Breaking News
- Gandeng Perguruan Tinggi, Strategi Menteri Nusron Percepat Penyelesaian Pendaftaran Bidang Tanah
- Melalui PTSL, Kementerian ATR/BPN Terbitkan 1,2 Juta Sertipikat Sepanjang Tahun 2025
- Hilang Kontak di Maros Pesawat ATR 42 500 IAT Dalam Pencarian
- Warga Minta Perlindungan, Komisi I DPRD Kota Tangerang Bakal Panggil Pengembang
- Menkop Resmikan Pelepasan Ekspor Kopi Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah ke Aljazair
- Peduli Sampah, Koramil Pondok Aren Buat Lubang Teba Moderent
- Sambut HUT Kota Tangerang Ke-33, Banksasuci Tanam 3.300 Pohon
- Tingkatkan Kualitas Loket Layanan Pertanahan, Menteri Nusron: Bekali Petugas _Product Knowledge_ dan _Hospitality
- Film Sayap Garuda Angkat Isu Bullying di Sekolah, Tarmizi Abka: Pendidikan Harus Jadi Ruang Aman
- Pemkab Majalengka Sampaikan Usulan SOR Baribis ke Menpora RI, Ini Harapannya
Eks Tim Mawar Kopassus Sebut Prabowo Tidak Takut Ancaman Terselubung Isu Pemakzulan Wapres Gibran

Keterangan Gambar : Eks Anggota Tim Mawar Kopassus, Fauka Noor Farid
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Eks Anggota Tim Mawar Kopassus, Fauka Noor Farid mengatakan bahwa Prabowo tidak pernah takut terhadap ancaman baik dari kelompok elit dalam negeri maupun pihak asing.
Menurutnya Presiden RI Prabowo Subianto tidak takut adanya ancaman terselubung di tengah mencuatnya polemik pemakzulan Wakil Presiden RI, Gibran.
Hal ini merespons isu yang menyebut Prabowo tidak berani bersuara mengenai isu pemasukan Gibran karena adanya ancaman, bahwa bila Gibran dimakzulkan maka Prabowo turut serta lengser.
Eks anggota Tim Mawar Kopassus, Fauka Noor Farid mengatakan bahwa Prabowo tidak pernah takut terhadap ancaman baik dari kelompok elit dalam negeri maupun pihak asing.
"Tidak ada yang namanya pak Prabowo takut terhadap ancaman. Kelompok elit maupun orang yang katanya berpengaruh tidak dapat mengancam pak Prabowo," kata Fauka, Senin (14/7/2025).
Menurutnya sikap Prabowo yang tidak merespons isu pemakzulan Gibran bukan karena takut atas adanya ancaman, maupun adanya politik utang budi di pemerintahan Prabowo.
Tapi mencegah agar polemik tidak berkembang jauh, dan berisiko justru dimanipulasi untuk kepentingan elit politik tertentu dan pihak asing yang tak ingin Indonesia maju.
Serta bahwa Prabowo dan Gibran merupakan Presiden RI dan Wakil Presiden RI yang sudah ditunjuk masyarakat untuk memimpin Indonesia selama lima tahun ke depan.
"Kalau zaman Orde Baru bisa kita dengan mudah bicara isu pemakzulan. Tapi kalau sekarang bicara pemakzulan, nanti dianggap mau mengembalikan Indonesia ke Orde Baru. Berisiko kan?," ujarnya.
Fauka menuturkan pada Orde Baru pemakzulan bukan merupakan hal tabu, karena dahulunya Presiden dan Wakil Presiden RI dipilih Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
Beda dengan keadaan saat ini di mana Prabowo dan Gibran dipilih rakyat secara langsung lewat sistem demokrasi Pemilu, sehingga tidak tepat bila membicarakan pemakzulan.
Dalam sistem pemerintahan demokrasi pemakzulan Wakil Presiden hanya dapat dilakukan bila melakukan kudeta, atau berbuat tindakan yang tercela seperti kejahatan luar biasa.
Sehingga alasan Prabowo tidak merespons isu pemakzulan bukan karena takut atas ancaman, terlebih Prabowo memiliki tim khusus (Timsus) di yang bertugas di balik bayang-bayang.
"Jadi tidak ada pak Prabowo takut dengan ancaman terselubung. Apalagi Pak Prabowo memiliki Timsus bertugas memberikan informasi terkini terkait situasi Indonesia," tuturnya seperti dilansir TribunJakarta.(AS).


.jpg)














