- Kenaikan BBM Non-Subsidi Berlaku Hari Ini, Pertalite dan Solar Tetap Stabil
- KDMP Desa Gununggede Perkokoh Perekonomian Desa Mandiri dan Sejahtera
- Genjot Produksi Pangan, 69 Alsintan Turun ke Petani Majalengka
- Dari Asbes Jebol ke Jeruji : Aksi Curat Bengkel Rp 26 Juta Dibongkar Polisi
- Jejak Digital Menjerat! Motor Raib Pagi Hari, Pelaku Diciduk Malamnya di Majalengka
- Lansia dan Disabilitas Warga Desa Bululawang Bersyukur BLT-DD Mengucur
- Ribuan Kendaraan Serbu Puncak, Polisi Berlakukan One Way Lebih Awal
- Mendikdasmen: Pendidikan Tak Cukup Sekadar Angka, Karakter Bangsa Harus Dibangun
- Hadiri Hardiknas 2026, Ketua DPRD Barito Utara Perkuat Komitmen Pendidikan
- Bupati Barut Dalam Moment Hardiknas, Sekolah Jadi Pilar Integrasi Sosial Melalui Pendidikan Inklusif dan Holistik
Cabut Piagam Penghargaan Kapolres Kediri, Aliansi Kediri Bersatu Anggap Tidak Merespon Laporan dan Tuntutan Warga
Dalam aksi yang dilakukan massa iitu berlangsung damai usai pihak Kepolisian Resor Kediri menerjunkan petugas pengamanan.

Keterangan Gambar : Aksi di Depan Polres Kediri
MEGAPOLITANPOS.COM: KEDIRI – Puluhan massa aksi yang mengatasnamakan Aliansi Kediri Bersatu ( AKB) dari unsur Pengiat Masyarakan Saroja dan Gelora Cinta yang beberapa waktu lalu sempat memberikan Piagam Penghargaan kepada Kapolres Kediri dan Kasat Reskrim Polres Kediri akhirnya melakukan pencabutan Piagam Penghargaan yang telah diberikan tersebut kemarin siang.
Massa Aliansi Kediri Bersatu mendatangi Kantor Mapolres Kediri untuk melakukan aksi damai mendapat pengamanan ketat dari petugas. Massa aksi damai membawa berbagai pamflet bertuliskan sejumlah kritikan terhadap pihak kepolisian, dengan tujuan mencabut aduan dan piagam penghargaan yang diberikan kepada Kapolres Kediri dan Kasatreskrim pada tanggal 7 September lalu.
Supriyo Dewan Pengawas Penguat Masyarakat SAROJA yang juga korlap aksi damai mengungkapkan, aksi yang dilakukannya bersama kawan kawan Aliansi Kediri Bersatu ini agar keinginannya dipenuhi.

“kami pada intinya dumas ( pengaduan masyarakat ) kami pada tanggal 7 September kami tarik kembali, karena pada prinsipnya pengrusakan atau kerusakan jalan yang ada di sana ( wilayah Kecamatan Ngancar) itu terserah penilaian dari Polres, itu termasuk delik umum, delik aduan atau apa terserah, bagi kami Saroja dan kawan kawan merasa percuma,”tandasnya
Priyo yang dikenal tegas dan juga mantan aktivis 98 ini menegaskan, pihaknya akan mencari dengan mekanisme yang lain, yang jelas dugaan kami jelas ketika jalur evakuasi yang merupakan jalan yang bagus dilalui oleh truk kita hanya tanyakan atas itu perintah dari siapa, nota dinas siapa dan dari mana sehingga boleh boleh lewat situ, itu yang kita inginkan, kenapa? Kalau terjadi kerusakan siapa yang bertanggungjawab karena itu aset negara.
“Jadi kami tidak ada urusan dengan korupsinya dengan tambangnya, kenapa ? Yang kami persoalkan dugaan, mohon maaf pembiaran pengrusakan aset negara.” Tegas Priyo panggilan Dewan Pengawas SAROJA
Lebih lanjut Supriyo Pengiat Masyarakatnyang telah berhasil mengungkap sejumlah kasus korupsi ini menambahkan, akan menempuh cara lain yaitu dengan mengajukan gugatan class action bilamana diperlukan. Pihaknya juga tidak mau ribut dengan kepolisian yang dianggap sebagai keluarga dan saudara.
Dan dalam aksi itu Perwakilan Pendemo ditemui oleh Waka Polres Kediri dan mengaku bahwa kepolisian sudah menindaklanjuti aduannya, tapi pihaknya merasa tidak ada tindakan lebih lanjut dan menurutnya sepengetahuannya di LSM ketika ada Dumas minimal ada tahapan-tahapan seperti SP2P ke pihaknya sehingga pihaknya mengerti perkembangan. Dia mengaku bahwa tidak ada pemberitahuan apapun sehingga dia akan mencari keadilan dengan cara lain.
Dalam aksi yang dilakukan massa iitu berlangsung damai usai pihak Kepolisian Resor Kediri menerjunkan petugas pengamanan.














