- Fauzi Arfan Resmi Jadi Ketum AASI Periode 2026 - 2029
- Polisi Pastikan Tak Ada Korban Tewas Akibat Senpi, Tragedi Berdarah Di Teweh Timur
- Bupati Majalengka Bongkar Dugaan Konstruksi Bermasalah di Balik Ambruknya Atap SD
- Edy Kusnadi Resmi Jadi Calon Dirut Bank Kalbar, Ini Strateginya Perkuat Ekonomi di Kalbar
- KDMP Desa Tegalrejo Selopuro Didukung Msyarakat Perkuat Ekonomi Desa
- Bentengi Barito Utara Dari Konflik Sosial, Kesbangpol Perkuat Deteksi Dini Dan Kolaborasi Lintas Sektor
- Jeritan dari Daerah! H. Iing Misbahuddin, SM, SH Soroti Ketimpangan Nasib Buruh
- Listrik Padam di Tengah Paripurna, DPRD Tetap Gas Kritik Keras Kinerja Pemda 2025
- Ketua Dprd Barito Utara Berikan Apresiasi Dan Tekankan Fungsi Pengawasan Dalam Paparan Skema Pembangunan Multiyears
- Cara Cerdas Bupati Shalahuddin, Percepat Pembangunan Fisik, Ringankan Beban APBD, Hindari Eskalasi Harga, Terapkan Skema Bayar Bertahap Hingga 2029
Kadis Kominfo Tutup Sekolah Jurnalistik PWI Kabupaten Asahan Tahun 2022

Keterangan Gambar : Kadis Kominfo Tutup Sekolah Jurnalistik PWI Kabupaten Asahan Tahun 2022
MEGAPOLITANPOS.COM, Asahan - Bupati Asahan diwakili Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Asahan Syamsuddin SH MM menutup secara resmi Sekolah Jurnalistik PWI Kabupaten Asahan tahun 2022, bertempat di Aula Kantor PWI, Minggu (23/10/2022).
Ketua Panitia Sekolah Jurnalistik PWI Kabupaten Asahan Rasuddin Sihotang melaporkan, bahwa kegiatan Sekolah Jurnalistik PWI Kabupaten Asahan tahun 2022 yang dimulai dari tanggal 1 hingga 23 Oktober, dilaksanakan seminggu dua kali, yaitu hari Sabtu dan Minggu, sudah selesai dengan baik.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan baik. Setelah ini, kami memberikan kesempatan kepada para peserta untuk ikut magang di lapangan bersama pengurus atau anggota PWI Kabupaten Asahan,” kata Rasuddin yang juga merupakan Wakil Ketua Bidang Pendidikan.
Baca Lainnya :
- Bupati Majalengka Bongkar Dugaan Konstruksi Bermasalah di Balik Ambruknya Atap SD
- KDMP Desa Tegalrejo Selopuro Didukung Msyarakat Perkuat Ekonomi Desa
- Jeritan dari Daerah! H. Iing Misbahuddin, SM, SH Soroti Ketimpangan Nasib Buruh
- Listrik Padam di Tengah Paripurna, DPRD Tetap Gas Kritik Keras Kinerja Pemda 2025
- Pelajar Jadi Garda Terdepan, Polres Majalengka Gencarkan Edukasi Bahaya Narkoba di Sekolah
Sementara, Ketua PWI Kabupaten Asahan Indra Sikoembang mengatakan ilmu jurnalistik adalah ilmu yang baik. Karena didalamnya mengandung Bahasa Indonesia. Disini diajarkan bagaimana menggunakan dan mengolah Bahasa Indonesia yang baik. Semoga tahun depan kegiatan ini bisa kita gelar kembali, awalnya ada 22 orang peserta. Namun, ada beberapa yang tidak berkompeten.
“Para peserta ini sudah bisa menjadi Wartawan. Sekolah ini telah memberikan delapan materi. Tentunya ini bisa menjadi bekal para peserta dalam kegiatan lain maupun kehidupan sehari-hari. Saya lihat, para peserta sudah sangat baik dalam mencerna ilmu yang dimaterikan di Sekolah Jurnalistik ini. Tentunya saya berharap, ilmu yang didapat bisa bermanfaat dengan baik,” kata Indra.
Dalam kegiatan ini, perwakilan peserta diberikan kesempatan mengungkapkan kesan dan pesan yang ungkapkan oleh Cindy Paradila. Dirinya menceritakan banyak hal yang mengesankan saat mengikuti sekolah Jurnalistik.
“Alhamdulillah, kami banyak diberikan pengetahuan tentang jurnalistik, dari kode etik, undang-undang, menulis bahkan mengambil gambar yang benar dari para mentor yang sangat luar biasa. Kami bangga dan terharu. Terimakasih kepada PWI Kabupaten Asahan. Semoga PWI Kabupaten Asahan bisa menggelar kembali kegiatan ini,” ucap Cindy.
Kemudian, Kadis Kominfo Syamsuddin mengatakan hasil kegiatan ini menjadi bahan laporan untuk agenda tahun depan. Jika bermanfaat maka akan kembali digelar, dari sisi penampilan dan penyampaian sangat penting dalam menunjukkan potensi dan kelakuan sehari-hari. Ia pun berharap, ilmu yang didapat bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pemerintah ingin menaikkan sumber daya manusia. Program ini sudah disampaikan oleh Bapak Bupati ke Kemendagri, dengan tujuan mencerdaskan anak bangsa. Kalian sudah dinyatakan semi Wartawan. Kalau bisa menjadi Wartawan, jadilah Wartawan yang baik. Kalau tidak menjadi wartawan, maka jadilah penulis yang bisa disukai masyarakat. Kritiklah pemerintah, tapi dengan kritik yang membangun, jangan pernah membuat tulisan hoax, apalagi sampai dipublikasikan. Berikanlah informasi yang baik kepada masyarakat,” pungkas Syamsuddin. (DS)

















