- Tak Sekadar Santunan, Pemkot Tangerang Dorong Penerima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan Lebih Produktif
- Serahkan 5.000 Sertifikat Halal, Maryono: Sinergi Wujudkan UMKM Makin Naik Kelas
- Harganas 2026, Kemensos Tegaskan Negara Harus Hadir untuk Keluarga Indonesia
- Momentum Harganas Ke-33, Sachrudin: Keluarga Berkualitas Fondasi Wujudkan Generasi Emas
- Hendi Budi Yuantoro Menuju Kursi Parlemen DPRD Kabupaten Blitar PAW PDI P perjuangan
- USDEK BIRAWA ADI GUNA GPM Gelar Konsolidasi Nasional, Perkuat Soliditas Kader di Seluruh Indonesia
- Jangan Tunda Lagi: Ratifikasi OPCAT dan Sahkan RANHAM
- MUBES Jakmania: Seluruh Jakmania Harus Memiliki Hak yang Sama dalam Demokrasi
- Harap Perdamaian, Keluarga Salah Satu Tersangka Kasus Padel Gelar Doa Bersama
- PRSI Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Robotik di SDN Pancoran 07 Pagi Jakarta Selatan
Ketua Bhayangkari Sulbar Sebut Peran Ibu Penting Wujudkan Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Ketua Pengurus Daerah Bhayangkari Sulawesi Barat, Miranti Adang Ginanjar mengajak ibu-ibu atau perempuan Indonesia agar selalu memastikan asupan gizi yang seimbang untuk anak-anak.
Hal itu disampaikan oleh Miranti saat menjadi pembicara dalam dialog nasional bertajuk Program Makanan Bergizi Wujudkan Indonesia Unggul Menuju Indonesia Emas 2045, di Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Sabtu (3/8/2024) kemarin.
Menurut Miranti, asupan gizi anak adalah langkah awal dalam membentuk generasi yang sehat dan cerdas.
Baca Lainnya :
- Jangan Tunda Lagi: Ratifikasi OPCAT dan Sahkan RANHAM
- Harap Perdamaian, Keluarga Salah Satu Tersangka Kasus Padel Gelar Doa Bersama
- Hanya di Jakarta Fair 2026, Produk Furniture Diskon hingga 60 Persen
- Majalengka Gaspol PAD, Retribusi TKA Tembus Target 5,6 Miliar
- Baznas-Polres Sumedang Khitan Massal, 82 Anak Terbantu Warga
"Kesehatan dan kecerdasan anak adalah investasi terbesar bagi masa depan bangsa," kata Bhayangkari ini.
Pihaknya juga tak lupa memaparkan langkah-langkah konkrit yang dilakukan Bhayangkari Sulawesi Barat (Mamuju).
"Kami melakukan penyuluhan gizi di desa-desa, pemberian makanan tambahan bagi balita dan anak sekolah serta kolaborasi dengan instansi terkait menyediakan layanan kesehatan yang lebih baik," paparnya.
Melalui kolaborasi ini, kata dia dapat menciptakan generasi yang unggul di tingkat global dan membawa Indonesia menuju era emas di 2045.
Perempuan penyuka batik ini berharap agar Forum Masyarakat Indonesia Emas ini menjadi wadah dalam menggalang aspirasi masyarakat dalam mencapai visi Indonesia Emas.
"Semoga forum ini dapat menjadi motor penggerak yang efektif dalam mengatasi tantangan pembangunan di sektor pendidikan dan kesehatan," tukasnya.
Dia meyakini dengan kerjasama yang erat maka bangsa ini dapat mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
"Mari kita bekerja keras dan berkontribusi sesuai dengan peran kita masing-masing," pungkasnya.
Disampaikan, Ketua Bhayangkari ini juga mengalami beratnya medan di wilayah propinsi Sulawesi Barat menjadi tantangan tersendiri dalam melakukan promosi kesehatan.
"Sulitnya, ketika promosi ke suatu daerah yang pemukiman warganya tinggal diatas pohon," cetusnya.
Disaat bersamaan salah satu peserta dialog, Mustolihin atau Gus Mus-dipanggil menyampaikan apresiasinya terhadap Ketua Bhayangkari Miranti yang langsung ke akar rumput (turun ke warga) menjalankan program peningkatan gizi anak.
"Apalagi rumah-rumahnya yang diatas pohon," kata Gus Mus.
Gus Mus memberikan solusi agar menemui komunitas Liar yang sebagian besar adalah teman-teman di Pegerkan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
"Insyallah sudah tau, mereka akan membantu kerja ibu! Sebut nama saya Mustolihin," kata Gus Mus yang mempunyai pengalaman 10 tahun lalu saat tinggal dipelosok Sulawesi Barat.
Dia juga mengakui kalau orang tua (bapak) dari Miranti adalah seorang guru yang layak menjadi panutan di saat masih aktif.
"Beliau (Pak Serat) adalah guru yang luar biasa," sanjungnya.
Sebelumnya, dialog nasional ini yang menjadi keynote speaker Hashim Djojohadikusumo dan dihadiri Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo dan Assiten Deputi Ketahanan Gizi dan Promosi Kesehatan Kemenko PMK, Jeisi Natalia Marampa.(*/Anton)

















