- Kemenkop Fasilitasi MoU Koperasi Gambir & ID FOOD untuk Ekspor ke India-Pakistan
- FPPM dan Konsultan Hukum Desak Negara Harus Segera Hadir Atasi Konflik Pertanahan
- Pelebaran Jalan Yetro Sinseng dan Tumenggung Ditargetkan Selesai Desember 2026
- Usung Semangat Sportivitas, Endriansyah Siap Ramaikan Bursa Calon Ketua Umum The Jakmania
- Pembangunan Jalan Daerah di 37 Provinsi Rampung dan Diresmikan Presiden, Total 1.151 Km
- Pak Gembus SPOT Plus Hadir di Tebet, Bukti Inovasi Waralaba Kuliner Indonesia Terus Berkembang
- Pemutihan Denda Pajak Kendaraan di Jakarta Fair 2026 Diminati Pengunjung
- Tangis dan Penantian 75 Tahun: Pemerintah Belanda Akhirnya Minta Maaf kepada Komunitas Maluku
- Bupati Eman Pacu Atlet Majalengka, Target Tembus Juara Porprov 2026
- Wabup Dena Resmikan Al Khalifah, Harapan Baru Pendidikan Majalengka
Kementerian UMKM bersama SMBC Indonesia Dorong Akses Pembiayaan Inklusif bagi UMKM Melalui E-Hub Financial 2025

Keterangan Gambar : Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) bersama SMBC Indonesia dan berkolaborasi dengan Universitas Podomoro, mendorong akses pembiayaan inklusif bagi UMKM
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) bersama SMBC Indonesia dan berkolaborasi dengan Universitas Podomoro, mendorong akses pembiayaan inklusif bagi UMKM melalui ajang Entrepreneur Hub Financial 2025, untuk memperluas akses pembiayaan wirausaha di Indonesia.
Dalam program ini, SMBC Indonesia tidak hanya berperan sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam menyusun modul pelatihan, memberikan pembekalan keuangan, serta melakukan asesmen kelayakan usaha secara menyeluruh. Inisiatif ini sejalan dengan fokus SMBC Indonesia pada pengembangan sektor UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.
Siti Azizah, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI mengungkapkan pada kata sambutannya di Universitas Podomoro Jakarta, Rabu, (28/5), ”Entrepreneur Hub Finance Jakarta Raya 2025 bukan hanya ruang pertemuan. Ini adalah platform kolaborasi. Tempat di mana, UMKM bisa langsung terhubung dengan lembaga pembiayaan, Diperkuat dengan pendampingan dari coach, mentor berpengalaman dan Dukungan akademik dari kampus serta Dibesarkan oleh komunitas yang aktif dan berdampak.”
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Perkuat Promosi Wastra Kalimantan Timur
- Menteri UMKM Apresiasi KURDA Bunga 0 Persen untuk Pengusaha UMKM Sragen
- Menteri Maman Siapkan Aturan Pelindungan dan Perkuatan Ekosistem Digital UMKM
- Menteri Maman Ajak Pengusaha UMKM di NTT Optimalkan KUR
- Menteri UMKM Lantik Sekretaris Kementerian dan Deputi Kewirausahaan
Purnomo B. Soetadi, Head of Retail Lending Business SMBC Indonesia mengatakan, "Sebagai bentuk komitmen SMBC Indonesia untuk mendukung agenda strategis nasional terkait peningkatan rasio wirausaha, kami memahami bahwa UMKM merupakan salah satu pilar penting bagi perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi dan kolaborasi yang apik dari semua pihak dalam ekosistem kewirausahaan; sebagaimana yang Kementerian UMKM Republik Indonesia, SMBC Indonesia, dan Universitas Agung Podomoro canangkan pada hari ini."
Bacellius Ruru, Rektor Universitas Agung Podomoro mengungkapkan, “Sebagai institusi pendidikan yang berbasis pada kewirausahaan, Universitas Agung Podomoro menjalin kemitraan strategis dengan Kementerian UMKM dalam upaya mempercepat pertumbuhan rasio wirausaha di Indonesia. Universitas Agung Podomoro meneguhkan posisinya sebagai Home of CEOs and Leaders di Indonesia melalui komitmen untuk mencetak pemimpin visioner dan wirausahawan tangguh yang mampu memberikan dampak nyata bagi kemajuan bangsa."
Melalui Entrepreneur Hub Financial 2025, sejumlah wirausaha terkurasi dari wilayah Jabodetabek akan dibekali pelatihan literasi keuangan, penyusunan rencana bisnis, serta pendampingan intensif oleh tim dari SMBC Indonesia dan Universitas Agung Podomoro. Tujuan dari kegiatan ini adalah mencetak pelaku wirausaha yang bankable dan memiliki prospek usaha yang berkelanjutan. Proses ini diharapkan menjadi jembatan yang efektif antara dunia usaha kecil dan lembaga keuangan.
“Kami sangat mengapresiasi peran aktif SMBC Indonesia dalam program ini, yang mencerminkan pendekatan kolaboratif oleh sektor perbankan dalam menghadapi tantangan pembiayaan UMKM yang selama ini terbentur minimnya literasi keuangan, ketidaksiapan dokumen persyaratan, hingga keterbatasan pemahaman soal skema pembiayaan alternatif,” tambah Siti Azizah, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI
Program ini diharapkan menjadi model sinergi yang berkelanjutan antar pemangku kepentingan seperti pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan akademisi, demi menguatkan ekosistem kewirausahaan secara keseluruhan. Program ini juga menjadi salah satu pembuktian bahwa institusi keuangan seperti SMBC Indonesia tidak hanya menambil peran sebagai pemberi dana semata, namun juga berperan aktif sebagai mitra pemberdaya bagi wirausaha Indonesia.
“Rangkaian program yang kami mulai hari ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas wirausaha para pelaku UMKM, sehingga nantinya dapat membantu mereka untuk mempermudah akses pembiayaan untuk pengembangan usahanya. Kami berharap, upaya yang kami lakukan bersama para UMKM yang ini nantinya dapat turut memacu pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di Indonesia,” tutup Purnomo.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).











.jpg)





