- Kepala Desa Sumberjo Ajarkan Generasi Muda Produktif Kreatif Apa Kiatnya
- PSHT Cabang Kota Blitar Pusat Madiun Boyong 19 Medali di Kejurnas SH Terate UIN Satu Cup IV
- Mulai 31 Agustus, Pemkot Jaktim Larang PKL Berjualan di Trotoar Jalan Raya Bogor Kramat Jati
- Semarak HUT RI Ke-81, PAUD Melati 08 Kalibata Gelar Aneka Lomba
- Karang Taruna RW 09 Kalibata Gelar Pesta Kemerdekaan Meriah pada 29 Agustus 2026
- Bupati Shalahuddin Tinjau Rumah Lanting di Sungai Barito yang Terdampak Surut
- Sebanyak 329 Rumah Tidak Layak Huni di Tangsel Tuntas Dibedah, Pondok Aren Terbanyak
- Kemenhub: Transportasi di Kalimantan Tetap Beroperasi di Tengah Karhutla.
- Polres Majalengka Kedepankan Langkah Preventif Tekan Knalpot Brong
- Gulkarmat Jakut Gencarkan Edukasi Cegah Kebakaran di Tengah Perayaan HUT ke-81 RI
Imam Fauzi : KH. M. Musyaffa Sosok Yang Tepat Kembalikan Marwah PPP Kembali Berjaya

Keterangan Gambar : Imam Fauzi, selaku pengamat politik nasional yang sekaligus juga sebagai Koordinator Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA untuk Jawa Timur dan Bali
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Menjelang Muktamar Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dinamika perebutan kursi Ketua Umum mulai memanas. Nama Drs. KH. M. Musyaffa’ Noer, MM muncul sebagai kandidat kuat yang dinilai paling layak memimpin partai berlambang Ka'bah tersebut.
Dikatakan oleh Imam Fauzi, selaku pengamat politik nasional yang sekaligus juga sebagai Koordinator Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA untuk Jawa Timur dan Bali, menyebutkan, bahwa Musyaffa’ Noer adalah sosok yang memiliki integritas dan rekam jejak yang tidak diragukan lagi di tubuh partai berlambang Ka'bah ini .
“Beliau adalah kader murni, yang berintegritas, dan punya pengalaman panjang. Tidak hanya memahami dinamika internal, tetapi juga terbukti mampu menjaga soliditas partai di daerah. Itu modal besar untuk memimpin PPP ke depan,” tandas Imam Fauzi, Rabu (10/9/2025).
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM dan APSKI Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Perguruan Tinggi
- Kementerian UMKM Optimistis Petani Lebih Sejahtera Lewat KUR dan Penguatan Kelompok Tani
- Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro 2026 Perluas Akses dan Perkuat Daya Saing UMKM
- Kementerian UMKM Perkuat Kapasitas Pengusaha Mikro Lewat Pelatihan Digital Juragan UMKM
- Lewat Grup WhatsApp, Diduga Koordinir Siswa Baru Beli Seragam di Toko Tertentu
"Kalau kita melihat pada kontestasi Pileg 2024 kemarin, PPP hanya meraih 3,87 persen. Ini tentu fakta sejarah yang menyakitkan ya bagi PPP. Nah, kedepan saya kira tantangan terbesarnya PPP adalah butuh figur yang mampu mengkonsolidasi baik ke dalam ataupun ke luar," sambungnya.
Imam yang juga Kandidat Doktor Kebijakan Publik Universitas Brawijaya ini menjelaskan, Musyaffa’ bukanlah sosok baru di PPP. Ia pernah menjabat Ketua DPW PPP Jawa Timur, menjadi anggota DPRD Jatim, hingga kini aktif di kepengurusan DPP.
“PPP sedang membutuhkan figur konsolidator, bukan sekadar simbol. Musyaffa’ sudah teruji di lapangan, terutama saat membesarkan partai di Jawa Timur, salah satu basis strategis PPP,” lanjutnya.
"PPP butuh figur-figur yang betul-betul organik, yang betul-betul memahami proses ke depan. Karena kita lihat secara data bahwa 56 persen itu pemilih ada di Jawa dan kemudian 21 persennya itu ada di Jawa Timur. PR terbesarnya di sana, dibutuhkan figur-figur yang kuat secara akar umput, figur yang memahami betul secara organik," benernya.
Namun, Imam menilai sosok Ketua Umum tidak bisa berdiri sendiri. Harus ada dukungan Sekretaris Jenderal yang kuat agar kepemimpinan berjalan maksimal. Dalam hal ini, Imam menyebut nama Taj Yasin Maimoen, Wakil Gubernur Jawa Tengah sekaligus putra ulama kharismatik KH. Maimoen Zubair.
“Duet Musyaffa’ Noer dan Taj Yasin akan menjadi kombinasi sempurna. Musyaffa’ kuat di Jawa Timur, sementara Taj Yasin memiliki basis di Jawa Tengah serta jaringan pesantren yang luas. Keduanya bisa mengonsolidasikan suara umat sekaligus menjangkau pemilih muda,” ujarnya.
Lebih jauh, Imam menilai jika skenario tersebut benar-benar terwujud, maka PPP memiliki peluang besar untuk kembali bangkit di panggung politik nasional dan menjadi kekuatan signifikan di Senayan pada Pemilu mendatang.
“PPP membutuhkan kebangkitan. Kepemimpinan yang lahir dari kader asli, berpengalaman, dan mampu merangkul semua golongan adalah kuncinya. Musyaffa’ Noer dengan dukungan Taj Yasin bisa menjadi jawaban atas harapan tersebut,” pungkas Imam Fauzi.
Dengan semakin dekatnya Muktamar, spekulasi arah dukungan kader daerah terus menguat. Figur yang punya akar kuat di basis tradisional diyakini akan lebih mudah diterima mayoritas peserta Muktamar. (za/mp)














