- Kodim 0506/Tgr Deteksi Dini Keamanan Dengan Patroli Pos Ronda.
- IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli, Dorong Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pascabencana
- Koramil 01/Teluknaga Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau Panjang.
- Koramil 04/Ciledug Turun Tangan, Pasar Lembang Dibersihkan dari Sampah.
- Gabungan Wartawan Bersatu dalam Doa, KWP Gelar Doa Bersama di Kompleks DPR/MPR RI
- Kementerian UMKM Perkuat Kapasitas UMKM Aceh Terdampak Bencana
- Landing Page UMKM Sumatera Bangkit Jadi Kanal Baru Pemulihan Usaha Pascabencana
- Maulid Nabi Muhammad SAW, Bupati Barito Utara Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kepedulian Sosial
- Menkop Ferry Tegaskan Koperasi Jadi Tiang Utama Ekonomi Daerah
- Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam.
KemenKopUKM, LPDB dan Dekranas Gandeng Yayasan PTI Dukung Perluas Ekosistem Digital UMKM Bagi Disabilitas

Jakarta,MegapolitanPos.com - Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) berkolaborasi dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) serta Yayasan Perempuan Tangguh Indonesia (PTI) mendukung perluasan ekosistem digital sebagai program pemberdayaan UMKM penyandang disabilitas.
KemenKopUKM menjalin kolaborasi tersebut dalam rangka mendorong terbentuknya ekosistem digital bagi kalangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sebelumnya Pemerintah menargetkan sebanyak 30 juta UMKM telah terakselerasi dengan ekonomi digital pada 2024.

Baca Lainnya :
- Dokumen Boedel Pailit Dipersoalkan, Kuasa Hukum Abu Hasan Minta Pengadilan Lakukan Audit
- Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Life Tegaskan Komitmen Utamakan Nasabah
- Pimpin Apel HUT RI KE-81 Wali Kota Blitar Ajak Warga Jaga Keutuhan NKRI
- Peringati Hari Veteran Nasional, Bandung Serukan Kolaborasi dan Pelayanan untuk Masyarakat
- Launching Kopi Bubuk Konvensional Jos Jiz Siap Jadi Pesaing Pasar Internasional
Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan UMKM (LPDB-KUMKM) Supomo dalam keterangan resminya, Selasa (6/9) menyatakan, pihaknya siap memberikan dukungan termasuk kolaborasi program bagi para pelaku UKM disabilitas. Ia mengatakan, pihaknya sangat berkepentingan untuk mendukung teman-teman pelaku ekonomi disabilitas agar bisa tumbuh dan berkembang.
“Kami siap bersinergi serta mendukung pembiayaan melalui badan hukum koperasi sesuai persyaratan yang ada,” ujarnya.
Hal tersebut juga berkenaan dengan agenda Dekranas bertemakan Cerita Kriya yang akan diselenggarakan di Bali pada 8 September 2022. Bali memang dipilih menjadi tempat untuk menggelar program pemberdayaan UMKM bagi penyandang disabilitas.
Selain merupakan destinasi favorit wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara, Bali dianggap sebagai tempat yang tepat untuk memasarkan produk kriya UMKM. Harapannya, produk-produk kerajinan UMKM dapat bersaing di pasar lokal dan semakin dikenal luas secara global.
Bukan cuma itu, Bali juga dipilih sebagai bentuk dukungan agar kondisi perekonomian masyarakat setempat yang sempat terpukul akibat pandemi COVID-19 dapat segera pulih kembali. Kemudian pertimbangan lainnya, lantaran di Bali juga banyak pelaku UKM penyandang disabilitas yang potensial.
Terkait dengan program pemberdayaan UMKM bagi penyandang disabilitas, Komunitas PTI yang bergerak di bidang sosial, pendidikan, dan pemberdayaan UMKM disabilitas memberikan tambahan soft skill berupa pelatihan, bimbingan teknis, sosialisasi, Forum Group Discussion (FGD), dan forum konsultasi untuk mengasah kapasitas dan sumber daya UKM disabilitas.
Ketua Umum PTI Myra Winarko berharap dapat bersinergi dengan para pihak. Tentunya agar tercipta koperasi dan UKM disabilitas yang berkualitas, mempunyai daya saing, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerahnya, dan membuka peluang kerja bagi 31 juta kaum disabilitas di Indonesia.
“Sebagai inkubator, PTI juga berusaha membuka link bisnis bagi para pelaku usaha UMKM penyandang disabilitas,” kata Myra.
Selain membina, kaum disabilitas diharapkan dapat melangkah secara berkesinambungan untuk tujuan pembangunan berkelanjutan, No One Left Behind. “Lulusan pelatihan PTI ini ada yang sudah mandiri, dan ada pula yang sudah dapat masuk pasar kerja sebagai tenaga profesional,” ucapnya.
Selanjutnya dalam rangka upaya pembinaan dan pemasaran secara digital bagi UMKM penyandang disabilitas, PTI berencana akan menggandeng beberapa perusahaan besar, untuk membuat platform agar bisa memberikan pelatihan-pelatihan pada disabilitas sehingga dapat masuk ke dunia digital secara mandiri.(ASl/Red/MP).







.jpg)








