- 40 Hari Wafatnya Alvaro, Kapolres Jaksel Melalui Kapolsek Pesanggrahan Terus Beri Trauma Healing dan Bantuan
- Manfaatkan Lumpur Banjir, Kapolda Aceh Serahkan Ribuan Karung Tanam Untuk Masyarakat Aceh Tamiang
- Bupati Shalahuddin Dorong Pendidikan Digital SMPN 1 Benangin Terima Laptop dan Starlink
- Pemancangan Tiang Listrik, Bupati Barito Utara Ajak Warga Jaga Fasilitas Bersama
- Akses Listrik Diperluas, Pemkab Barito Utara Dorong Pemerataan Pembangunan Desa
- BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam Sumbar
- Dana Desa 2025 Desa Sangkanhurip Sindang Dilaksanakan Tahun 2026, DPMD Majalengka Memilih Diam
- Direktorat Reserse PPA-PPO dan Layanan Hotline Polri Bakal Diluncurkan, Siap Tangani Laporan KDRT
- Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih Dialihkan Dari Lapangan Winodadi, ini Alasannya
- Dari Penggemar K-Pop ke Bintang Film: Langkah Internasional Saskia Chadwick di Korea
Janji Tinggal Janji PT BAT Tak Temui Pemilik Lahan Meski Ada Kesepakatan Tertulis

MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh – Polemik antara pemilik lahan, Setahan Awing Nu, dengan perusahaan tambang PT Bahtera Alam Tamiang (BAT) yang beroperasi di wilayah Desa Bintang Ninggi II hingga kini tak kunjung menemui titik terang. Meski telah ada kesepakatan tertulis sejak awal Desember 2025, perusahaan dinilai mengabaikan komitmen yang telah disepakati bersama.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Awing Nu, Selasa (06/01/2026).
Ia mempertanyakan kesungguhan dan itikad baik PT BAT yang hingga kini belum melaksanakan poin penting dalam surat pernyataan hasil pertemuan pada 3 Desember 2025.
Dalam poin ketiga surat tersebut, secara tegas disebutkan bahwa pihak perusahaan mengultimatum owner PT BAT untuk memberikan penjelasan dalam waktu 1x24 jam, baik secara informasi maupun kesiapan hadir, terhitung selama tiga hari sejak surat pernyataan ditandatangani oleh para pihak. Namun, hingga berita ini diturunkan, komitmen tersebut tidak pernah direalisasikan.
“Sampai hari ini pihak PT BAT belum juga menemui saya sebagai pemilik lahan. Padahal kesepakatan sudah jelas dan tertulis,” tegas Awing Nu.
Baca Lainnya :
- 40 Hari Wafatnya Alvaro, Kapolres Jaksel Melalui Kapolsek Pesanggrahan Terus Beri Trauma Healing dan Bantuan
- Manfaatkan Lumpur Banjir, Kapolda Aceh Serahkan Ribuan Karung Tanam Untuk Masyarakat Aceh Tamiang
- Bupati Shalahuddin Dorong Pendidikan Digital SMPN 1 Benangin Terima Laptop dan Starlink
- Pemancangan Tiang Listrik, Bupati Barito Utara Ajak Warga Jaga Fasilitas Bersama
- Akses Listrik Diperluas, Pemkab Barito Utara Dorong Pemerataan Pembangunan Desa
Akibat ketidakjelasan tersebut, Awing Nu mengaku terpaksa menghentikan sementara aktivitas operasional di atas lahan miliknya.
Menurutnya, kondisi berlarut seperti ini justru merugikan masyarakat lokal yang bekerja di lokasi tersebut.
“Kami butuh kejelasan. Kalau begini terus dan tidak ada penyelesaian, kasihan juga masyarakat yang bekerja di sana. Untuk sementara, operasional di lahan kami hentikan sampai urusan ini selesai,” ujarnya.
Awing Nu berharap PT BAT segera menunjukkan itikad baik dengan menemuinya agar persoalan ini tidak berlarut-larut. Terlebih lagi, ia menegaskan bahwa kontrak kerja sama antara dirinya dan perusahaan telah lama berakhir dan tidak pernah diperpanjang.
“Kontrak itu berakhir sejak 2 Januari 2024. Artinya sudah hampir dua tahun ini tidak ada perpanjangan kontrak,” jelasnya.
Sementara itu, di tempat yang sama, Ketua GPD Alur Barito, Hison, turut mendesak PT BAT agar segera menyelesaikan persoalan sesuai kesepakatan yang telah dibuat. Ia menilai sikap perusahaan yang terus menunda pertemuan sangat disayangkan dan berpotensi memicu hal yang tidak di inginkan.
“Waktu itu sudah disepakati, PT BAT akan segera datang menemui pemilik lahan. Tapi faktanya sampai hari ini janji itu tidak dipenuhi,” kata Hison.
Bahkan, Hison mempertanyakan apakah ada unsur kesengajaan dari pihak perusahaan yang membiarkan persoalan ini berlarut-larut hingga berpotensi menimbulkan gesekan di tengah masyarakat lokal.
“Jangan sampai ini disengaja hingga memicu pergesekan antara pemilik lahan dan masyarakat lokal yang bekerja di pelabuhan tersebut,” tegas Hison.
(A)


.jpg)


.jpg)




.jpg)




