- PELNI Tingkatkan Kesiapsiagaan Awak Kapal Hadapi Situasi Darurat
- Satgas Sampah Koramil /Ciputat Turun Tangan Bersihkan Lingkungan di Jalan Dewi Sartika.
- Jatinangor Music Fest 2026 Meriah, Booth BNI Jadi Magnet Pengunjung
- Polemik Dualitas Alumni Trisakti, Maman: Kini Hanya Ada IKA Trisakti
- PWI Majalengka Menggema, Doa untuk 8 Orang Hilang di Krakatau
- Kodim 0506/Tgr Deteksi Dini Keamanan Dengan Patroli Pos Ronda.
- IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli, Dorong Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pascabencana
- Koramil 01/Teluknaga Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau Panjang.
- Koramil 04/Ciledug Turun Tangan, Pasar Lembang Dibersihkan dari Sampah.
- Gabungan Wartawan Bersatu dalam Doa, KWP Gelar Doa Bersama di Kompleks DPR/MPR RI
Fraksi GPN dan Fraksi PDI Perjuangan Ingatkan Bupati, TP2ID Tidak Efektif Minta Dibubarkan

Keterangan Gambar : Juru Bicara Fraksi Ansori Baidlowi
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Karena dianggap kinerjanya tidak efisien dan pemborosan anggaran keuangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Blitar menyorot kinerja Tim Percepatan Pembangunan dan Inovasi Daerah (TP2ID), pernyataan tersebut dikemukakan oleh juru bicara fraksi Gerindra, PPP, Nasdem (fraksi Gerakan Pembangunan Nasional). Red), hal ini diungkapkan juru bicara fraksi Ansori Baidlowi pada rapat paripurna Pandangan Umum penjelasan Bupati Blitar atas nota keuangan Ranperda tentang perubahan APBD 2022, serta penyampaian enam Ranperda usulan Eksekutif pada Senin malam (12/09/22) di ruang paripurna DPRD Kabupaten Blitar.
"Setelah APBD disepakati kami minta efisiensi pemanfaatan dan efisiensi penganggaran agar tepat sasaran, dan bermanfaat bagi kepentingan rakyat Kabupaten Blitar. Seperti adanya Tim Percepatan Pembangunan dan Inovasi Daerah (TP2ID) yang dalam prakteknya terjadi tumpang tindih dan tidak ada kemanfaatannya kami minta kepada Bupati TP2ID dibubarkan saja,"ungkap Ansori yang juga dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Ansori menandaskan bahwa dalam pantauan pengamatannya dan berbagai masukan TP2I yang diharapkan dapat membantu kinerja Bupati, namun sejauh ini beberapa masukan dari berbagai pihak, keberadaan TP2ID ternyata justru menimbulkan praktik tumpang tindih serta terindikasi hanya pemborosan anggaran yang kurang memberi manfaat ketika bekerja di lapangan.
Baca Lainnya :
- PWI Majalengka Menggema, Doa untuk 8 Orang Hilang di Krakatau
- Kodim 0506/Tgr Deteksi Dini Keamanan Dengan Patroli Pos Ronda.
- Koramil 04/Ciledug Turun Tangan, Pasar Lembang Dibersihkan dari Sampah.
- Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam.
- Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang.
"Karena keberadaan TP2ID itu tidak wajib harus ada di setiap pemerintah daerah termasuk di kabupaten Blitar, Fraksi Gerakan Pembangunan Nasional mengusulkan agar keberadaanya ditinjau kembali. Kalau memang perlu dan tidak bermanfaat atau kurang bermanfaat dibubarkan saja, supaya kita konsisten mendengarkan saran dan masukan dari tim anggaran dari SKPD dan orang-orang terkait yang masuk dalam pemerintahan ini," tegasnya
Hal senada yang mendesak pembubaran Tim Percepatan Pembangunan dan Inovasi Daerah (TP2ID) juga disampaikan oleh Fraksi PDI Perjuangan melalui juru bicara yakni Aryo Nugroho S.H. Fraksi PDI Perjuangan juga menganggap TP2ID secara nyata dianggap tidak berfungsi, karena ada TPAPD yang memiliki tugas fungsi yang sama dalam menyusun program kerja saran dan masukan Legeslatif dan Eksekutif.
Penolakan juga disampaikan sebelumnnya oleh LSM Gerakan Pembaharuan Indonesia (GPI) saat beroasi di kantor DPRD Kabupaten Blitar. Ketua LSM GPI Jaka Prasetya tegas menilai, kinerja TP2ID saat ini tidak ada sama sekali, padahal mereka mendapat gaji dari APBD dengan jumlah sangat fantastis menurut Jaka Prasetya.
"Apa kerjanya rang-orang di dalam TP2ID ini, mereka digaji melalui APBD yang justru menimbulkan pemborosan anggaran, hingga sekarang TP2ID belum ada kontribusi nyata untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Blitar. TP2ID dibubarkan saja,"pungkasnya.(za/mp)









.jpg)






