Ini Kronologis Kejadian Rudapaksa Bocah 8 Tahun di Sukabumi

By Achmad Sholeh(Alek) 19 Jan 2023, 19:58:45 WIB Peristiwa
Ini Kronologis Kejadian Rudapaksa Bocah 8 Tahun di Sukabumi

Keterangan Gambar : Poto Istimewa


Megapolitanpos.com, Sukabumi- Miris, seorang bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar, IS (8) menjadi korban Rudapaksa oleh terduga pelaku berinisial RP(31) yang adalah pamannya sendiri.

Peristiwa tersebut berawal ketika sang Korban IS dititipkan neneknya yang berinisial SAI kepada bibi korban, alasannya karena nenek IS sedang mengurus adik korban yang dalam perawatan di rumah sakit.

Namun entah mengapa selanjutnya Korban IS malah dititipkan oleh bibinya ke rumah pamannya RP hingga terjadilah perlakuan tidak senonoh antara terduga pelaku dan korban.

Baca Lainnya :

Kepada awak media, nenek IS menceritakan awal kejadian saat dirinya mengetahui sang cucu jadi korban rudapaksa. Dirinya yang juga sebagai guru disalah satu sekolah dasar di Sukabumi melihat cucunya IS merintih kesakitan disaat sedang jam istirahat di sekolah. Bahkan nenek SAI pun melihat cucunya sempat terjatuh dan tak mampu berjalan.

" Saya kan guru ya, dan IS selain cucu dia juga murid saya, saya melihat cucu saya sedang duduk sambil merintih kesakitan, badannya penuh keringat dan wajahnya pucat, dan ketika saya dekati dia kelihatan ketakutan," ujar nenek SAI," dikediamannya, Sukabumi, Kamis(19/01/2023).

Melihat kondisi cucunya tersebut, dia langsung melarikannya ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan pemeriksaan medis dan terkejut ketika pihak RS menyatakan bahwa IS mengalami tindakan kekerasan seksual.

" Dokter tolong ini cucu saya, tolong diperiksa dan di visum, saya tidak usah pakai BPJS lewat umum saja," terang nenek SAI.

Setelah dilakukan pemeriksaan medis, nenek SAI terkejut, karena pihak RS menyarankannya Untuk melaporkan ke pihak kepolisian tentang apa yang di alami Korban.

" Kami tidak bisa menjelaskan sekarang Bu, sebelum ibu melapor ke Polisi,"pinta pihak rumah sakit kepada nenek SAI. Dan setelah saya melapor ke kepolisian Polres Sukabumi Kota dan langsung di BAP akhirnya saya tahu bahwa korban mengalami tindakan kekerasan seksual," ungkapnya.

Berdasarkan hasil visum diketahui IS diduga telah menjadi korban rudapaksa. Nenek SAI semakin terkejut saat sang cucu bercerita bahwa yang menodai dirinya adalah sang paman.

" Saya membujuk cucu saya untuk menceritakan kejadian yang dialaminya, sambil menangis dia cerita bahwa paman R telah melakukan tindakan tidak senonoh dengan cucu saya," terangnya.

Adapun aksi bejat sang paman itu bermula saat IS cucunya dititipkan kepada bibi korban.

Entah mengapa bibi korban tidak melakukan konfirmasi ketika korban berpindah menitipkannya kembali ke pamannya RP selanjutnya terjadilah peristiwa tersebut.

Dari peristiwa yang dialami korban, saat ini kondisinya sangat memprihatinkan dan nenek SAI akan melakukan upaya pendampingan kepada instansi terkait untuk mengembalikan  kondisi korban.

" Kondisinya berubah, kemauan untuk belajar menurun, sering menyendiri dan melamun dan kalau didekati masih suka takut," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan seorang nenek mendatangi kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Menteng, Jakarta Pusat.

Kedatangan sang nenek berinisial SAI memohon kepada KPAI untuk mengawasi kasus rudapaksa yang dialami sang cucu IS (8),  Karena penanganan kasus rudakpaksa yang menimpa cucunya tak kunjung disidangkan, Adapun pelaku dalam kasus ini ialah RP (31) yang merupakan paman korban.

