Breaking News
- Evaluasi SAKIP, Maryono: Tak Cuma Terserap, Harus Berdampak.
- Koramil 12/Rajeg Perkuat Budaya Kebersihan, Bersihkan Sampah.
- Formula Tower Jadi Pusat Aktivitas, Dedi Hermanto dan Ahmad Romdoni Perkuat Komunikasi Publik FORMULA
- Diguncang Berbagai Isu, Elim Tyu Samba : Jangan Sentimen Pribadi Korbankan Atlet.
- Zenal Abidin Ikuti Doa dan Dzikir Bersama, Doakan Bogor Dijauhkan dari Bencana
- HUT ke-67 Pelopor, Adityawarman: Semoga Brimob Presisi Makin Solid dan Kuat
- DPRD dan Kajari Kota Bogor Sepakat Perkuat Kolaborasi
- Kementerian UMKM Dampingi Usaha Menengah Menuju IPO melalui RISE TO IPO 2026
- PPI Apresiasi Polda Metro Jaya Ungkap Dugaan Impor Ilegal 49,85 Ton Kacang Tanah
- Revitalisasi 130 Sekolah di Majalengka Dikebut, Pemkab Jemput Bola ke Pusat
Di Garut LPDB-KUMKM Siap Tingkatkan Penyaluran Dana Bergulir

Garut(MegapolitanPos.com): Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Garut melakukan audiensi dengan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) terkait penyaluran dana bergulir di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Garut Rini Sri Rahayu mengatakan, kunjungan atau audiensi kepada LPDB-KUMKM untuk mencari informasi dan koordinasi program-program pembiayaan dari LPDB-KUMKM untuk pelaku koperasi dan UMKM. "Kami kunjungan ke LPDB-KUMKM ini karena setiap tahun ingin mengetahui program-program kepada koperasi maupun UMKM untuk tahun-tahun selanjutnya untuk Kabupaten Garut khususnya untuk permodalan bagi koperasi dan UMKM," ujar Rini saat audiensi di Kantor LPDB-KUMKM, Jakarta, Rabu (30/3/2022). Rini melanjutkan, saat ini Kabupaten Garut memiliki potensi yang tinggi terkait pengembangan ekonomi melalui koperasi dan UMKM, sebab selama ini sudah ada beberapa koperasi yang sudah menjadi mitra LPDB-KUMKM. "Garut memiliki banyak potensi koperasi yang sudah berkembang terutama yang berkaitan dengan usaha kerajinan kulit, makanan, dan juga ada koperasi susu di Cikajang, dan UMKM juga banyak sudah dapat pinjaman dari LPDB-KUMKM," tambahnya. Rini berharap, kedepan dengan ditingkatkannya penyaluran dana bergulir ke wilayah Kabupaten Garut bisa memberikan dampak ganda ekonomi berupa pertumbuhan usaha koperasi dan UMKM, peningkatan lapangan pekerjaan. Adapun upaya yang dapat dilakukan oleh DPRD Kabupaten Garut dengan LPDB-KUMKM adalah dengan melaksanakan sosialisasi dan juga bimbingan teknis terkait proses pengajuan proposal pembiayaan maupun mekanisme penyaluran dana bergulir kepada koperasi-koperasi potensial di Kabupaten Garut. Rini menegaskan, pihaknya sebagai DPRD Kabupaten Garut akan bersinergi dengan Dinas Koperasi dan UMKM agar terus melakukan pendampingan kepada koperasi-koperasi yang secara kelembagaan maupun unit usahanya berjalan dengan baik dan sehat. "Mudah-mudahan kedepan semakin banyak mengalir dana bergulir ke Kabupaten Garut, kedepannya kami DPRD lebih memperhatikan masyarakat Garut yang membutuhkan permodalan usaha, apalagi saat ini pandemi mulai membaik menjadi momentum untuk peningkatan usaha dari masyarakat," jelas Rini. Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo mengatakan, sejak diterbitkannya Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Penyaluran Pinjaman atau Pembiayaan dana Bergulir oleh Lembaga Pengelola dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah fokus pembiayaan 100 persen kepada koperasi. Dengan hal itu, pihaknya meminta kepada DPRD Kabupaten Garut termasuk Dinas yang membidangi koperasi dan UMKM untuk melakukan pendampingan kepada pelaku ekonomi agar dikonsolidasikan melalui badan hukum koperasi. "Seperti di Jawa Barat juga telah ada kelompok-kelompok tani, maupun UKM-UKM yang dikonsolidasikan melalui koperasi agar bisa kami support untuk mendapatkan manfaat penyaluran dana bergulir dari kami," ujar Supomo. Supomo menambahkan, selain fokus pada pembiayaan dana bergulir, LPDB-KUMKM juga melakukan program pendampingan yang dilakukan melalui Program Inkubator Wirausaha LPDB-KUMKM. "Untuk di daerah kami juga ada satuan wilayah yang bisa membantu terkait penyaluran dana bergulir, kemudian ada program inkubator yang merupakan program pendampingan kami," kata Supomo. (ASl/Red/MP).


.jpg)













