- Patroli Malam, Babinsa Bersatu Ciptakan Lingkungan Aman dan Nyaman.
- Dulu Pemohon yang Cari Petugas Ukur, Sejak Ada Pengukuran Terjadwal Kini Tanah Diukur Lebih Pasti dan Cepat.
- Wamen UMKM Helvi Moraza Dorong UMKM Sumbar Bangkit dan Naik Kelas Pascabencana
- Patroli Malam Babinsa dan Komduk, Bentuk Nyata Kemanunggalan TNI Dengan Rakyatnya.
- Dorong Wartawan Berkualitas, PWI Jaya Gelar UKW Angkatan ke-66, di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat
- Menjangkau Siberut Memperkuat Wirausaha Terdampak Bencana
- Status Tanggap Darurat Karhutla Barito Utara Diperpanjang hingga 15 Oktober
- Pemkab Barut Tegaskan Arah Kebijakan RAPBD 2027
- Sport City Jadi Strategi Baru Kota Tangerang Gerakkan Hotel, UMKM dan Tingkatkan Ekonomi.
- Melihat Lebih Dekat Batik Khas Kota Tangerang dan Upaya Pelestariannya.
Hampir 5 Jam Mantan Wabup Blitar DiperiksaTerkait Proyek Sabo Dam Kali Bentak, Tapi Sayang Kejari Lempar Bicara

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Berlanjut pengungkapan kasus korupsi pembangunan sabo Dam Kali Bentak di Kecamatan Panggurejo, kali ini Kejaksaan Negeri Kabupaten Blitar memintai keterangan mantan Wakil Bupati Blitar H. Rahmad Santoso pada Rabu ( 19/03/25 ). Sekitar pukul 11.15 WIB Rahmat Santoso mendatangi Kantor Kejari untuk dimintai keterangan.
Usai menjalani pemeriksaan sekitar pukul 16.30 WIB, Rahmat Sontoso kepada wartawan menyampaikan beberapa hal terkait proyek sabo Dam kali Bentak senilai 4,9 m.
"Jadi semua sudah saya sampaikan kepada penyidik, sepanjang yang saya tahu, itu yang masalah proyek sabo dam kali Bentak," ungkap Rahmat Santoso.
Baca Lainnya :
- Patroli Malam, Babinsa Bersatu Ciptakan Lingkungan Aman dan Nyaman.
- Dulu Pemohon yang Cari Petugas Ukur, Sejak Ada Pengukuran Terjadwal Kini Tanah Diukur Lebih Pasti dan Cepat.
- Wamen UMKM Helvi Moraza Dorong UMKM Sumbar Bangkit dan Naik Kelas Pascabencana
- Patroli Malam Babinsa dan Komduk, Bentuk Nyata Kemanunggalan TNI Dengan Rakyatnya.
- Dorong Wartawan Berkualitas, PWI Jaya Gelar UKW Angkatan ke-66, di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat
Selanjutnya juga disinggung oleh Rahmat Santoso yang juga Ketua IPHI pusat ini, yakni masalah pembentukan TP2ID . Yang mana keberadaan TP2ID ini juga di tentang oleh sejumlah fraksi di DPRD Kabupaten Blitar, "yaaa nyatanya masih tetap jalan juga to TP2ID, tadi sepanjang yang saya tahu kami sampaikan semuanya kepada penyidik, nanti tanyakan saja keada penyidik.
"Fungsi TP2ID yang menentukan pengadaan proyek siapa yang ditunjuk sebagai pemenangnya, semua ada di TP2ID, kan TP2ID di danai oleh APBD to, makanya Dewan tidak setuju, tapi nyatanya hingga sekarang juga belum di hentikan to,"jlentreh Rahmat.
Usai kongfrensi pers dengan awak media, lalu sejumlah awak media mencoba konfirmasi ke pihak penyidik Kejaksaan Negeri Blitar, namun penyidik tak mau memberikan keterangan pers terkait hasil pemeriksaan, dan justru penyidik balik menyuruh tanya ke Rahmat Santoso.( za/mp)


.jpg)

.jpg)
.jpg)


.jpg)







