- Tak Sekadar Santunan, Pemkot Tangerang Dorong Penerima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan Lebih Produktif
- Serahkan 5.000 Sertifikat Halal, Maryono: Sinergi Wujudkan UMKM Makin Naik Kelas
- Harganas 2026, Kemensos Tegaskan Negara Harus Hadir untuk Keluarga Indonesia
- Momentum Harganas Ke-33, Sachrudin: Keluarga Berkualitas Fondasi Wujudkan Generasi Emas
- Hendi Budi Yuantoro Menuju Kursi Parlemen DPRD Kabupaten Blitar PAW PDI P perjuangan
- USDEK BIRAWA ADI GUNA GPM Gelar Konsolidasi Nasional, Perkuat Soliditas Kader di Seluruh Indonesia
- Jangan Tunda Lagi: Ratifikasi OPCAT dan Sahkan RANHAM
- MUBES Jakmania: Seluruh Jakmania Harus Memiliki Hak yang Sama dalam Demokrasi
- Harap Perdamaian, Keluarga Salah Satu Tersangka Kasus Padel Gelar Doa Bersama
- PRSI Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Robotik di SDN Pancoran 07 Pagi Jakarta Selatan
BP2MI Fasilitasi Puluhan PMI Terkendala Pulang ke Kampung Halaman

Keterangan Gambar : Kepala BP2MI Benny Rhamdani saat menyapa para PMI terkendala di ruang Command Center BP2MI.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memfasilitasi puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) terkendala pulang ke kampung halaman. Para PMI yang diduga korban sindikat penempatan ilegal ini diketahui bekerja di sejumlah negara.
"Ada 14 PMI terkendala yang dipulangkan, mereka berasal dari beberapa daerah di Indonesia seperti Jawa, Lampung, Kalimantan, NTB, Gorontalo," kata Kepala BP2MI Benny Rhamdani dalam konferensi pers 'Penanganan Kepulangan Arus Mudik Lebaran Pekerja Migran Indonesia Tahun 2023', di ruang Command Center BP2MI, Senin sore (17/4/2023).
Benny menyebut para PMI yang terkendala itu telah bekerja di beberapa negara penempatan seperti Malaysia, Arab Saudi dan negara-negara di Timur Tengah lainnya, dengan kurun waktu yang bervariasi. Dijelaskan Benny, dari 14 PMI tersebut, satu diantaranya merupakan PMI yang berangkat secara resmi.
Baca Lainnya :
- Tak Sekadar Santunan, Pemkot Tangerang Dorong Penerima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan Lebih Produktif
- Serahkan 5.000 Sertifikat Halal, Maryono: Sinergi Wujudkan UMKM Makin Naik Kelas
- Harganas 2026, Kemensos Tegaskan Negara Harus Hadir untuk Keluarga Indonesia
- Momentum Harganas Ke-33, Sachrudin: Keluarga Berkualitas Fondasi Wujudkan Generasi Emas
- Hendi Budi Yuantoro Menuju Kursi Parlemen DPRD Kabupaten Blitar PAW PDI P perjuangan
"Satu yang dinyatakan resmi, tapi yang 13 itu sudah dipastikan mereka berangkat tidak resmi," terangnya.
Guna mencegah PMI itu kembali bekerja ke luar negeri melalui jalur non prosedural, Benny mengatakan BP2MI menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Ditjen Imigrasi Kemenkumham) untuk menonaktifkan paspor para PMI itu selama lima tahun ke depan.
"Kecuali kalau mereka nanti berproses secara resmi, kita juga nanti yang mengonfirmasi ke imigrasi untuk diproses pembuatan paspornya. Tapi kalau mereka diam-diam mereka tidak mungkin akan keluar paspor baru, tidak mungkin keluar," katanya, dikutip antaranews.
Adapun biaya pulang kampung para PMI terkendala itu ditanggung oleh pemerintah melalui BP2MI termasuk tiket dan biaya hingga sampai ke kampung halaman. Selain itu, BP2MI juga menyerahkan paspor para PMI terkendala yang sempat diamankan.
Dalam kesempatan itu, Benny juga menyampaikan, diperkirakan ada ribuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) akan pulang ke Tanah Air Indonesia menjelang hari raya Idul Fitri 1444 Hijriah atau Lebaran 2023.
"Terdapat 8.311 PMI akan pulang ke Indonesia yang selesai masa kontraknya di bulan April 2023," ujar Benny.





.jpg)











