- Nurhadi Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Dengan Rutin Skrining Kesehatan
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Bicarakan Digitalisasi Layanan Pertanahan di Universitas Udayana, Wamen Ossy: Bukan Sekadar Ganti Dokumen Kertas ke Digital
- Kementerian ATR/BPN Tegaskan Tidak Ada Program Pemutihan Sertipikat Tanah
- Pemerintah Umumkan Kebijakan WFA, Menteri Nusron Pastikan Kantah Tetap Buka Layani Masyarakat
- Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026, Kapolres Blitar Kota Cek Kesiapan Kendaraan Dinas
- Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi
- Hujan di Jatiwangi dan Harapan Baru UMKM
- Menteri Ara Lepas 14 Truk Genteng UMKM dari Majalengka
Bupati Blitar : Masyarakat Penyandang dan Ex ODGJ, Butuh Perhatian Besar dari Pemkab

Keterangan Gambar : Bupati Blitar Hj.Rini Syarifah saat membuka Sosialisasi Dan Pemberian Bimbingan Sosial Kepada Keluarga (PMKS
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa ternyata cukup banyak, tercatat pada Dinas Sosial Kabupaten Blitar sedikitnya ada 2.127 jiwa, tercatat hingga bulan Juni 2022, agar mereka bisa bermasyarakat dengan baik maka butuh sentuhan dan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Blitar, hal ini disampaikan oleh Bupati Blitar Hj.Rini Syarifah saat membuka Sosialisasi Dan Pemberian Bimbingan Sosial Kepada Keluarga (PMKS). Kegiatan berlangsung di Balai Desa Bacem Kecamatan Ponggok, Kamis (27/10/22) yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Blitar.
Bupati Blitar Rini Syarifah saat membuka acara Bimsos PMKS menyebutkan, kegiatan sosialisasi ini adalah bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Blitar dalam memberikan support lepada masyarakat yang mengalami gangguan mental.

Baca Lainnya :
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026, Kapolres Blitar Kota Cek Kesiapan Kendaraan Dinas
- Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi
- Hujan di Jatiwangi dan Harapan Baru UMKM
"Kegiatan ini adalah salah satu upaya paling tepat dalam memaksimalkan langkah-langkah preventif, guna menghindari gangguan mental," ujar Syarifah.
Syarifah lebih lanjut menjelaskan, beberapa persoalan terkait kesehatan jiwa, yaitu kuatnya stigma negatif terhadap orang-orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), sehingga masih ditemukannya kasus bunuh diri, faktor sosial ekonomi juga sangat rentan mempengaruhi physikologis seseorang, sehingga hal ini yang perlu mendapat perhatian khusus.

"Saya sangat mengapresiasi peran serta kepedulian semua pihak, para relawan, tenaga Kesehatan, yang berempati terhadap saudara kita penyandang kesehatan mental menjadi skala prioritas proyeksi pembangunan inklusif Pemkab Blitar memperhatikan nasib ODGJ," tandasnya
Selain itu juga dibutuhkan perhatian khusus seperti akses pelayanan publik, menghilangkan stigma negatif dan penerimaan sosial yang tidak bisa dilakukan hanya oleh satu pihak saja.
Dilain sisi Bambang Dwi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Blitar, menyampaikan, sosialisasi sangat diperlukan oleh keluarga ex ODGJ dari Dinsos dan Dinkes, mengingat jumlah penyandang ODGJ cukup banyak di Kabupaten Blitar, dan Pemerintah harus hadir.
"Semoga upaya kami dengan rehabilitasi terhadap keluarga ex ODGJ, rehabilitasi physikososial, dan kesehatan bisa lebih membantu masyarakat.(za/mp)















