah Kawal Pelaksanaan APBD Perubahan 2026 Secara Bertanggung Jawab
- Paripurna APBD Perubahan 2026, Pemkab Barito Utara Tekankan Anggaran Berorientasi Kepentingan Masyarakat
- Nurhadi DPR RI: Keracunan Masal Puluhan Siswa di Blitar BGN, Dinas Kesehatan Investigasi Mendalam .
- Maryono: Jangan Ragu, Asalkan Benar dan Sesuai Aturan!
Ketum PSSI Erick Thohir: Mafia Sepakbola Harus Dihukum Seumur Hidup

Keterangan Gambar : Ketum PSSI Erick Thohir bersama Menpora Zainuddin Amali dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit, memberikan pernyataan terkait komitmen pemberantasan mafia sepakbola (Match Fixing).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Ketua Umum (Ketum) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir menyatakan dengan tegas bakal memberantas praktik mafia sepak bola di Indonesia. Menurut Erick, kerap terjadi praktik curang dalam penyelenggaraan pertandingan sepak bola di Indonesia, seperti praktik pengaturan skor atau 'Match Fixing*.
"Sudah waktunya PSSI memberikan kartu merah kepada mafia bola. Ini sebuah hal yang sudah berlarut-larut, yang sudah menjadi benalu dan membuat kita semua malu," cetus Erick dalam 'Press Conference tentang Penegakan Hukum Match Fixing', di media center Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu sore (19/2/2023).
Dikatakan Erick, praktik pengaturan skor pertandingan sepak bola perlu disanksi tegas secara hukum dan berlaku bagi siapa saja yang melanggar.
Baca Lainnya :
- Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal.
- Wujud Nyata Koramil, Ciptakan Situasi Wilayah Aman dan Kondusif
- Maryono Apresiasi Kontribusi Ormas dalam Menjaga Trantibum.
- 20 Siswa Keracunan MBG SPPG Cik Ditiro Telan Korban Diduga Dari Makanan Rolade Telur.
- Kemenkop Fokus Perkuat KDKMP dan Tata Kelola Koperasi Nasional
"Sanksi ini juga dapat dikenakan kepada seluruh pihak mulai dari pelatih hingga pengurus penyelenggaraan sepak bola Indonesia," tegas Erick.
"Pemain, wasit, pemilik klub, pengurus termasuk saya, semua, pelatih yang jelas-jelas terkena permainan mengatur skor, dihukum seumur hidup. Ini tindakan yang sepatutnya sudah harus diambil," tandasnya.
Erick menambakan, dalam upaya tersebut pihaknya menggandeng Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menumpas mafia sepak bola. Erick meyakini, langkah tegas dapat membawa dampak perubahan besar bagi dunia persepakbolaan di Indonesia.
"Tidak ada ruang bagi mafia bola. Saya siap keluarkan kartu merah bagi para mafia bola. Ini untuk kemajuan sepakbola kita," tandasnya.
Sekedar diketahui, setelah menjadi Ketum terpilih periode 2023-2027 melalui Kongres Luar Biasa (KLB), Erick Thohir bersama pengurus PSSI menerbitkan beberapa keputusan dalam rapat Komite Eksekutif (Exco) di Jakarta, Sabtu (18/2). Seperti membentuk Komite Ad hoc Suporter. Erick menyebut, pembentukan Komite Ad hoc Suporter guna menjalankan transformasi sepak bola di Indonesia. Upaya perubahan tentu melibatkan pendukung tim dan langkah tersebut diperkenankan dalam Statuta FIFA dan Status PSSI.
"Surat FIFA yang dikirimkan kepada kita waktu itu, salah satunya, ada bicara terkait suporter sepakbola. Kita harus memastikan suporter bisa pulang ke rumah dengan selamat. Tetapi, kita juga mengetuk hati para suporter kalau transformasi sepak bola kita mau bagus, mereka pun harus menjadi bagian yang bertanggung jawab untuk perbaikan sepak bola Indonesia," kata Erick seperti dikutip okezone dotcom, Sabtu (18/2/2023).












