- KUR Rp70 Triliun untuk Sektor Mikro, Pemerintah Gaspol Tekan Kemiskinan Ekstrem
- Ketua DPRD Hadiri Pelantikan Pejabat Barito Utara, Dukung Penguatan Kinerja Birokrasi
- Kapolsek dan Anggota Polsek Danau Paris Dilaporkan ke Bareskrim Polri
- Pemkot Jaktim Perkuat Sinergi Wajib Belajar 13 Tahun dan Penanganan Anak Tidak Sekolah
- Bupati Barito Utara Lantik Pejabat,Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik
- RPTRA Jadi Garda Terdepan, Pramono Anung Tegaskan Pentingnya Ketahanan Keluarga
- Kesbangpol Barut Ajak ASN Tingkatkan Kinerja, Masyarakat Diminta Jaga Kondusivitas
- Sjafrie Sjamsoeddin dan Koizumi Shinjiro Sepakat Perkuat Stabilitas Kawasan Indo-Pasifik
- Kenaikan BBM Non-Subsidi Berlaku Hari Ini, Pertalite dan Solar Tetap Stabil
- KDMP Desa Gununggede Perkokoh Perekonomian Desa Mandiri dan Sejahtera
Keluar Hanya dengan Baju di Badan: Kisah Pilu Korban Kebakaran di Gang Keluarga Dermaga

MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh – Musibah kebakaran yang melanda permukiman warga di Gang Keluarga, Jalan Meranti Dermaga, meninggalkan duka mendalam sekaligus kisah pilu yang menggugah hati. Sejumlah rumah warga hangus dilalap api, menyisakan trauma dan kehilangan bagi para korban.
Salah satu korban, Ny Mala, menceritakan detik-detik menegangkan saat kebakaran terjadi. Kala itu, ia berada seorang diri di rumah dalam kondisi sakit, sementara suami ( Junaidi) dan anaknya sedang berada di Desa Lahei untuk urusan keluarga.
“Saya sedang berbaring karena sakit, tiba-tiba terdengar keributan di luar,” tuturnya Minggu (01/02/2026)
Baca Lainnya :
- KUR Rp70 Triliun untuk Sektor Mikro, Pemerintah Gaspol Tekan Kemiskinan Ekstrem
- Ketua DPRD Hadiri Pelantikan Pejabat Barito Utara, Dukung Penguatan Kinerja Birokrasi
- Kapolsek dan Anggota Polsek Danau Paris Dilaporkan ke Bareskrim Polri
- Pemkot Jaktim Perkuat Sinergi Wajib Belajar 13 Tahun dan Penanganan Anak Tidak Sekolah
- Bupati Barito Utara Lantik Pejabat,Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik
Saat berusaha bangun dan melihat keadaan sekitar, asap tebal telah memenuhi seluruh ruangan rumahnya.
Ny Mala sempat berusaha keluar dan berniat kembali masuk untuk menyelamatkan barang-barang berharga. Namun upaya tersebut tak mungkin dilakukan karena asap semakin pekat.
“Saya menjenguk keluar dan mau kembali lagi ke dalam untuk menyelamatkan barang-barang, tapi tidak bisa lagi karena seluruh ruangan sudah penuh asap,” ucapnya penuh kesedihan.
Dalam kondisi darurat, Ny Mala turun dari lantai atas akhirnya memilih menyelamatkan diri. Ia keluar rumah hanya dengan pakaian yang melekat di badan, tanpa membawa satu pun barang yang bisa diselamatkan.
Meski kehilangan tempat tinggal dan harta benda, ia bersyukur nyawanya masih tertolong.
Kisah pilu serupa juga disampaikan Dina, putri dari Bapak Nurpansyah, pemilik rumah yang pertama kali terlihat menjadi titik awal munculnya api.
Dengan mata berkaca-kaca, Dina mengaku tidak ada satu pun barang yang berhasil diselamatkan.
“Waktu itu mama ulun sedang di pasar berjualan. Ulun dan ading yang ada di rumah, tapi api datang dengan tiba-tiba. Kami langsung keluar dan tidak sempat membawa apa-apa,” ucap Dina lirih.
Musibah kebakaran ini tak hanya menghanguskan bangunan dan harta benda, tetapi juga meninggalkan luka batin mendalam bagi para korban.
Namun di tengah duka, ketabahan dan rasa syukur masih terpancar dari mereka yang selamat. Harapan kini tertumpu pada uluran tangan, solidaritas, dan kepedulian bersama untuk membantu para korban bangkit dan menata kembali kehidupan mereka.
(A)














