- 2.746 Posko Pengamanan hingga Pelayanan Disiagakan selama Operasi Ketupat 2026
- DPRD Soroti Lima Raperda Strategis, Bupati Barito Utara Tekankan Pentingnya Kolaborasi
- Sepakat, DPRD dan Pemkab Barito Utara Gelar Rapat Paripurna II
- Diduga Mencabuli Siswa Pimpinan PP PTQ Al Azhaar Ummu Suwanah dilaporkan ke Polisi
- Puncak HUT Kota Dirayakan dengan Kebersamaan dan Berbagi, Sachrudin: 33 Tahun Buah Kolaborasi!
- Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Kota Blitar, Antara Harapan, Realita, dan Tantangan 5 Tahun ke Depan
- Bupati Blitar : High Level Meeting TPID Mendorong Pegendalian Inflasi dan Percepatan Pembangunan Daerah.
- Anis Byarwati Hadiri Gema Ramadan Menwa Jayakarta, Salurkan 100 Paket Sembako untuk Warga
- Nilai 32,40 dari KLH, Ateng Sutisna: Sumedang Sedang Berdiri di Bibir Krisis Sampah!
- Di Festra Ramadan, Bupati Eman Tegaskan Dukungan Kegiatan Pro Rakyat di Tengah Efisiensi
Indonesia Pacu Transisi Energi Transportasi Lewat Biofuel dan Kendaraan Listrik

Keterangan Gambar : EITS Discussion Series 2025: Apa Kabar Transisi Energi di Sektor Transportasi, di Jakarta, Rabu (10/9/2025).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta,– Pemerintah Indonesia terus mempercepat langkah menuju transportasi hijau sebagai bagian dari komitmen mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060. Arah besar kebijakan ini dilakukan melalui dua jalur utama: pengembangan biofuel dan percepatan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB).
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi, menegaskan bahwa transportasi menjadi sektor kunci dalam roadmap transisi energi nasional.
“Transportasi adalah penyumbang emisi karbon terbesar. Karena itu, strategi elektrifikasi, bioetanol, biodiesel, hingga bioavtur untuk penerbangan, menjadi bagian penting dari grand design transisi energi kita,” ujar Eniya dalam EITS Discussion Series 2025: Apa Kabar Transisi Energi di Sektor Transportasi, di Jakarta, Rabu (10/9/2025).
Baca Lainnya :
- Ramadan Penuh Makna, BRI Life Gandeng Yayasan Sosial Tebar Kepedulian
- Rebranding BRI Life: Wajah Baru, Semangat Baru Perkuat Perlindungan Keluarga Indonesia
- Telkomsat Tegaskan Peran Strategis di Kepengurusan Baru ASSI 2026–2029
- BNI Tutup 2025 dengan Kinerja Solid, Kredit Tumbuh 15,9% dan Laba Rp20 Triliun
- BRI Life Raih Indonesia Best Digital Innovation 2025 Berkat Transformasi Digital Berkelanjutan
PLN Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik
Sejalan dengan kebijakan pemerintah, PT PLN (Persero) mengambil peran sebagai motor penyedia infrastruktur kendaraan listrik.
Executive Vice President Pengembangan, Pinjaman, dan Perizinan Proyek PLN, Moch Padang Dirgantara, menyebut PLN kini menjalankan strategi end-to-end, mulai dari pembangkitan berbasis energi terbarukan hingga penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
“Hingga September 2024, kami telah mengoperasikan 2.100 SPKLU di 1.463 lokasi. Setahun kemudian, jumlahnya melonjak dua kali lipat menjadi 4.216 unit di 2.800 lokasi dari Aceh hingga Papua,” jelasnya.
Dirgantara menambahkan, peluang investasi SPKLU kini terbuka luas. “Melalui Permen ESDM Nomor 182 Tahun 2023, siapa pun bisa ikut, mulai dari UMKM, koperasi, hingga individu. Ekosistem kendaraan listrik ini harus inklusif dan menguntungkan banyak pihak,” katanya.
Tantangan Insentif dan Daya Beli
Meski infrastruktur berkembang pesat, adopsi kendaraan listrik masih menghadapi kendala. Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Dr. Dina Nurul Fitria, menilai pertumbuhan pasar kendaraan listrik cenderung melambat setelah insentif pemerintah berakhir.
“Insentif pembelian, termasuk dukungan pembiayaan bank Himbara, sempat mendongkrak minat. Namun setelah subsidi dihentikan, ditambah daya beli masyarakat yang terbatas, angka penjualan menurun,” ujarnya.
Dina menambahkan, turunnya harga mobil konvensional juga membuat konsumen lebih condong ke kendaraan non-EV. “Kalaupun masyarakat mampu beli mobil baru, banyak yang tetap memilih kendaraan berbahan bakar fosil,” tegasnya.
Menuju Transportasi Hijau
Meski tantangan masih ada, pemerintah optimistis target NZE 2060 dapat tercapai. Kolaborasi lintas sektor—pemerintah, BUMN, swasta, dan masyarakat—diharapkan mampu mempercepat transformasi transportasi nasional.
Sinergi biofuel, elektrifikasi, hingga inovasi energi baru seperti hidrogen dan amonia akan menjadi kunci Indonesia menuju era transportasi hijau yang berkelanjutan.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).
















