- Gandeng Perguruan Tinggi, Strategi Menteri Nusron Percepat Penyelesaian Pendaftaran Bidang Tanah
- Melalui PTSL, Kementerian ATR/BPN Terbitkan 1,2 Juta Sertipikat Sepanjang Tahun 2025
- Hilang Kontak di Maros Pesawat ATR 42 500 IAT Dalam Pencarian
- Warga Minta Perlindungan, Komisi I DPRD Kota Tangerang Bakal Panggil Pengembang
- Menkop Resmikan Pelepasan Ekspor Kopi Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah ke Aljazair
- Peduli Sampah, Koramil Pondok Aren Buat Lubang Teba Moderent
- Sambut HUT Kota Tangerang Ke-33, Banksasuci Tanam 3.300 Pohon
- Tingkatkan Kualitas Loket Layanan Pertanahan, Menteri Nusron: Bekali Petugas _Product Knowledge_ dan _Hospitality
- Film Sayap Garuda Angkat Isu Bullying di Sekolah, Tarmizi Abka: Pendidikan Harus Jadi Ruang Aman
- Pemkab Majalengka Sampaikan Usulan SOR Baribis ke Menpora RI, Ini Harapannya
Hermanes Minta Pengerjaan Proyek Fisik di Kabupaten Barsel Dipantau

MEGAPOLITANPOS.COM Anggota DPRD Barsel, Hermanes merespons tuntutan warga terkait apabila ada pengerjaan proyek fisik yang belum terselesaikan menjelang akhir tahun.
Melalui tim Panitia Khusus (Pansus) nya, legislatif bakal turun ke lapangan untuk memantau dari realisasi pengerjaan proyek-proyek pembangunan di tahun 2024.
Ia mengatakan, pihaknya akan merespon keinginan masyarakat untuk memantau langsung dari semua pengerjaan proyek pembangunan di Kabupaten Barsel.
Baca Lainnya :
- Gandeng Perguruan Tinggi, Strategi Menteri Nusron Percepat Penyelesaian Pendaftaran Bidang Tanah
- Melalui PTSL, Kementerian ATR/BPN Terbitkan 1,2 Juta Sertipikat Sepanjang Tahun 2025
- Hilang Kontak di Maros Pesawat ATR 42 500 IAT Dalam Pencarian
- Warga Minta Perlindungan, Komisi I DPRD Kota Tangerang Bakal Panggil Pengembang
- Menkop Resmikan Pelepasan Ekspor Kopi Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah ke Aljazair
“Karena hal itu memang tugas dari DPRD Barsel, untuk mengecek dari semua pengerjaan proyek pembangunan yang dikerjakan oleh para rekanan,” kata Hermanes, Senin (4/12/2023).
Menurutnya, tim dari Bina Marga pada Dinas PUPR Barsel juga harus turut memantau dari pengerjaan proyek di sejumlah lokasi, tentunya untuk melihat keseriusan para rekanan.
Politisi PDI Perjuangan Basel itu juga meminta, agar Dinas PUPR tegas terhadap para rekanan, yang tidak bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal yang ditentukan.
“Pastinya Dinas PUPR melayangkan surat kepada rekanan apabila ada yang belum menyelesaikan pekerjaan dari jadwal ditentukan,” ungkap Hermanes. (As)


.jpg)


.jpg)











