Breaking News
- Pabrik Uang Palsu Grade A Digerebek di Tangsel, Nilainya Capai Rp36 Miliar
- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
- Ciputra Life Bukukan Laba Rp99,3 Miliar, Premi Semester I 2026 Tumbuh 53 Persen
- Silaturahmi ke PDM Depok, Kapolres Christian Rony Putra Ajak Muhammadiyah Perkuat Kamtibmas
- Bursa Wirausaha Unggulan Hadir di Sumut, Kementerian UMKM Buka Akses Pasar dan Pembiayaan
- Dari Jakarta ke Flores, Kemenhub Salurkan Bantuan Korban Gempa Lewat Laut dan Udara
Hutan Masoraian, Pohonnya Besar dan Satwa Langka Seperti Bekantan dan Burung Rangkong

MEGAPOLITANPOS. COM (Kotawaringin Lama) - Hutan Kemasyarakatan (HKm) Karya Masoraian mulai berbenah. Selain kegiatan patroli dan penjagaan hutan, management HKM Masoraian juga sedang mempersiapkan pembangunan pintu gerbang dan bungalow. "Pondok dan lanting yang ada, juga sedang kami rapikan," tutur Yohanes Widada mewakili HKm Masoraian. "Tamu dan pengunjung yang mau mencari udara segar atau mancing mulai berdatangan," lanjutnya. Tak ketinggalan, para volunteer pecinta konservasi dari SMAN 1 Kotawaringin Lama, turut ambil bagian. Mereka turut membuat persemaian pohon untuk konservasi dan membersihkan titian. "Saya ke hutan dan danau untuk 'personal healing', " kata Bella yang mengaku baru saja menyelesaikan ujian di sekolahnya. Bella mengaku takjub. "Menurut saya, hutan di sekitar Danau Masoraian ini pohonnya besar-besar. Dan banyak satwa langka di dalamnya. Seperti tadi, bertemu dengan bekantan, burung enggang atau rangkong. Juga ikan-ikan, di sana didominasi ikan air tawar seperti gabus, baung, toman dan lainnya," celoteh Bella. "Danau di sana juga cukup unik. Di satu tempat yang sama, tapi airnya berbeda warna," lanjutnya. Saat di atas perahu kelotok, Bella sempat menangis. "Saya terharu dan deg-degan. Saya 'surprised' saat naik perahu kelotok.." Untuk menciptakan hutan lestari, masih tutur Bella, "Tentunya perlu diadakan konservasi. Hutan dan danau bisa dijadikan objek wisata. Namun harus tetap dijaga dan dilindungi, agar bisa melestarikan hutan yang ada di dalamnya." Sementara Eva mengaku sangat terkesan. "Saya sangat senang dan gembira di danau Masoraian. Tempatnya sangat bagus.. Tapi karena baru pertama kali, saya agak takut naik perahu kelotoknya. Terutama saat goyang terkena ombak.." (YMP/Red/MP

.jpg)