 •Nenek SAI Dilaporkan kasus pengeroyokan*

Semula untuk mendapatkan informasi yang jelas nenek SAI kemudian mendatangi rumah terduga pelaku yang berjarak sekitar 3 KM dari TKP untuk konfirmasi secara baik baik. Namun karena terduga pelaku merasa ketakutan karena merasa bersalah, maka terduga pelaku berusaha kabur.

Nenek SAI mencoba menghalangi terduga pelaku yang berusaha kabur namun ia didorong oleh terduga pelaku hingga tersungkur.

Mendapati terduga pelaku kabur, akhirnya nenek SAI mengaku spontan berteriak hingga mengundang massa berdatangan dan terjadilah pengeroyokan oleh massa.

Pihak keluarga korban mendapati terduga pelaku mengalami luka akhirnya melaporkan kejadian yang dianggapnya sebagai korban pengeroyokan dan nenek IS dituding sebagai yang memprovokasi massa.

" Ironis ya, saya seorang nenek berusia 61 tahun, apa iya melakukan pengeroyokan terhadap pelaku RP berusia 31 tahun, karena apa yang dialami pelaku pada saat tersebut secara spontan dilakukan oleh massa ,karena massa berusaha menahan pelaku untuk kabur dan pelaku melawan," kata nenek SAI, dikediamannya, Sukabumi, Kamis(19/01/2022).

Untuk kasus dugaan pengeroyokan tersebut kasusnya sendiri masih berproses dan saat ini masih dalam penyidikan 

Sementara itu, tim kuasa hukum keluarga SAI, Yoseph Luturyali, S.H dari Dewa Consultant menjelaskan, bahwa terkait lambannya proses persidangan bagi terduga pelaku, pihaknya mengaku sudah beberapa kali berupaya ingin konfirmasi kepada pihak kejaksaan, namun pihak kejaksaan belum bersedia.

" Seharusnya kejaksaan menunjuk JPU,atau mengeluarkan Surat pelimpahan perkara Acara Pemeriksaan(SP3) untuk memberikan nomor registrasi perkara," ujar Yoseph yang juga ketua DPC Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Sukabumi.

Menurut Yoseph dirinya belum ada kejelasan rinci apakah proses pelimpahan berkas sudah P21 atau belum," kita tidak diberitahukan lewat lisan hanya sebagai chat W.A," katanya.

Menurutnya dalam kasus Rudapaksa tersebut penyidik ada kelemahan, seharusnya pihak pihak terkait seperti bibi korban, atau Teman terduga pelaku turut diperiksa.

" Karena bibi pelaku sempat membantah bahwa barang bukti (barbuk) tidak ada, dan barbuk tersebut ( pakaian korban) baru diserahkan setelah di cuci, lalu kenapa juga bibi korban yang diminta menjaga korban tidak konfirmasi bahwa korban di jaga oleh pelaku, itukan bisa dianggap kelalaian, dan bagi teman si pelaku yang pada saat kejadian ada dalam satu ruangan mengapa tidak ada upaya pencegahan," tutupnya.(AS)





  • Kasus Pembunuhan WAT di Depok, LBH Matasiri Minta LPSK Kawal Restitusi dan Perlindungan Korban

    🕔12:57:32, 21 Jan 2026
  • Khabar Duka, Kecelakaan di Tol Pejagan–Pemalang, Kepala Biro Humas Kementerian UMKM Meninggal Dunia

    🕔17:40:24, 16 Jan 2026
  • Tingkatkan Kualitas Layanan Pertanahan, Wamen Ossy Ingin Kantah Jadi Tempat yang Nyaman bagi Masyarakat

    🕔20:00:05, 23 Des 2025
  • Kerusuhan Meletus di TMP Kalibata, Warung dan Kendaraan Dibakar Massa

    🕔00:52:24, 12 Des 2025
  • Geger, Warga Kp. Babakan Sukabumi Temukan Sesosok Bayi Sudah Membusuk Dialiran Irigasi

    🕔04:48:33, 05 Feb 2025