- Menikmati Buka Puasa di Atas Awan: Festival Ramadhan Hotel Neo Puri Indah Hadirkan City View Jakarta Barat dari Lantai 10
- PRSI Perluas Edukasi Robotika melalui Kunjungan ke SDN 01 Menteng
- Dekranasda Barito Utara Perkuat Pembinaan IKM Lewat Perlindungan Hak Cipta Batik
- BPK RI Lakukan Pemeriksaan Terinci, Pemkab Barito Utara Perkuat Pengawasan dan Tata Kelola Keuangan
- Pemkab Barito Utara Sambut Pemeriksaan Terinci BPK RI atas Laporan Keuangan
- Semarak Hari Jadi ke-186 Majalengka, Ribuan Warga Ikuti Jalan Santai di Jatitujuh
- Camat Palasah Tegaskan Prioritas Pembangunan Saat Buka Musrenbang RKPD 2027
- Menaker: Integritas dan Profesionalisme Kunci Layanan Publik Berkualitas
- Ade Duryawan Serap Aspirasi Masyarakat Palasah Lewat Musrenbang Kecamatan
- Dede Fauji Resmi Dilantik Jadi Kaur Keuangan Desa Sangkanhurip
Kemenkes RI Sebut Tugas Komunitas TB Army Melacak Pasien Terdiagnosis TBC RO yang Belum Mulai Pengobatan

Keterangan Gambar : Perwakilan komunitas TB Army dan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, Imran Pambudi saat foto bersama usai acara penyematan pin TB Army.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI meluncurkan komunitas TB Army untuk memerangi penyakit tuberkulosis alias TBC.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, Imran Pambudi mengungkapkan, TB Army nantinya bertugas melacak pasien yang terdiagnosis TBC RO. Setelah menemukan, lanjut Imran, kemudian diobati sampai sembuh.
"Jadi pertama harus menemukan dulu, kemudian mulai mengobati dan harus pastikan orang yang diobati mau berobat sampai sembuh. Jadi ini yang dilakukan teman-teman TB Army mencari orang yang sudah dinyatakan positif tapi belum melakukan pengobatan,’’ kata Imran kepada media, usai meluncurkan TB Army di Jakarta, Selasa sore (29/8/2023).
Baca Lainnya :
- Menikmati Buka Puasa di Atas Awan: Festival Ramadhan Hotel Neo Puri Indah Hadirkan City View Jakarta Barat dari Lantai 10
- PRSI Perluas Edukasi Robotika melalui Kunjungan ke SDN 01 Menteng
- Dekranasda Barito Utara Perkuat Pembinaan IKM Lewat Perlindungan Hak Cipta Batik
- BPK RI Lakukan Pemeriksaan Terinci, Pemkab Barito Utara Perkuat Pengawasan dan Tata Kelola Keuangan
- Pemkab Barito Utara Sambut Pemeriksaan Terinci BPK RI atas Laporan Keuangan

Kegiatan TB Army, kata Imran, berjalan dengan mengoptimalkan peran penyintas tuberkulosis dan organisasi penyintas tuberkulosis.
"Mereka yang pernah mengalami TBC akan berbagi edukasi seputar penyakit TB kepada pasien agar segera menjalani pengobatan," imbuhnya.
"TB Army akan bekerja di 14 provinsi dan 47 kabupaten/kota. Ini merupakan bentuk komitmen kuat dari seluruh elemen masyarakat termasuk POP-TB (Perhimpunan Organisasi Pasien TB Indonesia) untuk mewujudkan eliminasi tuberkulosis tahun 2030," papar Imran.
Imran menyebut, berdasarkan data TB per Januari hingga Juli 2023, terdapat kasus TBC RO sejumlah 7.600, tapi yang memulai pengobatan baru sekitar 4.400 atau sekitar 58 persen.
"Saya berharap TB Army yang dijalankan POP-TB dapat berkontribusi optimal dalam penelusuran pasien yang belum mulai pengobatan. Serta meningkatkan keberhasilan pengobatan TBC RO dengan mengoptimalkan peran penyintas TB dan organisasinya," ucap Imran.
"Jadi saya kira kita sangat tepat memilih teman-teman di sini untuk bisa meyakinkan orang sudah terdiagnosis untuk segera memulai pengobatan. Karena kalau tidak memulai pengobatan, TBC pasti tidak bisa disembuhkan karena ini adalah penyakit menular," tandasnya menambahkan.(*)











.jpg)





