- Polisi Ungkap Peredaran 858 Kartrid Diduga Mengandung Etomidate
- Danramil Cikupa Turun ke Sekolah, Siswa, Siswi SMKN 14 Cikupa Tidak Ikut Aksi Unras.
- 150 Peserta Mengikuti Diklat Pencak Silat Ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate ini Tujuanya.
- Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang Perkuat Komitmen Pembangunan Zona Integritas Menuju WBBM.
- Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang Perkuat Komitmen Pembangunan Zona Integritas Menuju WBBM.
- Babinsa Koramil Pimpin Patroli Jaga Kondusivitas Bersama Komduk.
- Menteri Maman Apresiasi KUM Peduli untuk Perkuat Kapasitas UMKM Kalbar
- Tim HRI Kunci Gelar Juara Nasional ITCR 1200 dan ISTCR 3600 Sejak Putaran 5 MFoS 2026
- Kodim 0506/Tangerang Gelar Upacara Bendera Rutin, Kasdim Bacakan Amanat Panglima TNI.
- Pemkab Barito Utara Wajibkan 3.483 PPPK Ikuti Orientasi Tahun 2026
Dibalik Insiden Rusuh Reses Guntur Wahono Ternyata Pelakunya Orang diluar Undangan Resmi

Keterangan Gambar : Usai peristiwa ricuh saat malam reses Anggota DPRD Jatim Guntur Wahono di Dusun Bendorejo Desa Bendosewu Kabupaten Blitar
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Usai peristiwa ricuh saat malam reses Anggota DPRD Jatim Guntur Wahono di Dusun Bendorejo Desa Bendosewu Kabupaten Blitar, ternyata dipicu oleh sekelompok orang tak diundang.
Mereka oknum pembuat onar ini diluar undangan yang disebarkan oleh panitia, saat pembukaan acara hingga ditutup dengan doa hingga satu lagu obat kangen Guntur Wahono yang dilantunkan tak ada keributan.
Hal ini dikemukakan Guntur kepada awak media didampingi Endik Susilo selaku ketua panitia di rumah Guntur Wahono dirumahnya dusun Tambak Boyo Desa Sumber Kecamatan Sanan Kulon pada Rabu (31/01/2024).
Baca Lainnya :
- 150 Peserta Mengikuti Diklat Pencak Silat Ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate ini Tujuanya.
- Koperasi Desa Merah Putih Di Wilayah Kodim 0808/Blitar Tim Mabes TNI Siap Tinjau Lapang.
- PDAM Majalengka Kerahkan 20 Truk Air Bersih, Warga 8 Kecamatan Terbantu
- Dari Beasiswa hingga Insentif Guru Ngaji, Ini Gebrakan BAZNAS
- Maman Imanulhaq Desak Azerbaijan Cabut Larangan Jilbab Muslimah
Endi Susilo menjelaskan jumlah peserta yang diundang sebanyak 250 orang. Sementara, kericuhan itu pun terjadi setelah Guntur Wahono meninggalkan tempat reses di dusun Bendorejo desa Bendosewu Talun.
"Memang saat itu nama mereka tidak ada dalam undangan, sejumlah orang ini datang berkumpul dibagian belakang. Karena undangan sudah terdata lengkap, dan sebagian besar ibu-ibu," jelasnya.
Endi pun menjelaskan, sebelum warga dikumpulkan, saat sebelumnya mereka diberi penjelasan tidak adanya uang transportasi, dan mereka ada kesepakatan bersama warga setempat. Masyarakat menginginkan adanya program, yakni pembangunan pagar mushola dan mesin pembuat genting, sebagai ganti uang transportasi tersebut, yang bersumber dari APBD Provinsi Jatim.
"Undangan yang terdaftar dan datang, semua sudah paham kalau tidak ada uang transportnya, mereka tetap datang untuk bertemu dengan Pak Guntur. Setelah acara selesai, dan Pak Guntur sudah pulang, barulah kericuhan terjadi," terang Endi.
Sementara itu, Guntur Wahono membenarkan apa yang dikatakan Hendi. Ia mengaku sebelumnya, timnya sudah mengetahui adanya kelompok yang berkumpul di sebuah rumah, sebelum memasuki tempat acara, bahkan sempat bersalam salaman.
"Pas ribut-ribut itu, saya sudah pulang mas dan saya disitu sampai acara selesai. Diawal memang, tim saya sudah bilang, kalau ada sekelompok orang berkumpul di suatu rumah dekat tempat acara, saya pikir ya gak apa-apa mereka hadir meski tanpa undangan, saya sambut dengan baik ," ujar Guntur.
Terkait dugaan kericuhan tersebut sudah terencana dan mentargetkan acara PDI Perjuangan, Guntur tak mau berspekulasi lebih jauh dan berprasangka buruk.
"Saya tidak menuduh siapa-siapa. Tapi yang jelas, saya tau masyarakat di situ adalah basis PDI Perjuangan. Saya juga datang kesitu atas permintaan warga masyarakat, ngiras pantes menyambung silaturahmi karena saat lalu ternyata saya ada suara dukungan dari mereka, kami tetap menyambung persaudaraan," pungkasnya. ** (za/mp)















