- Ciracas Targetkan 49 Biopori Jumbo untuk Kurangi Sampah
- Hari Lingkungan Hidup 2026: Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Aksi Nyata Penanaman Pohon
- Dengar Kisah Marbot Jadi Panglima di 1 Muharram 1448 H, Ini Pesan Menyentuh Ketua DPRD Kota Bogor
- Belajar Sampaikan Aspirasi, Siswa SMPIT Nurul Fikri Datangi DPRD Kota Bogor
- Hadiri Job Fair 2026, Komisi IV DPRD Bogor Dorong Penurunan Pengangguran
- Tak Berizin, DPRD Kota Bogor Minta Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
- Warga Baru PSHT Cabang Kota Blitar, Gerbang Masuk Persaudaraan
- Ghost Buzzer Siap Warnai Liburan Sekolah, Horor Anak Penuh Pesan Persahabatan dan Keberanian
- PTPN Group Gelar Donor Darah dan Edukasi Kesehatan, Wujud Nyata Kepedulian Sosial
- AWI Soroti Dugaan Intimidasi Wartawan di DPRD Majalengka, Minta Klarifikasi
Dewan Kebudayaan Kota Kediri Minim Perhatian, Gelar Event di Bawah Kolong Jembatan Brawijaya

Keterangan Gambar : Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Kediri, Jawa Timur, menggelar Hari Musik Nasional 2024.
MEGAPOLITANPOS.COM Kediri - Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Kediri, Jawa Timur, menggelar Hari Musik Nasional 2024. Mengangkat Tema "Menjalin Perbedaan Dalam Harmoni Musik" para seniman dan budayawan ini menggelar kegiatan di wahana bermain anak persis di bawah Jembatan Brawijaya komplek Taman Brantas Kelurahan Pocanan Kota Kediri. Sabtu, (9/3/2024).
Deky Susanto, Wakil Ketua DKD Kota Kediri menuturkan, dirinya bersama kawan budayawan serta pecinta seni di Kediri bahu membahu membikin kegiatan dengan usaha patungan.
"Kami bersama kawan-kawan seniman yang masih eksis, baik dari Kediri maupun dari luar Kediri. Hampir sepekan membahas kegiatan ini, sebelum hari H atau pelaksanaan acara, "tuturnya.
Baca Lainnya :
- AWI Soroti Dugaan Intimidasi Wartawan di DPRD Majalengka, Minta Klarifikasi
- Militansi KONI Kota Blitar Baru Tetap Kompak Bina Prestasi Semua Cabor
- BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan untuk 1.672 Warga Sepanjang Mei 2026
- Hendi Resmi Dilantik, Sangkanurip Perkuat Mesin Pembangunan Desa
- Usia 19 Tahun, Kecamatan Sindang Tancap Gas Wujudkan Majalengka Sae
Bahkan, Deky mengatakan soal dana yang dipergunakan merupakan hasil urunan atau patungan dari kawan - kawan itu sendiri.
"Malah dari kawan yang tidak bisa mengikuti event rela menyumbangkan materinya karena tidak bisa ikut, "katanya.
Dijelaskan, tempatnya memilih lokasi kegiatan di Taman Brantas yang berlokasi di kolong Jembatan Brawijaya.
"Rencana awal, kami bersama teman teman telah berusaha meminta izin kepada pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri perihal akan dilaksanakan di Taman Sekartaji. Karena menurut kami lebih representatif, namun izin tidak diberilan dengan alasan area tersebut masih dalam maintenance atau perbaikan.
"Ya beginilah kami akhirnya gelar di sini (kolong jembatan Brawijaya-red), "akunya memelas.
Lebihlanjut Deky menyebut, kurang pedulinya Pemkot Kediri terhadap DKD yang dikelolanya telah Ia sampaikan kepada Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kediri.
Tetapi hingga kini belum ada jawaban secara jelas terkait kondisi seniman maupun budayawan yang tergabung di DKD Kota Kediri.
"Kondisi tak peduli sampai tak terurus sudah diadukan ke pihak Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disparitas), tapi tetap belum juga muncul kepedulian, "keluhnya.
Sementara, Deky juga mengungkap kejanggalan Pemkot Kediri dalam mewadahi kelompok budaya dan seni yang dibedakan, padahal mengacu dari daerah kabupaten/kota yang lain antara seni dan budaya biasanya dijadikan satu wadah.
"Di Kota Kediri ini ada Dewan Kebudayaan Daerah tapi ada juga Dewan Kesenian Daerah dan yang biasa disupport bantuan malah sering di dewan kesenian yakni seni jaranan,"ungkapnya.
Menurutnya, Kediri merupakan salahsatu kota tertua di Indonesia, tentu beragam cikal bakal budaya dan seni berawal dari kota ini.
"Masak masalah budaya minim perhatiannya?,"tanya balik Deky kepada media.
Namun, Deky dan kawan -kawan tetap semangat hingga mampu menyelenggarakan event Hari Musik Nasional yang rencananya akan menampilkan berbagai tampilan budaya seperti budaya Jawa dengan seni karawitan, bedah buku hingga tampilan musik kontemporer bertajuk "Musik Healing" dari buah kreasi seniman seruling bermana Sugiarto asal Desa Nanggungan Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri yang telah go internasional. (Hamzah)















