- Jaga Stabilitas Keamanan Koramil 06/ Cbd dan Koramil 09/Setu Patroli Malam
- Berikan Pengarahan di Kantah Kota Samarinda, Wamen Ossy: ATR/BPN Harus Jadi Solusi Atas Pembangunan di Kalimantan Timur
- Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN: Pertanahan Berperan Strategis dalam Mendukung Asta Cita Presiden
- Sambut Kedatangan Megawati di Bulan Bung Karno Sebagai Loyalitas Kader Partai
- Ormas Laskar Blitar Serukan Rakyat Tetap Mendukung Program MBG dan KDMP
- DPRD Barito Utara Dorong Peningkatan Fasilitas dan Pelayanan Jamaah Haji
- Pemkab Barito Utara Sambut Kepulangan Jamaah Haji, Harapkan Menjadi Teladan di Masyarakat
- Pertamax Naik, Usaha Rakyat Terpukul! Pedagang dan Ojol di Majalengka Menjerit
- Ketua Umum PRSI Bahas Program Workshop Robotika Bersama Anjungan Kalimantan Selatan TMII
- RISNU Masjid Nurul Hidayah Kembali Gelar Gempita Muharram 1448 H, Hadirkan Festival Islami dan Kegiatan Sosial
Indonesia Pacu Transisi Energi Transportasi Lewat Biofuel dan Kendaraan Listrik

Keterangan Gambar : EITS Discussion Series 2025: Apa Kabar Transisi Energi di Sektor Transportasi, di Jakarta, Rabu (10/9/2025).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta,– Pemerintah Indonesia terus mempercepat langkah menuju transportasi hijau sebagai bagian dari komitmen mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060. Arah besar kebijakan ini dilakukan melalui dua jalur utama: pengembangan biofuel dan percepatan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB).
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi, menegaskan bahwa transportasi menjadi sektor kunci dalam roadmap transisi energi nasional.
“Transportasi adalah penyumbang emisi karbon terbesar. Karena itu, strategi elektrifikasi, bioetanol, biodiesel, hingga bioavtur untuk penerbangan, menjadi bagian penting dari grand design transisi energi kita,” ujar Eniya dalam EITS Discussion Series 2025: Apa Kabar Transisi Energi di Sektor Transportasi, di Jakarta, Rabu (10/9/2025).
Baca Lainnya :
- PLN UID Jakarta Raya Gelar Bazar Sembako Murah Ramadan, 1.200 Paket Disediakan untuk Warga
- Ramadan Penuh Makna, BRI Life Gandeng Yayasan Sosial Tebar Kepedulian
- Rebranding BRI Life: Wajah Baru, Semangat Baru Perkuat Perlindungan Keluarga Indonesia
- Telkomsat Tegaskan Peran Strategis di Kepengurusan Baru ASSI 2026–2029
- BNI Tutup 2025 dengan Kinerja Solid, Kredit Tumbuh 15,9% dan Laba Rp20 Triliun
PLN Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik
Sejalan dengan kebijakan pemerintah, PT PLN (Persero) mengambil peran sebagai motor penyedia infrastruktur kendaraan listrik.
Executive Vice President Pengembangan, Pinjaman, dan Perizinan Proyek PLN, Moch Padang Dirgantara, menyebut PLN kini menjalankan strategi end-to-end, mulai dari pembangkitan berbasis energi terbarukan hingga penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
“Hingga September 2024, kami telah mengoperasikan 2.100 SPKLU di 1.463 lokasi. Setahun kemudian, jumlahnya melonjak dua kali lipat menjadi 4.216 unit di 2.800 lokasi dari Aceh hingga Papua,” jelasnya.
Dirgantara menambahkan, peluang investasi SPKLU kini terbuka luas. “Melalui Permen ESDM Nomor 182 Tahun 2023, siapa pun bisa ikut, mulai dari UMKM, koperasi, hingga individu. Ekosistem kendaraan listrik ini harus inklusif dan menguntungkan banyak pihak,” katanya.
Tantangan Insentif dan Daya Beli
Meski infrastruktur berkembang pesat, adopsi kendaraan listrik masih menghadapi kendala. Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Dr. Dina Nurul Fitria, menilai pertumbuhan pasar kendaraan listrik cenderung melambat setelah insentif pemerintah berakhir.
“Insentif pembelian, termasuk dukungan pembiayaan bank Himbara, sempat mendongkrak minat. Namun setelah subsidi dihentikan, ditambah daya beli masyarakat yang terbatas, angka penjualan menurun,” ujarnya.
Dina menambahkan, turunnya harga mobil konvensional juga membuat konsumen lebih condong ke kendaraan non-EV. “Kalaupun masyarakat mampu beli mobil baru, banyak yang tetap memilih kendaraan berbahan bakar fosil,” tegasnya.
Menuju Transportasi Hijau
Meski tantangan masih ada, pemerintah optimistis target NZE 2060 dapat tercapai. Kolaborasi lintas sektor—pemerintah, BUMN, swasta, dan masyarakat—diharapkan mampu mempercepat transformasi transportasi nasional.
Sinergi biofuel, elektrifikasi, hingga inovasi energi baru seperti hidrogen dan amonia akan menjadi kunci Indonesia menuju era transportasi hijau yang berkelanjutan.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).



.jpg)







.jpg)




