- Jelang Gelombang Aksi, YPPM Minta Mahasiswa Tertib dan Siap Dialog Terbuka
- PRSI dan Kementerian ESDM Bahas Strategi Pengembangan Generasi Energi Masa Depan
- KUR Rp70 Triliun untuk Sektor Mikro, Pemerintah Gaspol Tekan Kemiskinan Ekstrem
- Ketua DPRD Hadiri Pelantikan Pejabat Barito Utara, Dukung Penguatan Kinerja Birokrasi
- Kapolsek dan Anggota Polsek Danau Paris Dilaporkan ke Bareskrim Polri
- Pemkot Jaktim Perkuat Sinergi Wajib Belajar 13 Tahun dan Penanganan Anak Tidak Sekolah
- Bupati Barito Utara Lantik Pejabat,Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik
- RPTRA Jadi Garda Terdepan, Pramono Anung Tegaskan Pentingnya Ketahanan Keluarga
- Kesbangpol Barut Ajak ASN Tingkatkan Kinerja, Masyarakat Diminta Jaga Kondusivitas
- Sjafrie Sjamsoeddin dan Koizumi Shinjiro Sepakat Perkuat Stabilitas Kawasan Indo-Pasifik
Dewan Kebudayaan Kota Kediri Minim Perhatian, Gelar Event di Bawah Kolong Jembatan Brawijaya

Keterangan Gambar : Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Kediri, Jawa Timur, menggelar Hari Musik Nasional 2024.
MEGAPOLITANPOS.COM Kediri - Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Kediri, Jawa Timur, menggelar Hari Musik Nasional 2024. Mengangkat Tema "Menjalin Perbedaan Dalam Harmoni Musik" para seniman dan budayawan ini menggelar kegiatan di wahana bermain anak persis di bawah Jembatan Brawijaya komplek Taman Brantas Kelurahan Pocanan Kota Kediri. Sabtu, (9/3/2024).
Deky Susanto, Wakil Ketua DKD Kota Kediri menuturkan, dirinya bersama kawan budayawan serta pecinta seni di Kediri bahu membahu membikin kegiatan dengan usaha patungan.
"Kami bersama kawan-kawan seniman yang masih eksis, baik dari Kediri maupun dari luar Kediri. Hampir sepekan membahas kegiatan ini, sebelum hari H atau pelaksanaan acara, "tuturnya.
Baca Lainnya :
- Jelang Gelombang Aksi, YPPM Minta Mahasiswa Tertib dan Siap Dialog Terbuka
- Genjot Produksi Pangan, 69 Alsintan Turun ke Petani Majalengka
- Dari Asbes Jebol ke Jeruji : Aksi Curat Bengkel Rp 26 Juta Dibongkar Polisi
- Jejak Digital Menjerat! Motor Raib Pagi Hari, Pelaku Diciduk Malamnya di Majalengka
- Hardiknas 2026 : Fajar Muh Shidik Gugat Pendidikan Baik atau Kita Terbiasa Rusak?
Bahkan, Deky mengatakan soal dana yang dipergunakan merupakan hasil urunan atau patungan dari kawan - kawan itu sendiri.
"Malah dari kawan yang tidak bisa mengikuti event rela menyumbangkan materinya karena tidak bisa ikut, "katanya.
Dijelaskan, tempatnya memilih lokasi kegiatan di Taman Brantas yang berlokasi di kolong Jembatan Brawijaya.
"Rencana awal, kami bersama teman teman telah berusaha meminta izin kepada pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri perihal akan dilaksanakan di Taman Sekartaji. Karena menurut kami lebih representatif, namun izin tidak diberilan dengan alasan area tersebut masih dalam maintenance atau perbaikan.
"Ya beginilah kami akhirnya gelar di sini (kolong jembatan Brawijaya-red), "akunya memelas.
Lebihlanjut Deky menyebut, kurang pedulinya Pemkot Kediri terhadap DKD yang dikelolanya telah Ia sampaikan kepada Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kediri.
Tetapi hingga kini belum ada jawaban secara jelas terkait kondisi seniman maupun budayawan yang tergabung di DKD Kota Kediri.
"Kondisi tak peduli sampai tak terurus sudah diadukan ke pihak Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disparitas), tapi tetap belum juga muncul kepedulian, "keluhnya.
Sementara, Deky juga mengungkap kejanggalan Pemkot Kediri dalam mewadahi kelompok budaya dan seni yang dibedakan, padahal mengacu dari daerah kabupaten/kota yang lain antara seni dan budaya biasanya dijadikan satu wadah.
"Di Kota Kediri ini ada Dewan Kebudayaan Daerah tapi ada juga Dewan Kesenian Daerah dan yang biasa disupport bantuan malah sering di dewan kesenian yakni seni jaranan,"ungkapnya.
Menurutnya, Kediri merupakan salahsatu kota tertua di Indonesia, tentu beragam cikal bakal budaya dan seni berawal dari kota ini.
"Masak masalah budaya minim perhatiannya?,"tanya balik Deky kepada media.
Namun, Deky dan kawan -kawan tetap semangat hingga mampu menyelenggarakan event Hari Musik Nasional yang rencananya akan menampilkan berbagai tampilan budaya seperti budaya Jawa dengan seni karawitan, bedah buku hingga tampilan musik kontemporer bertajuk "Musik Healing" dari buah kreasi seniman seruling bermana Sugiarto asal Desa Nanggungan Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri yang telah go internasional. (Hamzah)
















