- Pendam Jaya Perkuat Sinergi dengan Insan Pers melalui Pembinaan Media Massa.
- Kodam Jaya Gelar Hit & Eat, Berbagi Kebahagiaan Bersama Warga Jakarta.
- Onderdil YSP Dukung Hit & Eat Kodam Jaya, 2.300 Paket Dibagikan kepada Ojol.
- BRI Life Raih Dua Penghargaan Silver di The Best Contact Center Indonesia 2026
- BNI Sahabat Sekolah Rakyat Hadirkan Edukasi dan Inspirasi bagi Siswa di Sulawesi Selatan
- Program Revitalisasi di Blitar Disinyalir Banyak Campur Tangan Siapa Mereka ? .
- Pasangan Suami Istri Resmi Maju Pilkades Kedungbanteng 2026-2031 \"Dua Hati Satu Tujuan\".
- Perkuat Nilai Kejuangan di Momentum HUT TNI ke-81 Pangdam V/ Brawijaya Nyekar ke MBK Apa Pesanya.
- Dari Celengan ke Buku Rekening, Siswa Sekolah Rakyat Belajar Menabung bersama BNI
- DPKPP Majalengka Tegur CV Adibrata Jaya Persada soal Proyek Sumberjaya
Kerjasama BP2MI dan BNI Terkait Pendaftaran Skema G to G Korea Selatan Cetak Rekor Baru Mencapai 62 Ribu

Keterangan Gambar : Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI)
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mengumumkan jumlah Pendaftaran Program Government to Government (G to G) Korea Selatan yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pasalnya, tahun ini (2024) BP2MI mendapatkan rekor baru yakni mencapai 62 ribu lebih pendaftar.
Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan, rekor baru tersebut merupakan hasil upaya dan bentuk komitmen BP2MI untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pekerja migran Indonesia (PMI). Diungkap Benny, pihaknya bekerjasama dengan lembaga perbankan plat merah BNI (Bank Negara Indonesia) untuk memberikan pelayanan terbaik itu.
"Kami (BP2MI) bekerjasama dengan BNI melalui syarat resmi pendaftaran. Calon PMI harus mempunyai rekening taplus PMI G to G. Hal ini tentu sesuatu yang baik karena ada 62.300 nasabah baru BNI melalui pembukaan rekening taplus G to G," kata Benny di Kantor Pusat BP2MI, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin sore (26/2/2024).
Baca Lainnya :
- Onderdil YSP Dukung Hit & Eat Kodam Jaya, 2.300 Paket Dibagikan kepada Ojol.
- Mang Jemy Maju Pilkades Burujul Wetan, Bawa Misi Desa Sejahtera
- Menhan Sjafrie Cek Yonif TP 338 di Majalengka, Prajurit Diminta Siap
- KNPI Majalengka Buka 2.789 Lowongan, 2.500 Pencari Kerja Bergerak
- Bupati Eman Gebrak Ronda Majalengka, Desa Aktif Bakal Diganjar Hadiah
Menurut Benny, kerjasama ini dilakukan untuk memudahkan remitansi dan pembayaran asuransi bagi para pekerja Indonesia yang bekerja di Negeri Ginseng itu. Soalnya, banyak dana pekerja migran di Korea Selatan yang telah purna tugas (PMI) tak bisa dicairkan karena berbagai alasan.
"Saya selalu mengatakan bahwa ini merupakan komitmen kami memberikan kemudahan kepada PMI karena melalui BNI Taplus ini PMI akan mendapatkan beberapa kemudahan," tambahnya.
Selain itu, Benny juga mengungkapkan, adanya permasalahan dana milik PMI purna yang mengendap di Korea Selatan yang akan menjadi perhatian BP2MI.
Menyoroti masalah dana ini, BP2MI berharap melalui kerjasama dengan BNI dapat menjadi solusi untuk pencairan dana bagi tenaga kerja Indonesia yang sudah kembali ke Tanah Air atau PMI purna.
"Saya baru mendapatkan informasi setelah kunjungan direktur ke Korea, ternyata di sana ada dana-dana PMI yang tidak bisa dicairkan. Jumlahnya miliaran, bahkan puluhan miliar rupiah," ujarnya.(*/Anton)





.jpg)







