- Musrenbang RKPD 2027 Resmi Dibuka, Bupati Barito Utara Tekankan Perencanaan Terarah dan Prioritas Pembangunan
- Ketua DPRD Barito Utara Musrenbang RKPD Jadi Wadah Menyelaraskan Aspirasi Masyarakat
- Taufik Nugraha Dorong Revisi RTRWK dan Peningkatan Layanan Pendidikan - Kesehatan
- Hj. Henny Rosgiaty Usulkan Lokasi Strategis Pembangunan Jembatan Lahei
- Salurkan 200 Becak Listrik Banpres Presiden ini Pesan Bupati Blitar Rijanto
- Indonesia–Rusia Perkuat Hubungan Teknologi, PRSI Hadiri Pertemuan di Kedubes Rusia
- Sorot Anggaran Lift Rp 1,8 Miliar di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, CBA Minta Kejati DKI Selidiki
- DPD PSI Majalengka Turun ke Masyarakat, Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Perkuat Struktur Partai
- RoboSports Bangun Ekosistem Olahraga Robotik Modern
- Kolaborasi Peningkatan Kualitas Layanan Pertanahan
Kepala BP2MI Berikan Penghargaan kepada Riyanto, Pekerja Migran Indonesia Selamatkan Wanita Korea Selatan yang Jatuh di Laut

Keterangan Gambar : Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memberikan penghargaan kepada Riyanto
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memberikan penghargaan kepada Riyanto, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Korea Selatan (Korsel) yang telah menyelamatkan seorang wanita warga negara Korsel yang terjatuh ke laut Ulsan Korsel.
Penghargaan dari Kepala BP2MI Benny Rhamdani itu diserahkan langsung oleh Deputi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Amerika dan Pasifik, A. Gatot Hermawan kepada istri Riyanto, Darsih, di Ruang Command Center BP2MI, Jakarta, Jum'at (2/2/2024).
Mewakili Kepala BP2MI, Deputi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Amerika dan Pasifik, A. Gatot Hermawan menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas aksi kemanusiaan yang dilakukan secara heroik terhadap warga Korsel tersebut.
Baca Lainnya :
- DPD PSI Majalengka Turun ke Masyarakat, Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Perkuat Struktur Partai
- Pesantren Al-Mizan Gelar Ramadhan Fest 2026, Hadirkan Zikir hingga Bahtsul Masail
- PLN UID Jakarta Raya Gelar Bazar Sembako Murah Ramadan, 1.200 Paket Disediakan untuk Warga
- Proyek Geothermal Halmahera Barat Disorot, Komisi XII DPR RI Dorong Evaluasi
- Milad ke-65 H. Ateng Sutisna, Doa dan Apresiasi Mengalir untuk Anggota DPR RI dari PKS
“Pemerintah Indonesia sangat bangga dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Saudara Riyanto. Pekerja Migran Indonesia selain sebagai pahlawan devisa juga memiliki semangat membantu sesama dan berjiwa patriotik," ucap Gatot.
Menurut Gatot, aksi penyelamatan yang dilakukan Riyanto itu dapat dikatakan tindakan yang berani. Karena, lanjutnya, Riyanto saat melakukan penyelamatan, suhu di laut Ulsan berdasarkan BMKG Korsel mencapai antara 6,6 derajat Celcius sampai dengan 14,8 derajat Celcius, cukup dingin dan berisiko membahayakan nyawanya.
"Untuk itu pemerintah yang dalam hal ini diwakili oleh BP2MI memberikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya kepada Riyanto," lugas Gatot.
Sementara Riyanto yang hadir secara virtual mengucapkan terima kasih kepada Kepala BP2MI Benny Rhamdani dan seluruh pihak yang sudah mendukung dalam pemberian penghargaan pejuang kemanusiaan ini. Sebelumnya ia juga telah mendapatkan penghargaan dari Kepolisian Pos Penjaga Pantai Ulsan.
“Saya bekerja ke Korsel sejak tahun 2017. Penghargaan ini saya serahkan untuk keluarga saya, juga seluruh Pekerja Migran Indoesia yang bekerja sebagai pelaut asing. Salam satu jiwa!” semangat Riyanto.
Profesor Si Yong Lim dari Korea Coast Guard Academy juga turut menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Saudara Riyanto atas tindakan beraninya menyelamatkan seorang warga negara Korsel.
“Saya mengajar International Relations bagi Coast Guard Officers. Saya pernah menghabiskan masa kecil saya di Indonesia, sehingga saya menganggap sebagian diri saya adalah orang Indonesia. Saya juga berhubungan baik dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Korsel. Tindakan Saudara Riyanto ini adalah salah satu penguat hubungan antara kedua negara, saya ucapkan terima kasih,” ungkap Si Yong Lim yang juga hadir menyaksikan pemberian penghargaan secara virtual.
Adapun kronologi peristiwa penyelamatan wanita Korea Selatan adalah pada tanggal 18 Januari 2024. Riyanto sebagai Pekerja Migran Indonesia asal Desa Purwahamba, Brebes, Jawa Tengah, yang saat ini bekerja di kapal Dongchangho di Bangeojin, Ulsan, Korsel. Ketika kapal dimana tempatnya bekerja sedang bersandar di pelabuhan, Riyanto menyaksikan seorang perempuan terjatuh jatuh ke perairan yang tidak jauh dari pelabuhan Bangeojin, Ulsan, Korsel. Melihat kejadian tersebut, Riyanto langsung melompat ke laut untuk menyelamatkan perempuan tersebut dan memeganginya agar tidak tenggelam, hingga akhirnya penjaga pantai setempat tiba dan menyelamatkan mereka berdua. Perempuan tersebut kemudian diberikan pertolongan pertama untuk membantu pernafasan dan detak jantung sebelum kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk perawatan lanjutan.
Ditambahkan Gatot, Kepala BP2MI menyampaikan pesan kepada para Pekerja Migran Indonesia lainnya, baik dari sektor perikanan dan kelautan maupun sektor lainnya, untuk tetap semangat dalam bekerja dan semoga senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan.
“Tak lupa kami ucapkan juga terima kasih kepada para pegiat Kemanusiaan Pekerja Migran Indonesia di luar negeri, termasuk yang berada di Korsel, lebih khususnya Bapak Ari Purboyo yang juga hadir secara fisik di tengah-tengah kita dan Bapak Paryanto yang hadir secara virtual yang telah melakukan pendampingan dan perhatian yang luar biasa kepada para Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya, juga kepada Bapak Kepala Desa Purwahamba, Brebes, Jawa Tengah yang hadir langsung di sini," imbuhnya.
"Insyaallah senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan-Nya dalam setiap perjuangannya membela Pekerja Migran Indonesia tanpa lelah dan pamrih,” tutup Gatot. ** (Anton)














