Breaking News
- Pemkab Majalengka dan OJK Dorong Relaksasi KUR, Perbankan Diharap Turut Berkontribusi
- Pemkab Barito Utara Dorong Konsolidasi Ormas TBBR Lewat Rapimda I
- Fuomo Dorong Kreator Indonesia Jadi Pelaku Bisnis, Siapkan Fitur AI Analytics Engine
- DPRD Sambut Positif Langkah Pemkot Tangerang Akhiri Kerja Sama PSEL Dengan PT Oligo
- Darurat Sampah Nasional : DPRD Minta Pemkot Kota Tangerang Mentransformasi Tata Kelola Sampah
- DPRD Apresiasi Respons Cepat Pemkot Tangerang Tangani Banjir
- Ketua DPRD Terima Tokoh Agama dan Masyarakat, Tabayun Soal Isu Revisi Perda 7 & 8
- AC Manual vs AC Digital di Mobil Modern: Prinsip Sama, Cara Rawatnya Tak Boleh Salah
- Raymond Indra dan Joaquin Ukir Runner-up di Istora, Disebut Penerus Kevin/Marcus
- Anggota DPRD Barito Utara Nilai ORARI Tetap Strategis di Tengah Perkembangan Teknologi
Hutan Masoraian, Pohonnya Besar dan Satwa Langka Seperti Bekantan dan Burung Rangkong

MEGAPOLITANPOS. COM (Kotawaringin Lama) - Hutan Kemasyarakatan (HKm) Karya Masoraian mulai berbenah. Selain kegiatan patroli dan penjagaan hutan, management HKM Masoraian juga sedang mempersiapkan pembangunan pintu gerbang dan bungalow. "Pondok dan lanting yang ada, juga sedang kami rapikan," tutur Yohanes Widada mewakili HKm Masoraian. "Tamu dan pengunjung yang mau mencari udara segar atau mancing mulai berdatangan," lanjutnya. Tak ketinggalan, para volunteer pecinta konservasi dari SMAN 1 Kotawaringin Lama, turut ambil bagian. Mereka turut membuat persemaian pohon untuk konservasi dan membersihkan titian. "Saya ke hutan dan danau untuk 'personal healing', " kata Bella yang mengaku baru saja menyelesaikan ujian di sekolahnya. Bella mengaku takjub. "Menurut saya, hutan di sekitar Danau Masoraian ini pohonnya besar-besar. Dan banyak satwa langka di dalamnya. Seperti tadi, bertemu dengan bekantan, burung enggang atau rangkong. Juga ikan-ikan, di sana didominasi ikan air tawar seperti gabus, baung, toman dan lainnya," celoteh Bella. "Danau di sana juga cukup unik. Di satu tempat yang sama, tapi airnya berbeda warna," lanjutnya. Saat di atas perahu kelotok, Bella sempat menangis. "Saya terharu dan deg-degan. Saya 'surprised' saat naik perahu kelotok.." Untuk menciptakan hutan lestari, masih tutur Bella, "Tentunya perlu diadakan konservasi. Hutan dan danau bisa dijadikan objek wisata. Namun harus tetap dijaga dan dilindungi, agar bisa melestarikan hutan yang ada di dalamnya." Sementara Eva mengaku sangat terkesan. "Saya sangat senang dan gembira di danau Masoraian. Tempatnya sangat bagus.. Tapi karena baru pertama kali, saya agak takut naik perahu kelotoknya. Terutama saat goyang terkena ombak.." (YMP/Red/MP












.jpg)




