- DPMPTSP-KADIN Barito Utara Satukan Langkah Tarik Investasi,Hilirisasi Jadi Prioritas
- Hendi Resmi Dilantik, Sangkanurip Perkuat Mesin Pembangunan Desa
- Usia 19 Tahun, Kecamatan Sindang Tancap Gas Wujudkan Majalengka Sae
- DPRD Dorong Madrasah Jadi Alternatif Pendidikan Berkualitas dalam Program Sekolah Gratis
- Amankan Pengesahan Warga Baru PSHT Sebanyak 480 Personil Disiagakan
- Warisan Leluhur yang Tetap Hidup, Hajat Laut Pangandaran Dorong Pariwisata Daerah
- Disambut Meriah di Istana Merdeka, Presiden Steinmeier Bahas Kerja Sama Strategis dengan Prabowo
- 585 Personel Gabungan Jajaran Polda Metro Disiagakan pada Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman
- Pesan Megawati Kepada Generasi Muda Dalam Bulan Bung Karno
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Semakin Semarak dengan Pertunjukan Barongsai Berkelas Dunia
Imam Fauzi : KH. M. Musyaffa Sosok Yang Tepat Kembalikan Marwah PPP Kembali Berjaya

Keterangan Gambar : Imam Fauzi, selaku pengamat politik nasional yang sekaligus juga sebagai Koordinator Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA untuk Jawa Timur dan Bali
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Menjelang Muktamar Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dinamika perebutan kursi Ketua Umum mulai memanas. Nama Drs. KH. M. Musyaffa’ Noer, MM muncul sebagai kandidat kuat yang dinilai paling layak memimpin partai berlambang Ka'bah tersebut.
Dikatakan oleh Imam Fauzi, selaku pengamat politik nasional yang sekaligus juga sebagai Koordinator Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA untuk Jawa Timur dan Bali, menyebutkan, bahwa Musyaffa’ Noer adalah sosok yang memiliki integritas dan rekam jejak yang tidak diragukan lagi di tubuh partai berlambang Ka'bah ini .
“Beliau adalah kader murni, yang berintegritas, dan punya pengalaman panjang. Tidak hanya memahami dinamika internal, tetapi juga terbukti mampu menjaga soliditas partai di daerah. Itu modal besar untuk memimpin PPP ke depan,” tandas Imam Fauzi, Rabu (10/9/2025).
Baca Lainnya :
- Mohammad Zainul Ichwan Resmi Pimpin DPC PKB Kota Blitar
- PPP Majalengka Resmi Kantongi SK DPP, Fajar Shidik Pimpin hingga 2031
- Polemik Jabatan Ketua KONI Kota Blitar, Ini Kata Hendi Priono
- Alokasi Dana Desa Sumber Untuk Ketahanan Pangan Kambing Sebesar 20 Persen
- Tony Andreas Calon Kuat Pimpin KONI Kota Blitar Lebih Berjaya.
"Kalau kita melihat pada kontestasi Pileg 2024 kemarin, PPP hanya meraih 3,87 persen. Ini tentu fakta sejarah yang menyakitkan ya bagi PPP. Nah, kedepan saya kira tantangan terbesarnya PPP adalah butuh figur yang mampu mengkonsolidasi baik ke dalam ataupun ke luar," sambungnya.
Imam yang juga Kandidat Doktor Kebijakan Publik Universitas Brawijaya ini menjelaskan, Musyaffa’ bukanlah sosok baru di PPP. Ia pernah menjabat Ketua DPW PPP Jawa Timur, menjadi anggota DPRD Jatim, hingga kini aktif di kepengurusan DPP.
“PPP sedang membutuhkan figur konsolidator, bukan sekadar simbol. Musyaffa’ sudah teruji di lapangan, terutama saat membesarkan partai di Jawa Timur, salah satu basis strategis PPP,” lanjutnya.
"PPP butuh figur-figur yang betul-betul organik, yang betul-betul memahami proses ke depan. Karena kita lihat secara data bahwa 56 persen itu pemilih ada di Jawa dan kemudian 21 persennya itu ada di Jawa Timur. PR terbesarnya di sana, dibutuhkan figur-figur yang kuat secara akar umput, figur yang memahami betul secara organik," benernya.
Namun, Imam menilai sosok Ketua Umum tidak bisa berdiri sendiri. Harus ada dukungan Sekretaris Jenderal yang kuat agar kepemimpinan berjalan maksimal. Dalam hal ini, Imam menyebut nama Taj Yasin Maimoen, Wakil Gubernur Jawa Tengah sekaligus putra ulama kharismatik KH. Maimoen Zubair.
“Duet Musyaffa’ Noer dan Taj Yasin akan menjadi kombinasi sempurna. Musyaffa’ kuat di Jawa Timur, sementara Taj Yasin memiliki basis di Jawa Tengah serta jaringan pesantren yang luas. Keduanya bisa mengonsolidasikan suara umat sekaligus menjangkau pemilih muda,” ujarnya.
Lebih jauh, Imam menilai jika skenario tersebut benar-benar terwujud, maka PPP memiliki peluang besar untuk kembali bangkit di panggung politik nasional dan menjadi kekuatan signifikan di Senayan pada Pemilu mendatang.
“PPP membutuhkan kebangkitan. Kepemimpinan yang lahir dari kader asli, berpengalaman, dan mampu merangkul semua golongan adalah kuncinya. Musyaffa’ Noer dengan dukungan Taj Yasin bisa menjadi jawaban atas harapan tersebut,” pungkas Imam Fauzi.
Dengan semakin dekatnya Muktamar, spekulasi arah dukungan kader daerah terus menguat. Figur yang punya akar kuat di basis tradisional diyakini akan lebih mudah diterima mayoritas peserta Muktamar. (za/mp)
















