- Operasi Laut Gabungan Sita 1,3 Ton Ketamine, Delapan Awak Kapal Asing Diamankan
- Pramono Anung Dukung Kolaborasi Bank Jakarta-Persija, Target Juara untuk 500 Tahun Jakarta
- Sambut HUT RI ke-81, Wali Kota Depok Sebar Ribuan Bendera Merah Putih
- Bukan Sekadar Sponsor, Bank Jakarta Bangun Kemitraan Strategis dengan Persija
- Yayasan Kreshna dan RS Husada Jakarta Resmi Bentuk Club Stroke di Usia ke-102 Tahun
- Bupati Lepas Kontingen Barito Utara Ikuti Jambore Nasional XII 2026 Cibubur, Jakarta
- Menteri UMKM Dorong APPI Perkuat Pasar Produk Dalam Negeri
- Pemkab Barito Utara Kaji Tiru Tata Kelola Pemerintahan ke Kulon Progo
- Bupati Barito Utara Hadiri Rakor Pemerintahan Desa/Kelurahan se-Kalteng 2026
- Kaji Tiru ke Bantul, Pemkab Barito Utara Dalami Inovasi Tata Kelola dan Pelayanan Publik
Kerjasama BP2MI dan BNI Terkait Pendaftaran Skema G to G Korea Selatan Cetak Rekor Baru Mencapai 62 Ribu

Keterangan Gambar : Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI)
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mengumumkan jumlah Pendaftaran Program Government to Government (G to G) Korea Selatan yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pasalnya, tahun ini (2024) BP2MI mendapatkan rekor baru yakni mencapai 62 ribu lebih pendaftar.
Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan, rekor baru tersebut merupakan hasil upaya dan bentuk komitmen BP2MI untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pekerja migran Indonesia (PMI). Diungkap Benny, pihaknya bekerjasama dengan lembaga perbankan plat merah BNI (Bank Negara Indonesia) untuk memberikan pelayanan terbaik itu.
"Kami (BP2MI) bekerjasama dengan BNI melalui syarat resmi pendaftaran. Calon PMI harus mempunyai rekening taplus PMI G to G. Hal ini tentu sesuatu yang baik karena ada 62.300 nasabah baru BNI melalui pembukaan rekening taplus G to G," kata Benny di Kantor Pusat BP2MI, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin sore (26/2/2024).
Baca Lainnya :
- Pramono Anung Dukung Kolaborasi Bank Jakarta-Persija, Target Juara untuk 500 Tahun Jakarta
- Bukan Sekadar Sponsor, Bank Jakarta Bangun Kemitraan Strategis dengan Persija
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
- Interupsi PDIP Warnai Paripurna APBD Majalengka, Bupati Beri Penjelasan
- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
Menurut Benny, kerjasama ini dilakukan untuk memudahkan remitansi dan pembayaran asuransi bagi para pekerja Indonesia yang bekerja di Negeri Ginseng itu. Soalnya, banyak dana pekerja migran di Korea Selatan yang telah purna tugas (PMI) tak bisa dicairkan karena berbagai alasan.
"Saya selalu mengatakan bahwa ini merupakan komitmen kami memberikan kemudahan kepada PMI karena melalui BNI Taplus ini PMI akan mendapatkan beberapa kemudahan," tambahnya.
Selain itu, Benny juga mengungkapkan, adanya permasalahan dana milik PMI purna yang mengendap di Korea Selatan yang akan menjadi perhatian BP2MI.
Menyoroti masalah dana ini, BP2MI berharap melalui kerjasama dengan BNI dapat menjadi solusi untuk pencairan dana bagi tenaga kerja Indonesia yang sudah kembali ke Tanah Air atau PMI purna.
"Saya baru mendapatkan informasi setelah kunjungan direktur ke Korea, ternyata di sana ada dana-dana PMI yang tidak bisa dicairkan. Jumlahnya miliaran, bahkan puluhan miliar rupiah," ujarnya.(*/Anton)


.jpg)














