- Menkop Ferry Optimis Satu Data Indonesia Bakal Percepat Proses Pembangunan Gerai Kopdes Merah Putih
- Pemkab Majalengka dan OJK Dorong Relaksasi KUR, Perbankan Diharap Turut Berkontribusi
- Pemkab Barito Utara Dorong Konsolidasi Ormas TBBR Lewat Rapimda I
- Fuomo Dorong Kreator Indonesia Jadi Pelaku Bisnis, Siapkan Fitur AI Analytics Engine
- DPRD Sambut Positif Langkah Pemkot Tangerang Akhiri Kerja Sama PSEL Dengan PT Oligo
- Darurat Sampah Nasional : DPRD Minta Pemkot Kota Tangerang Mentransformasi Tata Kelola Sampah
- DPRD Apresiasi Respons Cepat Pemkot Tangerang Tangani Banjir
- Ketua DPRD Terima Tokoh Agama dan Masyarakat, Tabayun Soal Isu Revisi Perda 7 & 8
- AC Manual vs AC Digital di Mobil Modern: Prinsip Sama, Cara Rawatnya Tak Boleh Salah
- Raymond Indra dan Joaquin Ukir Runner-up di Istora, Disebut Penerus Kevin/Marcus
Kadis Kominfo Tutup Sekolah Jurnalistik PWI Kabupaten Asahan Tahun 2022

Keterangan Gambar : Kadis Kominfo Tutup Sekolah Jurnalistik PWI Kabupaten Asahan Tahun 2022
MEGAPOLITANPOS.COM, Asahan - Bupati Asahan diwakili Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Asahan Syamsuddin SH MM menutup secara resmi Sekolah Jurnalistik PWI Kabupaten Asahan tahun 2022, bertempat di Aula Kantor PWI, Minggu (23/10/2022).
Ketua Panitia Sekolah Jurnalistik PWI Kabupaten Asahan Rasuddin Sihotang melaporkan, bahwa kegiatan Sekolah Jurnalistik PWI Kabupaten Asahan tahun 2022 yang dimulai dari tanggal 1 hingga 23 Oktober, dilaksanakan seminggu dua kali, yaitu hari Sabtu dan Minggu, sudah selesai dengan baik.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan baik. Setelah ini, kami memberikan kesempatan kepada para peserta untuk ikut magang di lapangan bersama pengurus atau anggota PWI Kabupaten Asahan,” kata Rasuddin yang juga merupakan Wakil Ketua Bidang Pendidikan.
Baca Lainnya :
- Pemkab Majalengka dan OJK Dorong Relaksasi KUR, Perbankan Diharap Turut Berkontribusi
- DPRD Sambut Positif Langkah Pemkot Tangerang Akhiri Kerja Sama PSEL Dengan PT Oligo
- Darurat Sampah Nasional : DPRD Minta Pemkot Kota Tangerang Mentransformasi Tata Kelola Sampah
- DPRD Apresiasi Respons Cepat Pemkot Tangerang Tangani Banjir
- Ketua DPRD Terima Tokoh Agama dan Masyarakat, Tabayun Soal Isu Revisi Perda 7 & 8
Sementara, Ketua PWI Kabupaten Asahan Indra Sikoembang mengatakan ilmu jurnalistik adalah ilmu yang baik. Karena didalamnya mengandung Bahasa Indonesia. Disini diajarkan bagaimana menggunakan dan mengolah Bahasa Indonesia yang baik. Semoga tahun depan kegiatan ini bisa kita gelar kembali, awalnya ada 22 orang peserta. Namun, ada beberapa yang tidak berkompeten.
“Para peserta ini sudah bisa menjadi Wartawan. Sekolah ini telah memberikan delapan materi. Tentunya ini bisa menjadi bekal para peserta dalam kegiatan lain maupun kehidupan sehari-hari. Saya lihat, para peserta sudah sangat baik dalam mencerna ilmu yang dimaterikan di Sekolah Jurnalistik ini. Tentunya saya berharap, ilmu yang didapat bisa bermanfaat dengan baik,” kata Indra.
Dalam kegiatan ini, perwakilan peserta diberikan kesempatan mengungkapkan kesan dan pesan yang ungkapkan oleh Cindy Paradila. Dirinya menceritakan banyak hal yang mengesankan saat mengikuti sekolah Jurnalistik.
“Alhamdulillah, kami banyak diberikan pengetahuan tentang jurnalistik, dari kode etik, undang-undang, menulis bahkan mengambil gambar yang benar dari para mentor yang sangat luar biasa. Kami bangga dan terharu. Terimakasih kepada PWI Kabupaten Asahan. Semoga PWI Kabupaten Asahan bisa menggelar kembali kegiatan ini,” ucap Cindy.
Kemudian, Kadis Kominfo Syamsuddin mengatakan hasil kegiatan ini menjadi bahan laporan untuk agenda tahun depan. Jika bermanfaat maka akan kembali digelar, dari sisi penampilan dan penyampaian sangat penting dalam menunjukkan potensi dan kelakuan sehari-hari. Ia pun berharap, ilmu yang didapat bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pemerintah ingin menaikkan sumber daya manusia. Program ini sudah disampaikan oleh Bapak Bupati ke Kemendagri, dengan tujuan mencerdaskan anak bangsa. Kalian sudah dinyatakan semi Wartawan. Kalau bisa menjadi Wartawan, jadilah Wartawan yang baik. Kalau tidak menjadi wartawan, maka jadilah penulis yang bisa disukai masyarakat. Kritiklah pemerintah, tapi dengan kritik yang membangun, jangan pernah membuat tulisan hoax, apalagi sampai dipublikasikan. Berikanlah informasi yang baik kepada masyarakat,” pungkas Syamsuddin. (DS)












.jpg)




