- Pak Gembus SPOT Plus Hadir di Tebet, Bukti Inovasi Waralaba Kuliner Indonesia Terus Berkembang
- Pemutihan Denda Pajak Kendaraan di Jakarta Fair 2026 Diminati Pengunjung
- Tangis dan Penantian 75 Tahun: Pemerintah Belanda Akhirnya Minta Maaf kepada Komunitas Maluku
- Bupati Eman Pacu Atlet Majalengka, Target Tembus Juara Porprov 2026
- Wabup Dena Resmikan Al Khalifah, Harapan Baru Pendidikan Majalengka
- RDP PETI Barito Utara Hasilkan Dua Keputusan Penting, WPR Segera Diusulkan
- HUT ke-499 Jakarta, Pramono Tegaskan Kota Global Harus Tetap Berpihak pada Rakyat
- Lebih dari Seabad Berdiri, Sekolah Panggung di Malabar Simpan Sejarah Pendidikan Bangsa
- Ghost Buzzer Bidik 300 Ribu Penonton, Hadir di XXI dan Netflix
- Sambut HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Sebut Jakarta Fair Jadi Simbol Kolaborasi dan Kemajuan Kota
Kepala BP2MI Lepas 613 Pekerja Migran Indonesia ke Korsel, Ingatkan Soal Integritas

Keterangan Gambar : Benny Rhamdani melepas 613 Pekerja Migran Indonesia (PMI) program Government to Government (G to G) Korea Selatan.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani melepas 613 Pekerja Migran Indonesia (PMI) program Government to Government (G to G) Korea Selatan, di eL Royal Hotel, Kelapa Gading, Jakarta. Senin, kemarin (11/12/2023).
Ada 613 pekerja migran Indonesia penempatan Korea Selatan ini akan bekerja di sektor manufaktur sebanyak 579 PMI dan 34 PMI bekerja di sektor perikanan. Selain pelepasan, Benny juga memberikan pembekalan kepada 77 calon pekerja migran Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Benny Rhamdani kembali mengingatkan jajarannya untuk tak menyakiti hati rakyat, khususnya pekerja migran. Sebab sudah banyak yang mereka berikan kepada bangsa, salah satunya devisa yang sangat besar.
Baca Lainnya :
- Bupati Eman Pacu Atlet Majalengka, Target Tembus Juara Porprov 2026
- Wabup Dena Resmikan Al Khalifah, Harapan Baru Pendidikan Majalengka
- Kapolres Majalengka Taklukkan Ciremai, Kibarkan Merah Putih Raksasa
- Ciracas Targetkan 49 Biopori Jumbo untuk Kurangi Sampah
- AWI Soroti Dugaan Intimidasi Wartawan di DPRD Majalengka, Minta Klarifikasi
"Saya ingin jajaran saya, mereka yang hari ini memimpin di kementerian lembaga mana pun, tahu diri dikit deh jangan sombong dengan pangkat dan jabatan yang tinggi, gelar akademik yang panjang," ujar Benny dalam sambutannya.
Adapun salah satu wujud dirinya menjalankan amanat dari rakyat, termasuk pekerja migran dengan sebaik-baiknya, caranya dengan terbuka soal penghasilan sebagai pejabat.
"Saya terima gaji tiap bulan. Dan saya terbiasa terbuka, saya tiga periode di DPRD Provinsi, saya terbiasa terbuka dengan gaji saya," tutur Benny.
Menurut Benny, dengan gaji sebagai pejabat yang ia terima setiap bulannya, takkan mungkin dirinya bisa kaya-raya. Jika mendadak kaya-raya, kata dia pasti ada penyelewengan.
"Kalau tiba-tiba Benny Rhamdani kaya raya selama tiga tahun, empat tahun tiba-tiba dia beli rumah dimana. Ayo rakyat kontrol saya, pasti korupsi (kalau tiba-tiba saya kaya raya)," beber Benny.
Diakui Benny, dari tunjangan jabatan yang ia peroleh, total penghasilannya sebagai Kepala BP2MI cukup besar. Namun, uang tersebut takkan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup, apalagi gaya hidup.
"Tunjangan saya besar sebagai Kepala Badan, Rp 26 juta ditambah Rp 5 juta, Rp 31 juta. Anak saya empat, satu masih sekolah SMP, tiga mahasiswa, biaya makan? Nggak akan cukup kita bermimpi membeli sesuatu, apalagi hal-hal yang mewah, membeli tambahan mobil," imbuhnya.
Walau demikian, Benny mengaku terbiasa dengan kondisi itu. Menurut dia, situasi tersebut lebih terhormat daripada menjadi pencuri uang rakyat apalagi PMI.
"Demi Allah, gaji yang dimakan anak-istri kita tiap bulan di rumah, mobil dinas, rumah dinas, demi Allah itu diberikan rakyat termasuk pekerja migran Indonesia. Jadi kalau ada yang kerja nggak bener, siapa pun mereka, dia jahat, dia zalim kepada rakyat. Cuma rakyat baik, nggak mau juga doain yang gitu-gituan kan," tandasnya. ** (Anton)




.jpg)



.jpg)








